expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 04 Maret 2018

PERSAHABATAN YANG TERSEMBUNYI ANTARA DEDDY MIZWAR DAN DEDI MULYADI


Ikatan Persahabatan adalah sebuah ikatan yang mempunyai sebuah arti yang sangat bermakana. Persahabatan itu tumbuh dari perasaan yang saling mengikat, merasa senasib antara satu individu ke individu yang lainnya. Persahabatan itu lebih dari sebuah pertemanan dimana sahabat selalu hadir di saat salah satunya memerlukannya, di saat senang maupun susah, bangkrut atau sendiri, Seorang sahabat biasanya begitu memahami perasaan dan persahabatan itu tak memandang etnis, keyakinan,status, materi,fisik, ataupun jenis kelamin. Yang ada hanya sebuah kenyamanan yang membuat satu individu dengan individu lainnya yang terikat dalam rasa nyaman.

Kita mungkin melihatnya kedekatan antara Deddy Mizwar dengan Dedi Mulyadi setelah mereka sama sama berpasangan menjadi Cagub/Cawagub Jabar No.4 Pada Pilgub Jabar 2018, namun sebenarnya kedekatan mereka berdua ternyata sudah terjalin begitu lama jauh sebelum hinggar bingar Pilgub Jabar 2018 ini. Keduanya telah sering saling berkunjung, silaturahmi, berdiskusi sampai membuat wacana wacana dalam menata Jawa Barat kedepannya.

Disisi kehidupan pribadi meski Deddy Mizwar berada dilingkungan partai partai pendukungnya pada Pilgub Jabar 2013 yang mungkin memiliki cara pandang berbeda kepada KDM, namun hal ini tidak menyurutkan rasa empati dan simpati Dedi Mizwar kepada Dedi Mulyadi, tentu kita masih ingat bagaimana Deddy Mizwar mengecam kepada pelaku pembakaran patung Arjuna di situ Wanayasa pada 11 Februari 2016
"Bagaimana pun, ini harus diusut. Harus dicari siapa yang bertanggung jawab,"
"Di luar pro dan kontra, tapi kalau itu dirusak, itu aset pemerintah, jadi ini kriminal. Tidak mesti dirusak kalau tidak setuju kan?
"Kan ada saluran demokrasi, ada DPRD dan segala macam. Kalau dirusak itu udah kriminal,"- Deddy Mizwar
Kalau kita melihat pristiwa ketika itu Deddy Mizwar satu satunya pejabat Gedung Sate yang mengecam tindakan anarkis tersebut.

Yang patut kita apresisai yaitu ketika Deddy Mizwar datang ke kantor DPD I Partai Golkar pada 6 Juni 2017, membesarkan hati KDM, yang ketika itu harus menghadapi posisi dilematis dan ketidakpastian dalam menentukan langkah politik di Pilgub Jabar 2018.
Semua peristiwa ini, membuat kita yakin bahwa pasangan No.4 Deddy-Dedi di Pilgub Jabar 2018 akan kompak bahu membahu membangun Jawa Barat, mereka berdua secara pribadi telah bersahabat cukup lama menyatukan visi misi mereka berdua untuk bekerja dan melayani masyarakat Jawa Barat (DKS)
#deddydedi4jabar

Sabtu, 03 Maret 2018

CAWAGUB JABAR NO.4 BERSAMA WARGA SUKAKARYA, KARANG BAHAGIA KAB.BEKASI



KEGIATAN KAMPANYE CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI HARI INI SABTU, 3 MARET 2018
PERJUMPAAN DEDI MULYADI DENGAN ANAK TUNA NETRA YANG MENCARI AYAHNYA
BEKASI, KOMPAS.com - Eka (24), warga Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, sejak kecil tidak bisa melihat atau menderita tunanetra. Kedua matanya mengalami luka yang mengakibatkan saraf matanya tidak berfungsi sejak dia masih kecil. Terlepas dari kekurangannya itu, pemuda tersebut sangat pandai bermain gitar. Dia mengaku diajarkan oleh tetangganya melalui media sosial Youtube. "Alhamdulillah diajarkan dari Youtube. Pakai hape sedikit-sedikit pencet bisa," kata Eka, Sabtu (3/3/2018). Secara kebetulan, Eka bertemu dengan calon wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat sedang melakukan blusukan bertemu warga di desanya. Mengetahui keberadaan mantan Bupati Purwakarta itu, Eka pun ingin bertemu dan menghampiri Dedi Mulyadi sembari membawa gitar miliknya. Ternyata, dia bertekad untuk menanyakan ayahnya asal Purwakarta yang telah empat tahun dicarinya. "Saya dengar ada Pak Dedi, Bupati Purwakarta. Saya ingin bertemu dan menanyakan ayah saya yang sudah lama dicari, ayah saya orang Purwakarta," ujar dia.
Saat bertemu, Eka menceritakan bahwa semenjak orangtuanya bercerai, dia sudah tak bertemu ayahnya lagi. Dia mengaku rindu kepada ayahnya selama ini. Hal itu pun diakui Empat (65), ibunya yang berada di sampingnya. Empat mengatakan, mantan suaminya itu warga Desa Pasawahan Tengah, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta. Desa tersebut berbatasan langsung dengan desa tempat Dedi Mulyadi tinggal, yakni Desa Sawah Kulon, di kecamatan yang sama. "Sama orang Purwakarta, makanya anak saya tadi minta menanyakan ke bapak yang Bupati Purwakarta," ungkapnya. Selama ini, kata Empat, Sulaeman tidak pernah menengok anaknya. Padahal, kondisi Eka yang tunanetra sangat membutuhkan pendampingan. Saat menjadi suaminya pun, Sulaeman diketahui tidak pernah mengusahakan anaknya tersebut. "Ah suka malas. Saya ini dagang sedikit-sedikit, tapi kalau dapat laba langsung dia ambil. Sehari-hari diam terus di rumah, enggak mau bekerja. Karena itu, terpaksa kami bercerai," ucapnya.
Mendengar curhat tersebut, Dedi Mulyadi berjanji untuk mempertemukan Eka dengan sang ayah. Dia meminta izin berkeliling dulu di desa tersebut untuk kembali ke rumah Eka dan menjemputnya. Bersamanya, Eka akan dibawa ke Purwakarta. "Saya keliling dulu sebentar. Setelah itu, saya jemput Eka dan ibu ke sini untuk bertemu Pak Sulaeman. Biar nanti menginap saja dulu di rumah saya. Nanti, biar saya cari Pak Sulaeman ke desanya," kata Dedi. Menurut Dedi, walaupun orang tua sudah berpisah, anak dan orang tua termasuk ayahnya tidak boleh terpisah. Dia merasa kagum kepada pemuda tunanetra tersebut. "Eka diberikan kelebihan oleh Allah SWT dengan membuka mata batinnya yang tajam. Saya pun memetik pelajaran dari Eka, segala sesuatu selalu memakai nurani dan nilai kemanusiaan untuk segala sesuatunya," tutur Dedi.
Setelah kemarin menapakan kaki di Sukabumi, hari ini kembali KI SUNDA menyusuri daerah daerah Pamtura, menyapa menjalin kebersamaan berbagi cerita suka, duka dan memberi harapan maupun pencerahan.
Daerah Pantura Jawa Barat yang terbentang dari Kota Bekasi sampai Kabupaten Cirebon ini, diprediksi akan memberikan 53,1 persen suara bagi Pasangan No.4 H.Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi pada Pilgub Jabar 2018 ini.
Kampanye Cawagub Jabar Sabtu, Tanggal 3 Maret 2018
Menyapa Warga Desa Sukakarya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi
Desa Sukaraya adalah desa di kecamatan Karangbahagia, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Awalnya Sukaraya merupakan bagian dari kecamatan Cikarang Utara.
Nama Kepala Desa : Jhoni Fahamsah
#2dm4jabar

CAWAGUB JABAR NO.4 BERSAMA WARGA KARANG SATU, KARANG BAHAGIA KAB.BEKASI





KEGIATAN KAMPANYE CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI HARI INI SABTU, 3 MARET 2018 

Setelah kemarin menapakan kaki di Sukabumi, hari ini kembali KI SUNDA menyusuri daerah daerah Pamtura, menyapa menjalin kebersamaan berbagi cerita suka, duka dan memberi harapan maupun pencerahan.
Daerah Pantura Jawa Barat yang terbentang dari Kota Bekasi sampai Kabupaten Cirebon ini, diprediksi akan memberikan 53,1 persen suara bagi Pasangan No.4 H.Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi pada Pilgub Jabar 2018 ini.
Kampanye Cawagub Jabar Sabtu, Tanggal 3 Maret 2018
Menyapa Warga Desa Karang Satu Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi
PROFIL DESA KARANG SATU
Desa Karang Satu, inilah pintu gerbang Desa Karang Satu dan merupakan jalan utama untuk memasuki desa yang terkenal dengan sentra industri kerajinan Tanaman Hias.
Berdasar letak geografis wilayah, Desa Karang Satu berada di sebelah Timur Kota Karawang. Desa Karang Satu merupakan salah satu desa di Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi, dengan jarak tempuh ke Kecamatan 7 km, dan ke kota Kabupaten 15 km, dan dapat ditempuh dengan kendaraan ± 60 menit. Desa ini berbatasan dengan Desa Karangbahagia di sebelah barat, di sebelah utara berbatasan dengan Desa Sekamakmur Kecamatan sukatani, sebelah selatan dengan Desa Karangsari (Kecamatan Cikarang Timur) dan di sebelah timur dengan Desa Karang Mukti. Luas wilayah daratan Desa Karang Satu adalah 106,700 Ha. Luas lahan yang ada terbagi dalam beberapa peruntukan, dapat dikelompokan seperti untuk fasilitas umum, pemukiman, pertanian, kegiatan ekonomi dan lain-lain. Secara Administratif wilayah Desa Karang Satu terdiri dari 22 RT, 07 RW dan 3 Dusun. Sebelum memasuki pintu gerbang Karang Satu, di sebelah Timur akan ditemui fasilitas umum yaitu sarana ibadah Masjid Jamie Nurul Huda.
Masjid Jamie Nurul Huda berada tepat di sebelah Timur Balai Desa Karang Satu, yang menjadi pusat peribadatan warga Desa Karang Satu.
#2dm4jabar

Jumat, 02 Maret 2018

CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI MENGUNJUNGI CENTRA INDUSTRI SUKABUMI-



KEGIATAN KAMPANYE CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI, JUM'AT 2 MARET 2018


Hari ini Ki Sunda menyusuri daerah Sukabumi yang menurut catatan
sejarah oleh raja Padjdjaran ketika itu Prabu Siliwangi dinamai SAKABUMI
PAJAJARAN SINDANG PARANG, yaitu artinya kerajaan tempat menyimpan
sindang benda benda pusaka atau parang dari semua pusaka bumi
Padjadjaran. di sisi lain Eyang Prabu Siliwangi melihat seluruh potensi
alam yang ada di sukabumi sangat kaya dengan sumber daya alam yang melimpah, termasuk terdapatnya kandungan emas permata diperut buminya.

Raja Padjadjaran Prabumi Siliwangi memiliki keyakinan, bahwa rakyat
Sunda Padjadjaran akan sejahtera apabila sanggup mengelola kekayaan alam
di tatar sunda, ketika itu oleh Prabu Siliwangi untuk mengelola
SAKABUMI PAJAJARAN SINDANG PARANG mengangkat seorang adipati yang
bernama raden Adipati Kaca Penggala. (DKS)

CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI BERSAMA WARGA PADAASIH CISAAT SUKABUMI





KEGIATAN KAMPANYE CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI, JUM'AT 2 MARET 2018


Hari ini Ki Sunda menyusuri daerah Sukabumi yang menurut catatan
sejarah oleh raja Padjdjaran ketika itu Prabu Siliwangi dinamai SAKABUMI
PAJAJARAN SINDANG PARANG, yaitu artinya kerajaan tempat menyimpan
sindang benda benda pusaka atau parang dari semua pusaka bumi
Padjadjaran. di sisi lain Eyang Prabu Siliwangi melihat seluruh potensi
alam yang ada di sukabumi sangat kaya dengan sumber daya alam yang melimpah, termasuk terdapatnya kandungan emas permata diperut buminya.

Raja Padjadjaran Prabumi Siliwangi memiliki keyakinan, bahwa rakyat
Sunda Padjadjaran akan sejahtera apabila sanggup mengelola kekayaan alam
di tatar sunda, ketika itu oleh Prabu Siliwangi untuk mengelola
SAKABUMI PAJAJARAN SINDANG PARANG mengangkat seorang adipati yang
bernama raden Adipati Kaca Penggala. (DKS)


DEDI MULYADI DORONG PERTANIAN DENGAN PROGRAM SAWAH ABADI

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi
Mulyadi melakukan kunjungan ke Kampung Cipancur, Desa Padaasih,
Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jumat (2/3) siang. Dalam
kunjungannya tersebut, Dedi Mulyadi mewacanakan pembangunan di bidang
pertanian dengan program sawah abadi.

“Kami mendorong tumbuhnya
kembali sektor pertanian, caranya sudah saatnya pemerintah provinsi
nanti membeli sawah sebagai sawah abadi pemerintah,” ujar Dedi Mulyadi
di sela-sela melakukan kunjungan ke rumah warga di Kampung Cipancur,
Sukabumi.

Nantinya, dia mengatakan, sawah tersebut digarap oleh
masyarakat agar masalah kemiskinan bisa selesai. Saat ini, Dedi
mengatakan, banyak warga seperti ibu-ibu di Sukabumi yang menjadi buruh
tani dengan sistem pembagian satu berbanding sepuluh. Padahal di Subang
dan Purwakarta, sistem pembagian masih satu berbanding enam.


Rendahnya sistem pembagian, dia mengatakan, karena luasan sawah menjadi
terbatas dan nilai padi menjadi mahal. Di sisi lain, buruh tani hanya
mengandalkan sistem pembagian selama tiga bulan yang rendah.

“Oleh karena itu, pemprov ke depan dapat membuat sawah baru dan membeli areal untuk sawah abadi,” cetus Dedi.


Sebabnya, dia menambahkan, bila sawah tidak segera dibeli pemerintah
maka nantinya habis digunakan untuk bidang lain seperti properti serta
sejenisnya. Alih fungsi ini, Dedi mengatakan, akan menjadi kemiskinan
baru dalam dekade ke depan.

Di samping itu, beras akan menjadi
bahan pokok yang harganya sangat mahal karena sulit didapat dan
produktivitasnya terbatas. Selain berdampak pada majunya sektor
pertanian, Dedi mengatakan, hamparan sawah juga bernilai bagi pariwisata
sehingga sudah selayaknya dilakukan tata kelola pertanian yang memadai
dengan pembelian sawah oleh pemerintah.
#2dm4jabar

CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI BERSAMA WARGA PADAASIH CISAAT SUKABUMI





KEGIATAN KAMPANYE CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI, JUM'AT 2 MARET 2018


Hari ini Ki Sunda menyusuri daerah Sukabumi yang menurut catatan
sejarah oleh raja Padjdjaran ketika itu Prabu Siliwangi dinamai SAKABUMI
PAJAJARAN SINDANG PARANG, yaitu artinya kerajaan tempat menyimpan
sindang benda benda pusaka atau parang dari semua pusaka bumi
Padjadjaran. di sisi lain Eyang Prabu Siliwangi melihat seluruh potensi
alam yang ada di sukabumi sangat kaya dengan sumber daya alam yang melimpah, termasuk terdapatnya kandungan emas permata diperut buminya.

Raja Padjadjaran Prabumi Siliwangi memiliki keyakinan, bahwa rakyat
Sunda Padjadjaran akan sejahtera apabila sanggup mengelola kekayaan alam
di tatar sunda, ketika itu oleh Prabu Siliwangi untuk mengelola
SAKABUMI PAJAJARAN SINDANG PARANG mengangkat seorang adipati yang
bernama raden Adipati Kaca Penggala. (DKS)


DEDI MULYADI DORONG PERTANIAN DENGAN PROGRAM SAWAH ABADI

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi
Mulyadi melakukan kunjungan ke Kampung Cipancur, Desa Padaasih,
Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jumat (2/3) siang. Dalam
kunjungannya tersebut, Dedi Mulyadi mewacanakan pembangunan di bidang
pertanian dengan program sawah abadi.

“Kami mendorong tumbuhnya
kembali sektor pertanian, caranya sudah saatnya pemerintah provinsi
nanti membeli sawah sebagai sawah abadi pemerintah,” ujar Dedi Mulyadi
di sela-sela melakukan kunjungan ke rumah warga di Kampung Cipancur,
Sukabumi.

Nantinya, dia mengatakan, sawah tersebut digarap oleh
masyarakat agar masalah kemiskinan bisa selesai. Saat ini, Dedi
mengatakan, banyak warga seperti ibu-ibu di Sukabumi yang menjadi buruh
tani dengan sistem pembagian satu berbanding sepuluh. Padahal di Subang
dan Purwakarta, sistem pembagian masih satu berbanding enam.


Rendahnya sistem pembagian, dia mengatakan, karena luasan sawah menjadi
terbatas dan nilai padi menjadi mahal. Di sisi lain, buruh tani hanya
mengandalkan sistem pembagian selama tiga bulan yang rendah.

“Oleh karena itu, pemprov ke depan dapat membuat sawah baru dan membeli areal untuk sawah abadi,” cetus Dedi.


Sebabnya, dia menambahkan, bila sawah tidak segera dibeli pemerintah
maka nantinya habis digunakan untuk bidang lain seperti properti serta
sejenisnya. Alih fungsi ini, Dedi mengatakan, akan menjadi kemiskinan
baru dalam dekade ke depan.

Di samping itu, beras akan menjadi
bahan pokok yang harganya sangat mahal karena sulit didapat dan
produktivitasnya terbatas. Selain berdampak pada majunya sektor
pertanian, Dedi mengatakan, hamparan sawah juga bernilai bagi pariwisata
sehingga sudah selayaknya dilakukan tata kelola pertanian yang memadai
dengan pembelian sawah oleh pemerintah.
#2dm4jabar

Kamis, 01 Maret 2018

CAWAGUB JABAR NO.4 MENJENGUK PENDERITA GAGAL GINJAL DI CIKARANG

KEGIATAN KAMPANYE CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI HARI INI, KAMIS, 1 MARET 2018 

Masih menyusuri daerah daerah Pamtura, menyapa menjalin kebersamaan berbagi cerita suka, duka dan memberi harapan maupun pencerahan.
Daerah Pantura Jawa Barat yang terbentang dari Kota Bekasi sampai Kabupaten Cirebon ini, diprediksi akan memberikan 53,1 persen suara bagi Pasangan No.4 H.Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi pada Pilgub Jabar 2018 ini.
DEDI MULYADI : SATU DOKTER SATU DESA ATASI KESEHATAN WARGA MISKIN
BEKASI, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki gagasan untuk menanggulangi permasalahan kesehatan warga miskin, yakni mendatangkan dokter ke rumah-rumah. Ide tersebut sudah diterapkan dia selama menjabat bupati Purwakarta. "Kalau selama ini mengandalkan upaya penyembuhan menurut saya itu berat. Kalau sudah bicara penyakitnya kanker, ginjal, liver, itu sudah sangat berat. Menurut saya, satu desa harus ada satu dokter," jelas Dedi kepada wartawan saat menyusuri gang-gang sempit di kawasan Cikarang Kota, Kabupaten Bekasi, Kamis (1/3/2018). Selain dokter melayani ke rumah warga miskin, ahli kesehatan itu pun akan menganalisa faktor yang menyebabkan munculnya penyakit di wilayah itu. Mulai dari faktor lingkungan, kebiasaan masyarakat dan sosialisasi cara hidup sehat. Jika nantinya dokter mampu menurunkan angka orang sakit di desa tersebut, maka gajinya akan dinaikkan. "Upaya preventif kesehatan ini salah satu program satu desa satu kota yang dicanangkannya. Jadi angka kesehatan warga akan meningkat dengan kinerja menyeluruh satu dokter satu desa tersebut. Semakin kecil angka penyakit di desa itu, akan semakin naik gaji dokter tersebut," tambah dia.
Dedi mencontohkan, di suatu desa terdapat 50 pasien yang diobati. Gaji dokternya sebesar Rp 10 juta. Jika pasiennya bisa menurun sampai 10 orang atau malah lebih, maka gajinya akan dinaikkan sampai Rp 30 juta per bulan. "Jadi semakin kecil angka pasien di desa itu, gaji dokter akan semakin naik. Jadi bukan sebaliknya," tambahnya. Upaya pencegahan penyakit dengan jemput bola tersebut, kata Dedi, nantinya akan terintegrasi dengan program 5.000 kampung yang akan dilakukannya di Jawa Barat jika terpilih. Dengan demikian, warga yang tinggal di perkampungan selain ditata pembangunan dengan ahli tata ruang rumahnya bebas banjir, juga akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dari pemerintah. "Sekarang kan terbalik sistemnya, orang sakit yang mendatangi dokter, kalau nanti dokter lah yang mengunjungi orang sakit. Ini budaya Sunda dulu di mana seorang 'paraji' atau orang yang membantu melahirkan mendatangi ibu hamil. Jadi kalau sekarang ibu yang melahirkan mendatangi seorang bidan, kasihan keburu lahiran di jalan," kata dia.
#2dm4jabar