expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 24 Maret 2019

H.DEDI MULYADI PEMBELA KAUM LEMAH


Tulisan ini memang terlalu subyektif, namun faktanya memang demikian sampai hari ini tidak ada tokoh nasional yang kebaikannya bisa menyaingi KDM, dalam berbuat kebaikan KDM selalu terdepan tidak peduli orang berkata itu pencitraan, "Anjing menggong gong Kafilah tetap berlalu" pokoknya kebaikan KDM nyata dan terasa bagi orang orang yang pernah dibantunya.
Bagaimana tidak selama menjabat Bupati Purwakarta selama 2 periode gajinya yang kurang lebihnya 50 jt. sebulan, lebih banyak diberikan kepada orang orang yang memohon bantuan, selain kepada anak anak angkatnya atau keluarga keluarga tidak mampu yang ditanggung biaya hidupnya oleh KDM.
Hanya sekedar mengingatkan KDM pernah mengeluarkan koceknya sampai 500 jt untuk biaya operasi bayi kembar siam asal Sumedang, KDM pernah mengeluarkan Bapak pencari cacing di Cianjur dari penjara, KDM pernah membantu kesulitan yang menimpa ibu Rokayah di Garut, KDM pernah membantu anak rapuh tulang di Bandung, menyelamatkan dan memulangkan para TKW yang sakit atau terlunta lunta di negeri orang, KDM juga yang menanggung biaya hidup ibu yang suaminya menjadi korban persekusi di Bekasi. Itu hanya sedikit kebaikan KDM yang saya tulis, sisanya silahkan cari sendiri di media.
Yang lebih dramatis bahkan ada orang orang pingsan setelah menerima kebaikan dari KDM, seingat saya ada 3 orang yang pingsan setelah menerima kebaikan dari KDM.
1. Seorang ibu pingsan di Karawang setelah menerima bantuan sebesar 20 jt dari KDM.
2. Pak Kasman seorang buruh tani asal Kabupaten Bekasi juga semaput setelah menerima bantuan dari KDM.
3. Tukang tahu keliling disaat KDM memberikan ceramah/dakwah juga pingsan setelah menerima kebaikan dari KDM.

Ada juga kebaikan KDM yang sampai dibawa mati, yaitu seorang marbot di Banjar dan seorang nenek di Purwakarta keduanya tidak lama meninggal setelah menerima kebaikan dari KDM.
Belum lagi orang orang termasuk guru yang pernah di berangkatkan naik haji atau umroh. Kebaikan KDM itu mengalir kepada siapa saja dan tidak pilih kasih, jadi tidaklah berlebihan kalau kita sebut H. DEDI MULYADI PEMBELA KAUM LEMAH . -DKS

Selasa, 19 Maret 2019

DEDI MULYADI SOSOK YANG SELALU BERSINAR

Kekalahan di Pilgub Jabar 2018 tidak menjadikannya prustasi, bahkan boleh dibilang untuk saat ini dirinya semakin bersinar, kedudukan sebagai Ketua Tim Pemenangan Pasangan No.1 Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Barat pada Pilpres 2019, telah menjadikannya selalu menjadi perhatiaan public dan wartawatan. Misi KDM jelas yaitu untuk mempersembahkan kemenangan untuk Pak Jokowi di  Jawa Barat. Bahkan untuk tugas ini KDM memegang komando tertinggi kepada seluruh Kepala daerah di Jawa Barat yang mendukung pasangan nomer 1 pada Pilpres 2019 ini.

Bukan KDM kalau tanpa sensasi  dan kontroversi dalam mengkampanyekan Pak Jokowi, seperti pernyataannya yang berani menyerang lawan lawan politik Pak Jokowi, keberanian dan kecerdasan KDM ternyata mampu meyakinkan masyarakat Jawa Barat untuk memilih Pasangan nomor 1 pada Pilpres 2019 nanti, Hal ini terbukti dari terus meningkatnya elektabilitas Pasangan No. 1 di Jawa Barat.


Sekali lagi KDM memang sosok yang selalu bersinar, dimana bumi dipijaknya selalu gonjang ganjing, riuh rendah oleh tawa dan kegembiraan, KDM sosok yang merakyat dan tanpa batas dengan siapa saja selalu dapat meraih simpati dan dukungan termasuk dalam mengkampanyekan Pasangan No. 1 Jokowi-Ma’ruf Amin. -DKS

Jumat, 08 Februari 2019

H.AGUS DERMAWAN SOSOK CALEG GOLKAR YANG TIDAK MENGENAL KATA PENSIUN

H. Agus Dermawan politisi Partai Golkar yang maju dari dapil 1 Purwakarta, Namanya memang untuk masyarakat Kecamatan Purwakarta sudah di kenal cukup akrab, karena memang pernah menjabat sebagai Camat di Kecamatan Purwakarta.
Selesai pensiun sebagai birokrat tidak membuatnya fakum, malah semakin aktip diberbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, bahkan menjelang Pilbup Purwakarta 2018 Agus Dermawan sempat menjadi salah satu kandidat, meski akhirnya lebih memilih sebagai politisi di Partai Golkar yang pada Pileg 2019 ini di beri mandat oleh DPD Partai Golkar Purwakarta untuk maju sebagai Caleg Partai Golkar dari Dapil 1 Purwakarta.
Pengalamannya di Birokrasi memang diharapkan ilmu yang dimilikinya akan menjadi mitra dan penyeimbang Kebijakan kebijakan yang di buat bersama Pemkab Purwakarta.
H. Agus Dermawan memang sosok Caleg yang sederhana, ramah dan memiliki karir yang baik juga bersih sewaktu menjadi ASN di Pemkab Purwakarta.
H.AGUS DERMAWAN Memiliki visi misi yang jelas dalam mengemban amanah masyarakat Kecamatan Purwakarta.

Bagi masyarakat Kecamatan Purwakarta tentunya satu keuntungan jika memilih H. Agus Dermawan No.2 Partai Golkar karena masyarakat Kecamatan Purwakarta memiliki wakilnya di parlemen orang yang benar benar mengetahui permasalahan di daerahnya dan mengenal betul wilayahnya. -DKS

TRI RACHINDASARI, S.IP NO.4 PARTAI GOLKAR PILIHAN TERBAIK BAGI MASYARAKAT KARAWANG DAN PURWAKARTA

Kota Bandung memang banyak melahirkan sosok wanita pejuang yang memiliki idealisme dan semangat pantang menyerah, sebut saja Rd. Dewi Sartika, ibu Inggit Garnesih yang kedua tokoh tersebut tercatat dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, saat ini kita ketahui ada politisi senior Golkar ibu Popong Otje Djundjunan, seorang politisi Indonesia yang masih tetap eksis meski usianya telah lanjut, Bagi masyarakat Karawang dan Purwakartapun memiliki kartini kartini baru di zaman milenial ini, seperti yang kita tahu Karawang dan Purwakarta masing masing di pimpin seorang Kepala Daerah wanita.
Begitupun dengan TRI RACHINDASARI, S.IP salah satu Srikandi Partai Golkar yang maju dalam Pileg 2019 ini dari Dapil 10 (Karawang & Purwakarta) untuk Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat.
DPD Partai Golkar Jawa Barat memberi mandat kepada TRI RACHINDASRI, S.IP menjadi Caleg DPRD Jawa Barat Dapil 10 Jawa Barat, bukan sekedar untuk memenuhi syarat 30 % keterwakilan wanita, namun lebih dari itu bahwa TRI RACHINDASARI, S.IP memiliki kwalitas mumpuni sebagai kader Golkar maupun sebagai seorang Caleg.
TRI RACHINDASARI, S.IP Telah malang melintang sejak di bangku kuliah di organisasi kemahasiswaan, kemudian di organisasi sosial kemasyarakan sebelum akhirnya berlabuh di dunia politik, yang tercantum di bawah ini hanya sebagian kecil saja yang dapat di tulisnya :
-Pengurus AMPI provisi Jawa Barat.
-Pengurus Kosgoro Provinsi Jawa Barat.
-Pengurus KNPI Provinsi Jawa Barat.
-Pengurus DPD Golkar Jawa Barat sampai saat ini.

Bahkan Pernah menjadi Pengurus PSSI Provinsi Jawa Barat, secara penilaian awam saja kalau bukan sosok wanita tangguh tidak akan menjadi pengurus Sepak Bola yang identik sebagai olah raganya kaum lelaki.
TRI RACHINDASARI, S.IP juga pernah mengemban tugas kemanusiaan dengan menjadi Pengurus PMI (Palang Merah Indonesia) Provinsi Jawa Barat.
Memiliki Visi : Golkar berjuang bersama masyarakat Karawang dan Purwakarta untuk meraih kesejahteraan dan membawa Misi : membawa masyarakat Karawang dan Purwakarta cukup sandang, pangan dan papan, terjamin pendidikannya, kesehatannya dan mendorong terciptanya lapangan pekerjaan di daerah Karawang dan Purwakarta yang saat ini telah berubah menjadi daerah industri.
Pengalamannya dalam berorganisasi sosial kemasyarakatan, pengalamannya sebagai politisi Partai Golkar dan pengalamannya sebagai tenaga pengajar akan semakin memberi keyakinan bahwa TRI RACHINDASARI, S.IP No.4 dari Partai Golkar paling layak untuk dipilih sebagai Anggota DPRD Jawa Barat oleh masyarakat Karawang dan Purwakarta.
TRI RACHINDASARI, S.IP siap melayani masyarakat Karawang dan Purwakarta dengan hati, TRI RACHINDASARI, S.IP siap menjadi bempernya bagi urang Karawang-Purwakarta. -DKS

Selasa, 18 Desember 2018

KARYA NYATA BUPATI DEDI MULYADI DI AKHIR PENGABDIAN "TAJUG GEDE CILODONG"


Tentu kita ingat awal pendirian atau pelatakan batu pertama pembangunan Masjid ini KDM di dadampingi Cawapres KH. Maruf Amin pada 12 Mei 2017

"Pembangunan masjid ini salah satu upaya meningkatkan kehidupan religius dan masuk dalam penataan kota. Kawasan tersebut awalnya banyak deretan warung remang-remang yang dipakai mangkal PSK di sepanjang Jalan Raya Bungursari Purwakarta" - Dedi Mulyadi

Ya inilah KDM yang berani merubah bekas tempat lokalisasi kemudian di jadikan Masjid komplit dengan sarana taman dan bermain. Dengan idenya KDM juga bahwa Masjid itu harus berarsitektur perpaduan modern dan rumah adat Sunda. Kini Masjid itu sudah kokoh dengan megahnya berdiri di atas lahan seluas 10 hektar.dengan nama TAJUG GEDE CILODONG.
J
adi rasanya tidaklah berlebihan jika kita menyebutnya sebagai karya nyata KDM di akhir pengabdiannya. (DKS)

Senin, 15 Oktober 2018

MENAKAR PELUANG DEDI MULYADI LOLOS KE SENAYAN


Ditempatkan di nomor urut 1 oleh Partai Golkar untuk bersaing di Pileg 2019 di dapil Jabar 7 yang meliputi daerah pemilihan Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta. Dapil Jawa Barat 7 ini memperebutkan 10 Kursi, pada Pileg 2014 Golkar dengan PDIP sama sama meraih 2 kursi yaitu
1. DR. H. ADE KOMARUDIN, M.H. 
2. Drs. H. DADANG S MUCHTAR

Pada Pileg 2014 analisa pemilihnya Akom di pilih orang Purwakarta dan H.Dadang Muchtar oleh orang Karawang. Pada Pileg 2019 Akom tidak mencalonkan diri. Maka saya yakin mayoritas pemilih di Purwakarta pada Pileg 2019 nanti serta merta dengan penuh fanatisme akan menjatuhkan pilihan kepada KDM,
Namun perjuangan KDM menuju Senayan masih panjang dan berliku, selain dari internal Partai Golkar yang kalau kita lihat ada seperti Puteri Komarudin putrinya Pak Akom nomor urut 2, Dadang S. Muhtar mantan Bupati Karawang (Petahana) No.3 dan Tuti Nurcholifah Yasin yang saudarinya Bupati Bekasi No.4
Selain dari para politisi di internal Partai Golkar dan politis dari partai peserta Pileg 2019 ada juga dari kalangan selebriti yang akan menjadi pesaing KDM pada Pileg 2018 nanti. Yaitu :
Derry Drajat, Jabar 7, nomor 5, Gerindra 
Rieke Diah Pitaloka, Jabar 7, nomor 1, PDIP (petahana)
Della Puspita, Jabar 7, nomor 5, Nasdem

Seberat apapun perjalanan KDM menuju Senayan, kita semua para pecinta KDM dan para pemilih yang berada di Dapil Jawa Barat 7 khususnya pemilih di Kabupaten Purwakarta, meyakini bahwa KDM merupakan pilihan terbaik untuk kita semua, karena prestasinya sudah terbukti selama menjabat Bupati Purwakarta selama Dua periode. (DKS)