expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 07 Januari 2018

(FULL) PIDATO BUDAYA DEDI MULYADI MENGAYUH TANAH SUNDA DENGAN CINTA



Ini seperti pemaparan awal visi misi KDM dalam membangun Jawa Barat, pemikiran, konsep maupun gagasan KDM yang mengalir original untuk membawa perubahan yang lebih baik untuk Jawa Barat.

#2dm4jabar

Jumat, 05 Januari 2018

KESAMAAN IDELOGI ANTARA DEDDY MIZWAR & DEDI MULYADI


Mereka berdua sama sama memiliki ideolgi kerakyatan, yang mana kepentingan rakyat telah mereka tempatkan diatas kepentingan segalanya. Tulisan ini dibuat, tadinya ingin melihat bagaimana cuittan KDM di akun twitter tentang Pilgub Jabar, mengingat beliau sudah resmi di usung Partai Golkar sebagai Cawagub berpasangan dengan H.Deddy Mizwar Cagubnya.

Seperti biasa tidak ada yang berubah pada diri KDM, Apapun yang menimpa pada dirinya mau senang mau susah disikapi datar saja,,bagi KDM urusan politik merupakan urusan pribadinya dirinya bukan untuk konsumsi publik maupun rakyatnya. .Akun media sosial KDM isinya hanyalah seputaran informasi program, kegiatan kemasyrakannya atau menampung pengaduan masyrakat.

ketika berlanjut melihat akun Pak Haji Deddy Mizwar, ada sepenggal kalimat sebagai pepatah dirinya
"KEKUASAAN HANYALAH SARANA UNTUK MEMPERLUAS LAHAN AMAL KITA"
Membaca ini saya jadi menyadari bahwa Tuhan telah menyatukan keduanya, karena pada dasarnya keduanya memiliki kesama visi maupun ideologi, keduanya memiliki pandangan yang sama tentang kekuasaan itu, selama ini kita sudah begitu sering melihat kedermawan seorang KDM.
MEMBERI ADALAH KEBAHAGIAAN inilah kalimat yang sering diucapkan KDM, hanya beda penulisan saja, namun esensinya sama, bahwa kekuasaan yang dimiliki bukanlah untuk memperkaya diri sendiri, namun untuk memberikan manfaat dengan membuat kebijakan kebijakan yang prp rakyat dan beramal berbagi kepada sesama secara pribadi.(DKS)
#2d4jabar

SELAMAT UNTUK H.DEDDY MIZWAR-H.DEDI MULYADI YANG TELAH RESMI DIUSUNG PARTAI GOLKAR SEBAGAI CAGUB DAN CAWAGUB PARTAI GOLKAR DI PILGUB JABAR 2018


Hari ini Jum'at 5 Januari 2018 tadi sore jam 5, partai Golkar telah memberikan surat rekomendasi kepada pasangan Deddy Mizwar/Dedi Mulyadi sebagai Cagub/Cawagub dari Partai Golkar di Pilgub Jabar 2018. Ini merupakan awal dari perjuangan kita semua untuk mengatarkan pasangan ini sebagai pemenang di Pilgub Jabar 2018 nanti.
Kita menghargai keputusan Partai Golkar yang menempatkan KDM sebagai Cawagub, kita semua meyakini bahwa keputusan ini hasil dari berbagai pertimbangan dan tentunya kebesaran jiwa seorang Dedi Mulyadi yang tidak mempermasalahkan posisinya, baginya yang terpenting dapat mengabdikan dirinya untuk Jawa Barat.
Bagi seluruh kader Golkar Jawa Barat, relawan dan seluruh masyarakat Jawa Barat yang mencintai KDM, ini merupakan satu realita politik dari perjalanan KDM menuju Jabar1, Kita semua telah menjadi saksi perjalanan KDM begitu sulit, terjal dan berliku untuk dapat berlaga di Pilgub Jabar 2018 dan ini merupakan jalan terbaik yang diberikan Allah SWT.
Mulai saat ini mari kita satukan visi untuk tetap mendukung KDM meskipun beliau saat ini menjadi wakilnya Pak Haji Deddy Mizwar.bagi kita hal ini jangan sampai mengendorkan semangat kita untuk terus berjuang sama sama untuk pasangan Deddy Mizwar/Dedi Mulyadi, semoga Allah SWT. memberikan jalan kemudahan dan kekuatan untuk kita semua, Amin YRA...(DKS)
#dedimulyadi7abar1

Rabu, 03 Januari 2018

(FULL) WAYANG GOLEK DADAN SUNANDAR



Bagi orang Sunda ada istilah "PAKAULAN" yang merupakan satu ekspresi rasa syukur atas satu keinganan yang tercapai, begitu juga KDM yang keinginannya berlaga di Pilgub Jabar 2018 atas izin Allah SWT telah tercapai dengan menerimanya beliau Surat Rekomendasi dari DPP Partai Golkar sebagai Cagub yang di calonkan Partai Golkar dalam Pilgub Jabar 2018 nanti.

Atas kebahagian yang telah diraih ini KDM mengelar pentas wayang golek di rumah keluarga besarnya di kampung Sukadana Subang pada tanggal 2 Januari 2018. dengan Ki Dalang Dadan Sunandar Sunarya dan Yudistira MH (yang merupakan putra ke 2 KDM yang berprofesi sebagai Dalang)
#dedimulyadi7abar1

Selasa, 02 Januari 2018

FAKTA PILGUB JABAR, CAWAGUB BERAWALAN NAMA “DE” SELALU MEMBAWA KEBERUNTUNGAN



Mari kita melihat tentang fakta yang berkembang sejak awal Pilgub Jabar di pilih langsung yaitu sejak Pilgub Jabar tahun 2008. Salah satu fakta yang sangat menarik yaitu Cawagub yang namanya berawalan DE selalu membawa keberuntungan.

Pemilihan Umum Gubernur Jawa Barat 2008 Terdapat tiga pasangan calon yang berkompetisi dalam pemilihan ini, yaitu Danny Setiawan dan Iwan Sulandjana (DA'I) yang diusung oleh Partai Golkar, dan Partai Demokrat; Agum Gumelar dan Nu'man Abdul Hakim (AMAN) yang diusung oleh PDI-P, PPP , PKB, PKPB, PBB, PBR dan PDS; dan terakhir Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (HADE) yang diusung oleh PKS dan PAN.
Pemilihan ini dilaksanakan pada 13 April 2008 dan dimenangkan oleh pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf dengan perolehan suara 40,50%, disusul pasangan Agum Gumelar dan Nu'man Abdul Hakim dengan perolehan suara 34,55%, dan terakhir pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulandjana dengan perolehan suara 24,95%..

Danny–Iwan Golkar dan Demokrat 4.490.901 24,95 %
Agum–Nu'man PDI-P, PPP , PKB, PKPB, PBB, PBR dan PDS
6.217.557 34,55 %
Heryawan–Dede PKS dan PAN 7.287.647 40,50 %
Jumlah suara yang masuk sebanyak 18.802.665 dari 26 kabupaten kota. Suara yang sah 17.996.105 dan yang tidak sah 806.560.

Ketika itu Pak Agung Gumelar dianggap paling berpeluang memenangkan, mengingat kepopulerannya sebagai tokoh nasional dan banyaknya Partai pendukung termasuk partai besar seperti PDIP.
Namun fakta pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf sebagai pemenang, Cawagub Dede Yusuf =DE.

Pemilihan umum Gubernur Jawa Barat 2013
dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2013 untuk memilih Gubernur Jawa Barat periode 2013–2018. Terdapat lima pasang kandidat yang bersaing dalam pemilihan umum ini, yaitu Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura); Dede Yusuf dan Lex Laksamana yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB); Dikdik Mulyana Arief Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib yang berlaga secara independen; Irianto MS Syafiuddin dan Tatang Farhanul dari Partai Golkar; dan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Pemilihan digelar pada tanggal 24 Februari 2013 dan dimenangkan oleh pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, dengan perolehan suara lebih dari 30%.

Dikdik–Cecep Independen 359.233 1,79 %
Yance–Tatang Golkar 2.448.358 12,17 %
Dede–Lex Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Gerindra
5.077.522 25,24 %
Aher–Deddy PKS, PPP, PKB dan Hanura 6.515.313 32,39%
Rieke–Teten PDIP 5.714.997 28,41 %
Tidak sah/golput 598.356
Total 20.713.779 100 %
Pemilih terdaftar 32.646.000

Meskipun kita menyayangkan ada lebih 12 Juta rakyat Jawa Barat yang tidak memberikan Hak pilihnya,
Namun Fakta nya tetap sama seperti di Pilgub 2008, Nama Cawagub berawalan huruf DE selalu membawa keberuntungan.

Seperti yang kita tahu, Pada Pilgub Jabar 2013 ini Pak Aher pecah kongsi dengan Kang Dede.Namun tetap keluar sebagai pemenangnya. Mungkin kemenangan Pak Aher ini tidak terlepas dari Cawagubnya yang membawa keberuntungan yaitu Dedi Mizwar. Yang memiliki awalan nama “DE”

Tinggal kita menunggu saja apakah Fakta ini akan terulang di Pilgub Jabar 2018 nanti? “Wallahu A'lam”
Namun jika kita analisa berdasar fakta dari dua kali Pilgub Jabar, beruntunglah pasangan calon yang memiliki Cawagubnya yang berawalan “DE” silahkan anda tebak kira kira siapa itu? (DKS)
#dedimulyadi7abar1

Senin, 01 Januari 2018

BUPATI PURWAKARTA MENCIUM TANGAN SEORANG PETUGAS KEBERSIHAN

Bupati Purwakarta H.Dedi Mulyadi mencium tangan seorang Petugas Kebersihan, sungguh luar biasa bagaimana seorang Kepala Daerah dapat merendahkan dirinya sebagai ungkapan rasa terima kasihnya kepada dedikasi para petugas kebersihan, Peristiwa ini terjadi ketika Pemkab Purwakarta melangsungkan Tradisi unik di setiap malam pergantian tahun, yaitu Tradisi Tukar Nasib antara Petugas Kebersihan dengan Para Pegawai Pemkab Purwakarta. 

"Orang yang selalu melayani orang lain lebih mulia dari pada melayani dirinya.sendiri"
#dedimulyadi7abar1

POLA PIKIR KANG DEDI MULYADI (KDM) SANGAT MODERAT BAHKAN REVOLUSIONER







Seiring dengan santernya pemberitaan koalisi antara Partai Golkar dengan Partai Demokrat dalam Pilgub Jabar 2018 dengan mengusung H.DEDI MULYADI berpasangan dengan H.DEDDY MIZWAR yang mana koalisi ini menamakan diri dengan koalisi SAJAJAR, artinya disebut Sajajar kedua kandidat ini memiliki kesetaraan yang sama, terlepas siapa yang menjadi Cagub dan Cawagubnya nanti ketika pendaftaran ke KPUD Jawa Barat pada tanggal 9 Januari 2018 nanti. (Semoga saja mereka berdua juga mendaftarkannya pada jam 9 pagi). Koalisi ini mungkin di bangun tidak hanya faktor kesetaraan namun mungkin juga karena faktor kedekatan, mengingat kantor DPP Partai Golkar Jawa Barat dengan kantor DPP Partai Demokrat letaknya hampir bersebelahan tinggal menyeberang jalan saja yaitu sama sama berlokasi di Jl.Maskumambang Bandung.

Begitu menggemanya pasangan ini sehingga mengudang reaksi beberapa pengamat yang berpendapat, bahwa antara KDM dan H.Demiz dianggap pasangan yang kotradiktif dari segi pemikirannya dan dianggap hal ini kurang baik, para pengamat itu menilia pola pikir H.Demiz dianggap moderat/modern dan KDM dianggap konservatif/kolot/tradisional/buhun. Tentu kita para pencinta KDM menolak tuduhan para pengamat yang menyebutkan bahwa KDM memiliki pola pikir seperti yang mereka duga.

KDM memang konservatif/kolot/ buhun ya itu hanya kadang kadang dari segi penampilannya saja, KDM memakai iket,baju dan celana pangsi komprang, kadang kadang juga berjalan tanpa alas kaki, kalau bicara menundukan muka dengan bahasa Sunda yang halus, lemah lembut, hal ini bagi seorang KDM hanya untuk mempresentasikan dirinya sebagai orang Sunda, bahkan ketika beliau berpidato di PBB di bulan Agustus tahun 2015 pun masih dengan penampilan seperti ini tidak diganti dengan memakai Jas dan berdasi.

Seperti yang kita tahu semua, bahwa faktanya pemikiran seorang KDM sangatlah moderat tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai orang Sunda. Lihat saja contohnya semua pelayanan yang ada di Purwakarta berbasis IT semua, Tempat Parawisata milik Pemkab seperti Air Mancur Taman Sri Baduga, yang mampu mendatangkan 50.000 wisatawan setiap minggunya, membangun ini juga perlu keberanian, kalau bukan hasil pemikiran yang moderat dan revolusiner mana bisa. Kemudian Museum Museum Diorama (Wayang, Panyawangan, Bale Indung) semuanya memakai teknologi yang belum ada di kota kota lainnya di Indonesia.
Pemikiran revolusiner lainnya, lihat saja bagaimana beliau dalam mengatur APBD Purwakarta yang jauh dari sekedar cukup, namun lewat gagasan gagasan pemikiran KDM mampu membawa pembangun di Purwakarta menjadi sangat luar biasa.

Dari segi pendidikan, di Purwakarta Pola Pendidikan berkarakter yang merupakan gagasan KDM kita anggap itu satu pemikiran yang sangat revolusioner, karena berani melawan arus dengan pola pendidikan nasional.
Dari segi perencanaan Pembangunan KDM juga memiliki keberanian untuk tidak mengacu dari Blueprin Bapenas, hal ini juga harus kita anggap pemikiran Revolusiner, ATM beras perelek saja ternyata di Purwakarta jauh lebih dulu sebelum ada di kota Bandung yang baru disosialisakan beberapa hari kemarin, semua catatan diatas menunjukan bahwa pola pikir KDM sangat modern dan Revolusiner.(DKS)
#dedimulyadi7abar1