expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Senin, 12 Maret 2018

CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI MENINJAU PEMBANGUNAN MASJID RAYA CILOD...



KEGIATAN KAMPANYE CAWAGUB JABAR NOMOR 4 H.DEDI MULYADI, SENIN 12 MARET
2018

DEDI MULYADI TINJAU MASJID ARSITEKTUR SUNDA HASIL GAGASANNYA

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah masjid besar dengan arsitektur Sunda
atau disebut Tajug Gede telah berdiri megah di bekas tempat lokalisasi
Cilodong, Kabupaten Purwakarta. Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
menyempatkan diri melihat langsung lokasi masjid tersebut bertepatan
dengan berakhirnya masa jabatan di luar pengunduran dirinya sebulan lalu
pada Senin (12/3/2018). Dedi mengaku arsitektur masjid yang namanya
kini berubah menjadi Tajug Gede Cilodong ini merupakan ide dirinya. Ia
mengaku bukan sebagai arsitek tetapi mengetahui tentang arsitektur
Sunda. "Masjid ini pembangunan saya yang terakhir. Kemarin belum sempat
lihat, jadi hari ini ke sini dulu untuk melihat," kata Dedi di lokasi
masjid, Senin pagi. Masjid yang berdiri di atas lahan seluas sembilan
hektar tersebut memiliki tiga atap. Ini melambangkan tiga rukun yang
harus dilaksanakan oleh umat Islam, yakni rukun Islam, rukun Iman dan
Ihsan.

Selain itu, Tajug Gede Cilodong juga memiliki 4 pilar yang melambangkan
empat pemimpin mazhab yang masyhur dalam Islam. Yakni Mazhab Imam Abu
Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Muhammad bin Idris atau Imam Syafi'i
dan Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal. Keempat aliran ini merupakan mazhab
utama yang dianut oleh para ahlus sunnah wal jama'ah atau sunni. Di
Indonesia, para pengamal akidah ini berkumpul dalam organisasi Nahdlatul
Ulama atau NU. Di dalam masjid, para jemaah akan dimanjakan dengan
pilar-pilar yang dilapisi ukiran khas Sunda. Jendela yang besar juga
merupakan kekhasan dari arsitektur Sunda yang diterapkan di masjid
dengan kapasitas 1.200 jemaah itu.

Desainnya arsitektur Sunda, nama mesjidnya juga menggunakan nama Sunda,
Tajug Gede Cilodong. Ini bisa menjadi wisata religi untuk masyarakat,"
jelas Dedi. Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman
Purwakarta, Aep Durrohman mengatakan, kontraktor pembangunan Masjid Raya
Cilodong sudah melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai kontrak. Nilai
kontraknya sebesar Rp 38 miliar, tapi kontraktor sampai saat ini baru
mencairkan anggaran sebesar 75 persen dari nilai kontrak tersebut.
"Kalau merujuk pada kontrak kita bersama pihak ketiga, masjid itu sudah
100 persen selesai. Bahkan, pihak ketiga baru mencairkan 75 persen saja
dari nilai kontrak," jelas Aep.

Kepala Bidang Tata Bangunan Distarkim, Dian Andriansyah mengatakan,
pihaknya masih membutuhkan dana Rp 5 miliar untuk penyelesaian fisik
masjid dan pembangunan taman. Pihaknya sudah menganggarkan dana Rp 1
miliar pada tahun 2018. "Nantinya, selain berfungsi sebagai tempat
ibadah, halaman masjid tersebut yang dihiasi taman dapat berfungsi
sebagai rest area," kata Dian.
#deddydedi4jabar

Minggu, 11 Maret 2018

SEMOGA PASANGAN NOMOR 4 DEDDYDEDI DAPAT MEMENANGI DEBAT PERTAMA PILGUB JABAR 2018



Mari kita do'akan semoga pasangan pilhan kita nomor 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dapat memenangi debat pertama Pilgub Jabar 2018, nanti malam (12032018) jam 19.30 WIB. di Gor Sabuga ITB Jalan Taman Sari No. 73, Lebak Siliwangi, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132.

Arti memenangi disini artinya pasangan Deddy- Dedi dapat memaparkan visi misi yang dapat diterima oleh masyarakat Jawa Barat, rasional dan masuk akal, kita meyakini visi misi pasangan Deddy-Dedi bukan sekedar janji janji politik untuk mencari simpati, namun memang benar benar satu program kerja yang sistemtis, terencana sesuai dengan realita keadaan Jawa Barat yang sebenarnya.

Kita juga meyakini kedudukan H.Deddy Mizwar sebagai wakil gubernur Jawa Barat 2013-2018 telah mengetahui benar semua permasalahan, kebijakan apa yang harus dipertahankan, kebijakan apa yang harus dibuat, semuanya oleh pasangan Deddy-Dedi akan disampaikan dengan fakta fakta yang akurat berdasarkan data data yang ada.

Sementara Kang Dedi Mulyadi selain memiliki berbagai prestasi dalam membangun Purwakarta semala beliau menjabat Bupati Purwakarta selama Dua periode, dimana pemikiran dan gagasan sering dijadikan referensi lembaga lembaga pemerintahan baik sipil maupun militer juga oleh kalangan kampus maupun akademisi.

Kang Dedi Mulyadi seperti yang kita ketahui beliau seorang orator, kepandaiannya mengolah kata kata dan beragumentasi akan semakin memberi nuansa bahwa dalam debat Pilgub Jabar 2018 nanti malam, kita harapkan Pasangan Deddy-Dedi akan kompak dan menjadi bintang diantara kandidat kandidat yang lainnya.. (DKS)
#deddydedi4jabar

Sabtu, 10 Maret 2018

CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI BERSAMA WARGA SAMUDRAJAYA,TARUMJAYA, B...

KEGIATAN KAMPANYE CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI, JUM'AT 10 MARET 2018 

DEDI MULYADI JANJIKAN KIOS GRATIS UNTUK PEDAGANG PASAR DI JAWA BARAT 
Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Dedi Mulyadi menunjukkan komitmennya terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Dia mengatakan harus ada strukturisasi antara pasar desa, pasar kecamatan dan pasar kabupaten.
"Ini bukan soal pasar kagetnya. Tetapi setiap daerah harus memiliki pasar. Jadi, pasar itu harus terstruktur dengan baik. Nantinya, harus dibuat pasar desa, pasar kecamatan dan pasar kabupaten," kata Dedi saat mengunjungi salah satu pasar kaget di Kabupaten Bekasi. Tepatnya, di Desa Setiasih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Sabtu (10/3).

Masalah klasik yang kerap terjadi di pasar-pasar tradisional menurut Dedi Mulyadi adalah minimnya revitalisasi oleh pemerintah. Karena itu, pria yang berhasil melakukan penataan Pasar Ki Sunda Purwakarta itu menekankan sisi penting revitalisasi tersebut.

"Solusinya harus ada revitalisasi. Kios-kiosnya harus dibangun oleh pemerintah, polanya dengan cara kerja bersama antara pemprov dan pemda. Kemudian, para pedagang mendapatkan kiosnya dengan cara gratis," tegasnya.

Pembagian kios gratis untuk para pedagang ini bukan tanpa alasan. Para pedagang membayar sewa kios dari hasil usaha berdagang. Mereka membebankannya kepada konsumen melalui harga komoditas barang yang mereka jual.

Karena itu, Dedi Mulyadi berkeyakinan, program kios gratis tersebut dapat menekan harga komoditas sehingga menjadi murah saat dibeli oleh konsumen.

"Implikasi lanjutannya adalah harga barang yang diterima konsumen menjadi lebih murah karena kiosnya gratis, tidak ada biaya sewa," ujarnya.

Selain itu, Pasar desa menjadi perhatian tersendiri bagi cawagub yang berpasangan dengan cagub Deddy Mizwar tersebut. Keberadaan pasar desa menurut dia, dapat memperkuat aspek ekonomi masyarakat pedesaan.
#deddydedi4jabar

CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI MENIKMATI IKAN BAKAR CIANJUR CAB. THI ...





Dijalur Cianjur- Puncak rumah makan Ikan Bakan Bakar Cianjur ini ada Dua lokasi, rumah makan ini memang tidak tergerus oleh efek adanya tol Purbaleunyi, dimana kendaraan kendaraan pribadi maupun umum dari Bandung menuju Jakarta dulu sebelum ada tol lewat Cianjur, Puncak atau lewat Purwakarta.Keadaannya saat ini memang sepi, seperti yang saat ini kita lihat banyak sekali restoran restosan yang tutup, yang tersisa hanya gedung gedung tua, baik itu restoran restosan tempat bus bus Bandung Jakarta istirirahat, maupun restoran elite sampai yang biasa biasa. Hal serupa juga kita lihat dari jalur mulai Purwakarta sampai Cikalong wetan. 

Efek Tol juga saat ini terasa dari mulai Cikampek sampai Pamanukan, warem warem yang berjajar yang biasa mangkal sopir sopir truck besar ke arah timur dan sebaliknya yang biasanya hentakan musik dangdutnya terdengar sampai ke jalan raya, begitu juga dengan restorannya nampak terlihat sepi efek dibukanya tol CIPALi.
SEJARAH IKAN BAKAR CIANJUR
Berawal dari kota Cianjur - Jawa Barat pada tahun 1989, Ikan Bakar Cianjur alias IBC, memperkenalkan khas Sunda kepada masyarakat Indonesia untuk pertama kalinya. Bermodalkan keahlian dibidang masakan tradisional Indonesia, IBC terus melakukan inovasi untuk mengembangkan cabang-cabangnya yang kini telah merambah hingga 19 cabang yang tersebar dari Jakarta hingga Bali.
Disaat restoran waralaba dari negara-negara asing menjadi gaya hidup, IBC menawarkan masakan Indonesia dengan olahan bahan dan rempah alami khas tanah air untuk memperkenalkan kekayaan budaya negeri kita. Kini, untuk memastikan Anda tidak mampir ke restoran yang salah, IBC Group telah mematenkan logo baru dengan warna dasar kuning, dengan penambahan kata IBC dibawah logo yang lama.
“Jadilah Tamu Kami”, dan nikmati kelezatan menu-menu spesial di tempat kami.
Ikan Bakar Cianjur telah diberi penghargaan “GEMARIKAN” (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) oleh Departemen Kelautan dan Perikanan di bulan Oktober 2009 yang lalu. (DKS)
#deddydedi4jabar

Jumat, 09 Maret 2018

CAWAGUB JABAR NOMOR 4 H.DEDI MULYADI, AKUI MEMPUNYAI SATU LAWAN TERBERAT DI PILKADA JABAR

Jauh beberapa tahun kebelakang sebelum hingar bingar suasana Pilgub Jabar, nama Dedi Mulyadi telah melekat di hati masyarakat Jawa Barat, secara kebetulan juga banyak peristiwa yang menimpa Kang Dedi Mulyadi, malah semakin mendongkrak popularitasnya.

Ada peristiwa yang membuat kita kaget, ketika misalnya beberapa tahun kebelakang, ada orang yang berasal dari pedalaman Cidaun Cianjur atau dari daerah Sancang Garut, atau dari suatu kampung di daerah Ujung Genteng di Sukabumi mengatakan dalam Pilgub Jabar akan memilih Kang Dedi Mulyadi, kemudian menjelaskan dengan penuh antusias, bahwa nama Dedi Mulyadi telah begitu populer di kampungnya, ditambah lagi sifat kedermawanan Kang Dedi Mulyadi dengan melakukan prinsip kemanusian khas orang Sunda yaitu
Tukang tutulung kanu butuh
Tukang tatalang kanu susah
Tukang nganteur kanu keur sieun
Tukang nyaangan kanu keur poekkeun
seperti telah menjadi legenda bagi masyarakat Jawa Barat.

Jadi jangan heran dalam mengahadapi kampanye ini, Kang Dedi malah terlihat lebih santai, saat ini Kang Dedi benar benar menikmati purna baktinya kepada negara. Tidak ada raut raut ketegangan dalam wajahnya, semuanya mengalir saja seperti air yang yang mengalir, kata katanya terlontar bak embun penyejuk kepada siapa saja yang beliau jumpai, tawa, canda seolah olah Kang Dedi Mulyadi bersama Pak Haji Mizwar menghadapi Pilgub Jabar 2018, hanya bagian dari proses menjemput taqdir saja. (DKS)
#deddydedi4jabar

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku selama ini memiliki satu lawan terberat dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2018. Dedi mengatakan, lawan terberat adalah dirinya sendiri yang terus berusaha bisa diterima melayani masyarakat Jabar, melalui berbagai rencana program yang langsung dirasakan oleh mereka. " Lawan terberat saya itu bukan pasangan nomor satu, dua dan tiga di Pilgub Jabar ini. Tapi lawan terberat adalah diri kita sendiri, bagaimana visi kita diterima masyarakat dan bagaiman kita kerja keras untuk rakyat," jelas Dedi kepada wartawan di kediamannya, Jumat (9/3/2018). Dedi menambahkan, selama ini ia tumbuh di kehidupan keluarga biasa atau masyarakat di perkampungan dengan ekonomi pas-pasan. Latar belakang itu membuat dirinya mengetahui kondisi ekonomi dan apa yang selama ini dibutuhkan masyarakat. Selanjutnya, sistem tata kelola pemerintahan selama dirinya memimpin Purwakarta sepuluh tahun, diyakininya mampu mengembangkan daerahnya maju dan bersaing dengan memadukan kebudayaan Sunda serta era modernisasi di beberapa sektor.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dedi Mulyadi Akui Punya Satu Lawan Terberat di Pilkada Jabar", https://regional.kompas.com/read/2018/03/09/10004971/dedi-mulyadi-akui-punya-satu-lawan-terberat-di-pilkada-jabar.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Farid Assifa



CAWAGUB JABAR NOMOR 4 H.DEDI MULYADI,  AKUI MEMPUNYAI SATU LAWAN TERBERAT DI PILKADA JABAR

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku selama ini memiliki satu lawan terberat dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2018. Dedi mengatakan, lawan terberat adalah dirinya sendiri yang terus berusaha bisa diterima melayani masyarakat Jabar, melalui berbagai rencana program yang langsung dirasakan oleh mereka. " Lawan terberat saya itu bukan pasangan nomor satu, dua dan tiga di Pilgub Jabar ini. Tapi lawan terberat adalah diri kita sendiri, bagaimana visi kita diterima masyarakat dan bagaiman kita kerja keras untuk rakyat," jelas Dedi kepada wartawan di kediamannya, Jumat (9/3/2018). Dedi menambahkan, selama ini ia tumbuh di kehidupan keluarga biasa atau masyarakat di perkampungan dengan ekonomi pas-pasan. Latar belakang itu membuat dirinya mengetahui kondisi ekonomi dan apa yang selama ini dibutuhkan masyarakat. Selanjutnya, sistem tata kelola pemerintahan selama dirinya memimpin Purwakarta sepuluh tahun, diyakininya mampu mengembangkan daerahnya maju dan bersaing dengan memadukan kebudayaan Sunda serta era modernisasi di beberapa sektor.


Seperti sistem layanan kesehatan online, ambulans 24 jam, sistem pendidikan berkarakter, pembukaan askes jalan cor di kampung terpencil, Taman Air Mancur berteknologi canggih yang mampu menyedot wisatawan lokal maupun asing. "Selama ini memiliki ikatan ideologis yang sama dengan masyarakat di Jawa Barat. Misal, setiap warga yang ingin pemimpinnya orang kampung, mengerti dan pernah ngurus pertanian, bisa ngurus perikanan, dan memakai bahasanya sama dengan masyarakat Jabar, yaitu bahasa Sunda. Itu salah satu ikatan ideologis," tambah dia. Selama ini, ia tak menampikkan bahwa ikut dalam kontestasi Pilkada Jabar membutuhkan biaya. Namun, menurut Dedi, biayanya tak terlalu besar bisa sampai ratusan miliar untuk mengenalkan diri ke masyarakat. "Kata siapa mengenalkan diri ke masyarakat butuh puluhan atau ratusan miliar. Selama ini mengandalkan komunikasi yang baik dengan masyarakat secara langsung. Biaya paling dibutuhkan untuk beli bensin kendaraan dan memberi makan beberapa orang yang ikut dengan saya selama berkampanye. Menurut saya tak terlalu besar," katanya.


Ia pun selama ini merasa memiliki nilai poin tambahan karena mempunyai jaringan relawan di seluruh daerah Jawa Barat. Soalnya, dirinya selalu bersilaturahmi secara langsung sejak tahun 2008 sampai sekarang, untuk memenuhi undangan masyarakat yang memiliki ikatan ideologis tersebut. "Kalau saya berkunjung dan memenuhi undangan masyarakat baik di perkotaan apalagi perkampungan sejak tahun 2008.Ya, itu dengan mereka yang memiliki ikatan ideologis tadi saya ungkapkan," pungkasnya.
PURWAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku selama ini memiliki satu lawan terberat dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2018. Dedi mengatakan, lawan terberat adalah dirinya sendiri yang terus berusaha bisa diterima melayani masyarakat Jabar, melalui berbagai rencana program yang langsung dirasakan oleh mereka. " Lawan terberat saya itu bukan pasangan nomor satu, dua dan tiga di Pilgub Jabar ini. Tapi lawan terberat adalah diri kita sendiri, bagaimana visi kita diterima masyarakat dan bagaiman kita kerja keras untuk rakyat," jelas Dedi kepada wartawan di kediamannya, Jumat (9/3/2018). Dedi menambahkan, selama ini ia tumbuh di kehidupan keluarga biasa atau masyarakat di perkampungan dengan ekonomi pas-pasan. Latar belakang itu membuat dirinya mengetahui kondisi ekonomi dan apa yang selama ini dibutuhkan masyarakat. Selanjutnya, sistem tata kelola pemerintahan selama dirinya memimpin Purwakarta sepuluh tahun, diyakininya mampu mengembangkan daerahnya maju dan bersaing dengan memadukan kebudayaan Sunda serta era modernisasi di beberapa sektor.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dedi Mulyadi Akui Punya Satu Lawan Terberat di Pilkada Jabar", https://regional.kompas.com/read/2018/03/09/10004971/dedi-mulyadi-akui-punya-satu-lawan-terberat-di-pilkada-jabar.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Farid Assifa
PURWAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku selama ini memiliki satu lawan terberat dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2018. Dedi mengatakan, lawan terberat adalah dirinya sendiri yang terus berusaha bisa diterima melayani masyarakat Jabar, melalui berbagai rencana program yang langsung dirasakan oleh mereka. " Lawan terberat saya itu bukan pasangan nomor satu, dua dan tiga di Pilgub Jabar ini. Tapi lawan terberat adalah diri kita sendiri, bagaimana visi kita diterima masyarakat dan bagaiman kita kerja keras untuk rakyat," jelas Dedi kepada wartawan di kediamannya, Jumat (9/3/2018). Dedi menambahkan, selama ini ia tumbuh di kehidupan keluarga biasa atau masyarakat di perkampungan dengan ekonomi pas-pasan. Latar belakang itu membuat dirinya mengetahui kondisi ekonomi dan apa yang selama ini dibutuhkan masyarakat. Selanjutnya, sistem tata kelola pemerintahan selama dirinya memimpin Purwakarta sepuluh tahun, diyakininya mampu mengembangkan daerahnya maju dan bersaing dengan memadukan kebudayaan Sunda serta era modernisasi di beberapa sektor.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dedi Mulyadi Akui Punya Satu Lawan Terberat di Pilkada Jabar", https://regional.kompas.com/read/2018/03/09/10004971/dedi-mulyadi-akui-punya-satu-lawan-terberat-di-pilkada-jabar.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Farid Assifa

Kamis, 08 Maret 2018

CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI BERSAMA WARGA & PEDAGANG PASAR BARU H....



KEGIATAN KAMPANYE CAWAGUB JABAR NOMOR 4 H.DEDI MULYADI, KAMIS 8 MARET
2018

DEDI MULYADI : PERMAINAN TRADISIONAL BERMANFAAT BAGI ANAK ZAMAN "NOW"
BEKASI, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi,
menilai permainan tradisional perlu diketahui manfaatnya bagi anak zaman
sekarang atau zaman now dibanding game di telepon seluler. Salah satu
mainan zaman dulu yaitu krotokan, seperti mobil-mobilan dari barang
bekas kaleng susu dan bambu. Mainan ini dulunya diciptakan oleh orang
tua bagi anaknya yang sedang belajar berjalan supaya lincah. "Generasi
zaman now harus memainkan permainan tradisional yang penuh manfaat.
Contohnya krotokan, ini mengajarkan agar generasi kita tidak mudah putus
asa. Saat jauh, bangkit lagi, terbentur, terbentur, maka terbentuk,"
jelas Dedi saat blusukan di Pasa Bongkok, Cikarang, Kabupaten Bekasi,
Kamis (8/3/2018). Para orang tua dan anak-anak pun dapat memainkannya
bersama-sama. Permainan ini membuat semua anggota tubuh bergerak
sehingga bermanfaat juga untuk kesehatan. "Bisa juga sama-sama dengan
orang tua, kompakan sambil lari, kan sehat tuh," ujarnya.
Dedi pun menilai terdapat potensi ekonomi yang besar jika permainan
tradisional ini dipasarkan secara masif, bukan hanya di pasar lokal.
Karena itu, seluruh perantinya harus mapan agar melahirkan produk yang
mampu bersaing. "Permainan tradisional di Jawa Barat ini kan banyak,
bukan hanya krotokan. Kalau dikelola dengan baik, saya yakin bisa
bersaing. Tetapi, kualitasnya harus kita perbaiki, barusan saya coba
main ini dengan anak-anak. Baru sebentar diajak berlari, krotokannya
sudah patah. Artinya, harus ada keseriusan dari si pembuatnya untuk
produknya bisa bersaing," tambah Dedi. Tarma (72), warga Arjawinangun,
Kabupaten Cirebon, yang berdagang mainan tradisional di pasar itu,
menyebutkan bahwa desa tempat tinggalnya merupakan pusat kerajinan
permainan krotokan. Krotokan merupakan bunyi-bunyian yang keluar dari
alat permainan tersebut saat dimainkan. "Sekarang menjualnya susah,
sehari paling terjual tiga sampai empat buah. Satu krotokan harganya Rp
15.000. Kalau bunyinya itu supaya memancing anak bangkit lagi saat jatuh
belajar berjalan kaki," tutur Tarma.
Dedi pun menilai terdapat potensi ekonomi yang besar jika permainan
tradisional ini dipasarkan secara masif, bukan hanya di pasar lokal.
Karena itu, seluruh perantinya harus mapan agar melahirkan produk yang
mampu bersaing. "Permainan tradisional di Jawa Barat ini kan banyak,
bukan hanya krotokan. Kalau dikelola dengan baik, saya yakin bisa
bersaing. Tetapi, kualitasnya harus kita perbaiki, barusan saya coba
main ini dengan anak-anak. Baru sebentar diajak berlari, krotokannya
sudah patah. Artinya, harus ada keseriusan dari si pembuatnya untuk
produknya bisa bersaing," tambah Dedi. Tarma (72), warga Arjawinangun,
Kabupaten Cirebon, yang berdagang mainan tradisional di pasar itu,
menyebutkan bahwa desa tempat tinggalnya merupakan pusat kerajinan
permainan krotokan. Krotokan merupakan bunyi-bunyian yang keluar dari
alat permainan tersebut saat dimainkan. "Sekarang menjualnya susah,
sehari paling terjual tiga sampai empat buah. Satu krotokan harganya Rp
15.000. Kalau bunyinya itu supaya memancing anak bangkit lagi saat jatuh
belajar berjalan kaki," tutur Tarma.

Bertemu dengan warga dan para pedagang UMKM di pasar baru H.Malik Warung
Bongkok Cikarang Barat Kabupaten Bekasi

Rabu, 07 Maret 2018

CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI BERSAMA WARGA KARANGRAHARJA, PEBAYURAN



KEGIATAN KAMPANYE CAWAGUB JABAR NO.4 H.DEDI MULYADI

RABU, 7 MARET 2018

Kalau bicara Pebayuran tentu bagi orang Karawang, atau Bekasi identik dengan nama seorang tokoh yang bernama H.Yasin (Alm.) seorang pengusaha sukses yang merupakan juga ayahanda Bupati Kabupaten Bekasi Hj. Neneng Hasanah Yasin.
Saya tahu persis kedaerah ini yang masuknya melewati kolong jembatan Citarum ada pasar, daerah ini memang dekat sekali dengan Citarum, bahkan menurut cerita masyarakat daerah ini, ada cerita, konon di daerah ini ada yang memelihara buaya dari sungai Citarum sampai disusui segala, saya tahu cerita ini ketika sekitar tahun 2000an sering bertemu Pak H.Yasin.
PROFIL DESA KARANG RAHARJA, KECAMATA PEBAYURAN, KABUPATEN BEKASI
Karangharja adalah desa di kecamatan Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Mayoritas warga Karangharja bermata pencaharian sebagai petani dan petani buruh dan sebagian lainnya sumber penghasilannya berasal dari sektor perdagangan besar/eceran. Desa Karangharja merupakan daerah yang masih terbilang rawan kekeringan saat musim kemarau dan banjir saat musim hujan yang diakibatkan oleh meluapnya debit air sungai Citarum. Namun disisi lain Infrastuktur umum seperti jalan desa bisa disebut cukup baik dan nyaman untuk dilalui.
Berkunjung ke warga masyarakat Desa Karangraharja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi
#deddydedi4jabar