expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 18 Maret 2018

DEDI MULYADI SEPERTI MENJADI SOSOK TEMPAT MENGADU DAN BERBAGI CERITA TERAKHIR



Namanya juga taqdir manusia, kapan, dimana dengan cara seperti apa kita akan meninggalkan dunia yang fana ini semuanya rahasia kehidupan dari Allah SWT.
Ibu Karni yang bertemu dengan Kang Dedi hari Kamis (15032018) lalu, hari ini Minggu (18032018) meninggal dunia. Kang Dedi seperti menjadi tempat pengaduan terakhir bagi orang orang yang kesulitan dan menjadi tempat berbagi cerita terakhir.
Di Ciamis ada seorang Marbot Masjid yang meninggal dunia setelah dibantu dikontrakan rumahnya oleh Kang Dedi.
Di Purwakarta ada seorang ibu meninggal setelah direnovasi rumahnya oleh Kang Dedi dalam rangka pelantikan kepengurusan DPD II Golkar Kab. Purwakarta.
Masih di Purwakarta ada seorang TKW yang sakit ginjal di Arab saudi dibantu kepuilangnya ke tanah air oleh Kang Dedi, akhirnya dapat menghembuskan nafas terakhirnya di kampung halamannya.
Ibu Karni dalam rangkaian Kang Dedi bersilaturahmi dalam rangka pencalonannya dirinya sebagai Cawagub Jabar 2018 adalah orang kedua yang wafat, setelah sebelumnya Pak H. Saleh Budiman, Pemilik PO. Budiman yang bertemu dengan Kang Dedi 11 Februari 2018 dan meninggal pada tanggal 27 Februari 2018, Orang baik seperti Kang Dedi memang hidupnya seperti menjadi tempat mengadu dan berbagi cerita terakhir. (DKS).
Ibu Karni bukan siapa-siapa, dia seorang janda tua yang hidup sebatangkara mengandalkan penghasilan dari kuli cuci.
Hari kamis lalu saya bertemu dengannya, mendengarkan kisah perjalanan hidupnya yang sangat sedih. Dia pun bercerita tentang kondisi kesehatannya yang semakin memburuk.
Pagi ini saya mendengar kabar, beliau pergi meninggalkan alam fana untuk selamanya. Selamat jalan Ibu Karni, semoga bahagia di alam keabadian.
Ibu Karni adalah potret buram dari hiruk pikuk kehidupan kaum urban yang ketika ditinggal suami, hidup tanpa penghasilan dan tidak memiliki tempat tinggal.
Saatnya kita menata kembali perlindungan kepada kaum lansia dan penataan pemukiman di perkotaan agar terjadi keseimbangan alam dan kemanusiaan
-Dedi Mulyadi
#deddydedi4jabar #deddymizwar #deddydedi #dedimulyad #DM4Jabar #JabarSajajar #jabar4all #pilihankita #bekerjauntukmelayani

Jumat, 16 Maret 2018

PEMIKIRAN REALISTIS PASANGAN NOMOR 4 DEDDY-DEDI TERHADAP PROYEK MEIKARTA


Jika anda seorang pemborong, tentu pada sekitar tahun 88an kalau mencari bata merah akan datang ke daerah Cikarang. gambaran umum tempatnya waktu itu hanya perkampungan perkampungan sederhana, lio lio bata dan hamparan hamparan tegalan yang ditanami rerumputan tinggi tinggi, Bulakan istilahnya bagi orang Betawi.

Kalau kita melihat sejarahnya dulu perburuan tanah tanah didaerah Bekasi dsk terjadi seiring dibukanya gerbang gerbang tol jalur tol Jakarta-Cikampek, seperti gerbang Bekasi, Cikarang, Karawang sampai Cikampek , tanah tanah disekitaran daerah daerah tersebut menjadi buruan para kelompok usaha konglomerat, tentu dengan kondisi seperti keadaan ketika itu tanah tanah tersebut dibeli sangat murah sekali. Kini mereka setelah berpuluh puluh tahun tinggal menuai hasilnya dari harga jual tanah yang meningkat dan secara legalitas mereka adalah pemilik sah.

Bagi Gubernur dan Wakil gubernur Jawa Barat hasil Pilgub Jabar 2018 nanti, tentu tidak dapat bersikap apriori apalagi menghindar, karena suka tidak suka cepat atau lambat akan dihadapkan dengan masalah Meikarta ini. Istilahna bagi orang sunda Katempuhan buntut maung, ibarat nasi sudah menjadi bubur, tinggal membuat bubur itu menjadi spesial saja pakai telor dan ati ampela, kerupknya diganti emping.

Pak H.Demiz menjawab pada Debat Pilgub Jabar 12 Maret 2018 lalu, di era kepemimpinannya bersama Pak H.Aher, baru mengeluarkan izin kepada Meikarta 84 hektar dan menolak sekitar 500 hektar yang akan dijadikan kota metropolitan. Sebab tata ruang yang tidak memungkinkan kecuali dengan Perpres,"
 
Sementara Kang Dedi Mulyadi mengatakan "Selama Meikarta tujuannya untuk masyarakat Jawa Barat yang ingin memiliki hunian yang layak, tidak apa-apa, hanya saja perlu ada aturan supaya tidak ada salah satu daerah yang menjadi kosong,"
"Meikarta ini sebagian besar wilayah Bekasi. Jangan terlalu mempersoalkan perizinannya, tapi dampaknya membangun keadilan sosial. Jika beres, akan menyumbang pajak sebesar Rp 1 triliun. Pajak itu untuk membangun kampung kumuh di Bekasi,"

Inilah gambaran pemikiran pasangan nomer 4 di Pilgub Jabar 2018 selalu realistis tidak munafik, kita meyakini dengan kepintaran dan kecerdikan mereka berdua, menghadapai pengembang Meikarta akan memiliki posisi tawar/Bargaening yang dapat menguntungkan masyarakat Bekasi pada khususnya dan masyarakat Jawa Barat pada umumnya (DKS)
#deddydedi4jabar #deddymizwar #deddydedi #dedimulyad #DM4Jabar #JabarSajajar #jabar4all #pilihankita #bekerjauntukmelayani

Kamis, 15 Maret 2018

CAWAGUB JABAR NOMOR 4 MENGUNJUNGI SEBUAH MALL DI KOTA BEKASI



KEGIATAN KAMPANYE CAWAGUB JABAR NOMOR 4 H.DEDI MULYADI, KAMIS 15 MARET 2018 

DEDI MULYADI INGIN PELAYANAN PUBLIK JUGA BISA DILAKUKAN DI DALAM MAL
BEKASI - Ada yang berbeda dari kunjungan calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 4, Dedi Mulyadi di Kota Bekasi. Bila biasanya blusukan ala Dedi dilakukan dengan berkeliling dari desa ke desa, kini mantan Bupati Purwakarta itu mencoba sesuatu yang baru dengan mengunjungi salah satu mal, untuk meninjau langsung pelayanan publik milik Pemkot Bekasi.

Dedi menilai, pelayanan publik yang difasilitasi Pemkot Bekasi di dalam mal, sangat membantu masyarakat yang sedang berkepentingan mengurus berbagai dokumen pribadi. Ia pun berencana mengembangkan pelayanan publik dalam mal, yang akan dibuat merata di wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat.
"Ya saya kira sangat bagus. Pelayanan di mal ini sangat membantu masyarakat sekali. Saya ingin mengembangkan pelayanan serupa di seluruh wilayah Kota dan Kabupaten di Jabar nantinya," katanya di lokasi, Kamis (15/3/2018).

Menurutnya, pelayanan birokrasi kepada warga harus semakin ditingkatkan, seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi di era serba digital ini. Terlebih di Provinsi Jawa Barat yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, harus diimbangi pula dengan kemajuan sistem pelayanan yang diberikan aparat pemerintah selaku pelayan publik.

"Ini akan menjadi fokus program kami, untuk bagaimana meningkatkan mutu pelayanan publik di Provinsi Jabar," tandasnya.

Usai meninjau pelayanan birokrasi kepada warga, pria yang akrab disapa kang Dedi itu, kemudian lanjut berinteraksi dengan pengunjung dari kalangan anak-anak, dengan mengajak mereka bernyanyi bersama.

Sebelumnya, kehadiran lelaki yang identik dengan kemeja putih dan iket Sundanya itu, disambut hangat para pengunjung mall yang ingin bersalaman dan berswafoto bersama. Bahkan sebagian warga yang sedang antri mengurus dokumen, tak ketinggalan ingin berswafoto dengan pasangan duet Deddy Mizwar itu.

#deddydedi4jabar #deddymizwar #deddydedi #dedimulyad #DM4Jabar #JabarSajajar #jabar4all#pilihankita #bekerjauntukmelayani

CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI MENGUNJUNGI PASIEN DI RUMAH SAKIT KOTA...



KEGIATAN KAMPANYE CAWAGUB JABAR NOMOR 4 H.DEDI MULYADI,
KAMIS 15 MARET 2018



KETIKA EGO KITA TERKADANG MUNCUL KARENA RASA ANTIPATI
Di era jaman NOW tentu kita dan keluarga ketika sakit tidak
akan berobat kedukun yang komat kamit membaca matra lalu disembur bur...Alangkah
terasa manfaatnya saat keluarga kita ketika sakit ada pihak yang menanggung
biaya berobat ke dokter, apalagi sampai menanggung biaya perawatan. kita tidak
perlu pinjam uang kiri kanan untuk berobat, kita tidak perlu malu karena harus
membuat SKTM ke kecamatan untuk membayar biaya perawatan keluarga kita,
termasuk tidak perlu pusing membayar ongkos ambulance, kita tidak perlu pusing
membayar dokter yang datang kerumah kita. untuk menikmati pelayanan rumah sakit
gratis cukup membawa Kartu Keluarga dan KTP, kemudian untuk memesan ambulance
cukup diakses melalui aplikasi online atau sms begitu jika memnggil dokter
dokter Pemkab untuk datang kerumah kita, coba kalu bayar paling tidak kita
harus keluar 200 ribu kalau mau memangil dokter ke rumah.
Semua pelayanan kesehatan seperti ini ada di Purwakarta,
keberanian Kang Dedi sebagai Bupati Purwakarta untuk menjamin biaya perawatan
masyarakatnya mau miskin mau kaya selama mau dirawat di kelas 3 di rumah sakit
yang bekerja sama dengan Pemkab Purwakarta. Kang Dedi berjanji apa yang sudah
berjalan di Purwakarta ini akan dibawa ke Provinsi jika beliau diberi mandat
bersama Pak Haji Demiz untuk mengelola Jawa Barat.
Dan saya yakin program jaminan kesehatan ini akan
dipertahankan oleh pasangan calon Bupati nomer 2 di Pilbup Purwakarta 2018.
Masyarakat juga tidak perlu ikut pusing bagaimana Pemkab
Purwakarta  membayar semua ini, APBDnya saja
jauh dari sekedar cukup, tapi KDM berani menanggung biaya perawatan warganya
yang sakit, itulah cerdasnya KDM, kalau saat ini Pemkab memiliki hutang ke RSUD
itu wajar wajar saja, orang BPJS saja yang setiap bulannya menerima iuran dari
pesertanya terkadang masih nunggak ke Rumah Sakit begitupun kita pesertanya,
jadi peserta BPJS kelas 3 saja ada yang nunggak sampai setahun lebih, hal ini
akan bertambah bingung jika ada keluarga yang perlu biaya perawatan rumah
sakit, mau bayar sendiri tongpes, mau pakai BPJS nunggak.
Makanya syukur Alhamdulillah jika ada pihak yang menanggung
secara cuma cuma tanpa harus membayar premi setiap bulannya.(DKS)
#deddydedi4jabar #deddymizwar #deddydedi #dedimulyad
#DM4Jabar #JabarSajajar #jabar4all #pilihankita #bekerjauntukmelayani

Rabu, 14 Maret 2018

SETELAH MENANG DEBAT PILGUB JABAR 2018, DEDI MULYADI BERSAMA WARGA SUKAM...



KEGIATAN KAMPANYE CAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI, SELASA, 13 MARET 2018
PEMIKIRAN REALISTIS DEDI MULYADI TENTANG MEGA PROYEK MEIKARTA

Tadi malam saya bicara tentang MEIKARTA , ketika kita mendengar masalah
MEIKARTA kita terus aja berdebat persoalan saling tuduh menuduh,
sedangkan MEIKARTAnya sudah mulai membangun, nah solusi saya adalah,
itukan MEIKARTA itu bayar pajak, dari mulai BPHTB, nanti ada Pajak Bumi
dan Bangunan (PBB), Pajak Hotel Restauran dan berbagai Pajak Reklame
lainnya dan itu jumlahnya sangat besar kalau kita hitung ruang
Apartemennya, itu berapa nanti jumlahnya.
Nah konsep saya adalah, Perkampungan setiap pemukiman baru disetiap
daerah Bekasi, itu melahirkan pendapatan daerah baik untuk provinsi
maupun kabupaten kota, Pendapatan daerahnya dipisahkan kemudian kemudia
difocuskan khusus untuk membangun infrastruktur dikampung kampung
sekitar, dan membangun rumah rumah tidak layak huni, dibuat rumah rumah
yang memadai, kemudian dibangun penataan lingkungannya, sehingga bukan
kita meributkan MEIKARTA yang harus kita lakukan bahwa kampung kampung
kita harus sama dengan MEIKARTA. –Dedi Mulyadi
#deddydedi4jabar #deddymizwar #dedimulyadi#DM4Jabar #JabarSajajar

TANGGAPAN POSITIP DAN SIMPATI SEMAKIN DERAS MENGALIR KE PASANGAN NOMOR 4 DEDDY-DEDI


Hari ini kebetulan keliling keliling bertemu dengan para sesepuh, para aktivis di lingkungan kampus maupun yang bergerak disosial kemasyrarakatan, termasuk dengan masyarakat umum yang sebelumnya ragu ragu bahkan ada yang sama sekali tidak mengenal, ada juga dari anggota yang dulu kerap mendemo Kang Dedi sekarang sikapnya seratus delapan puluh derajat berbalik arah.

Semenjak dimulainya kampanye Pilgub Jabar, rumah tidak pernah sepi dari yang ingin mengajak berdiskusi tengtang rasa optimisme bahwa pasangan nomor 4 Deddy-Dedi akan memenangkan Pilgub Jabar 2018. Ada juga diantaranya yang beberapa kali datang sekedar ingin meminjam buku buku karya Kang Dedi Mulyadi. Buku buku Kang Dedi milik saya seperti koleksi perpustakaan saja, kini sudah kusam dan lecek karena terlalu banyak berpindah tangan.

Terkait penilaian mereka pasca debat, memang pada umumnya peniliaan mereka kurang lebihnya hampir sama dengan pendapat para pengamat Pilgub Jabar 2018. Mereka melihat bahwa pasangan Nomor 4 Deddy-Dedi unggul dalam penguasaan materi permasalahan di Jawa Barat. Untuk hal ini memang bisa kita anggap wajar posisi H.Dedi Mizwar yang saat ini sebagai Wagub Jabar periode 2013-2018, seperti yang sering saya tulis tentu tahu persis berdasararkan data data akurat yang dimilikinya tengtang permasalahan yang ada di Jawa Barat.

Yang membuat booming datangnya rasa simpati dan dukungan itu tidak terlepas dari kejadian di debat itu sendiri, ketika Kang Dedi Mulyadi dengan mantap dapat menjawab dengan lugas dan cerdas pertanyaan dari Cawagub Paslon nomor 3. Kalau kita amati sejak awal proses pencalonan sampai ketika berada disuasana kampanye ini, popularasitas Kang Dedi selalu datang secara spontanitas efek dari satu peristiwa dari mulai SK Bodong DPP Partai Golkar, SK DPP Partai Golkar yang jatuh ke bukan kader, Munaslub Golkar dimana Kang Dedi tampil sebagai penyelamat partai, sampai yang terjadi dimalam debat Pilgub Jabar 2018 tentang pertanyaan pohon disarungin. Itulah Kang Dedi Mulyadi Sang Fenomenal (DKS)
#deddydedi4jabar #deddymizwar #deddydedi #dedimilyadi #dm4jabar #jabar4all #pilihankita #bekerjauntukmelayani

Selasa, 13 Maret 2018

SETELAH MENANG DEBAT PILGUB JABAR 2018, DEDI MULYADI BERSAMA WARGA DESA ...



KEGIATAN KAMPANYE CAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI, SELASA, 13 MARET 2018

PASANGAN DEDI MIZWAR-DEDI MULYADI TAMPIL CUKUP APIK

Bandung - Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dinilai tampil cukup apik
dalam debat Pilgub Jabar Senin malam (12/3/2018). Dedi yang merupakan
cawagub tampil lebih dominan dibandingkan Deddy Mizwar (Demiz) sebagai
cagub.

Pengamat Politik Unpad Firman Manan menyatakan penampilan Demiz- Dedi
tak berbeda jauh dengan pasangan Ridwan Kamil-Uu, yang tampil bagus pada
debat Pilgub Jabar tadi malam. Hanya saja, kata dia, ada momen yang
dinilai bisa menjadi persoalan bagi paslon nomor urut 4 terseut.

"Catatan buat demiz ada satu gimik yang menurut saya bisa
kontraproduktif soal perkataan 'saya tidak bisa jawab tidak semua hal
bisa saya jawab'. Secara manusiawi memang bagus karena tidak semua hal
bisa kita jawab, tapi dalam panggung debat publik seharusnya tidak
begitu, seharusnya dia menunjukan kepada publik kompeten. Kalau jawab
seperti itu bisa jadi problem," kata dia dihubungi lewat telepon, Selasa
(13/3/2018).

Firman juga menilai Dedi Mulyadi lebih mendominasi Pilgub Jabar
dibandingkan Deddy. Bupati Purwakarta itu lebih sering muncul untuk
menjawab pertanyaan yang disampaikan mooderator dan paslon lainnya.

"Seharusnya yang leading cagub (Demiz), tapi yang lebih muncul Demul
(cawagub). Ini persoalan leadership karena Demul punya potensi, ini bisa
jadi problem juga," tutur dia.

Sementara itu Pengamat Politik Unpar Asep Warlan menilai baik Demiz
maupun Dedi mampu tampil cukup baik. Keduanya mampu memperlihatkan
komitmennya untuk membawa perubahan.

"Posisi dia incumbent tapi dia ingin mengoreksi. Kalau saya jadi
gubernur saya akan lakukan ini. Kalau saya jadi gubernur saya bisa
melakukan banyak hal. Memang tidak secara lugas disampaikan tapi dia
mencari peluang bahwa pemikiran itu bisa dituangkan," tandasnya.

Baik Firman maupun Asep keduanya sepakat bahwa pasangan Ridwan Kamil-Uu
Ruzhanul Ulum paling unggul dalam debat Pilgub Jabar.
#deddydedi4jabar #deddymizwar #dedimulyadi#DM4Jabar #JabarSajajar