expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 19 Desember 2019

SI BUDAK ANGON (DEDI MULYADI) SANG RATU ADIL

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah artikel yang berjudul " SI BUDAK ANGON RATU ADIL"Ratu Adil - Inilah Budak Angon menurut Uga Wangsit Siliwangi

Kembali lagi pada Pilgub Jabar 2018 bagi KDM seperti salah aplikasi, kenapa KDM maju sebagai wakil Gubernur, padahal opini di masyarakat Jawa Barat yang terbangun adalah KDM sang calon Gubernur, segala isu dari mulai Prabu Siliwangi, Sampurasun, Sunda Wiwitan sampai Nyai Roro Kidul malah sebenarnya telah melanbungkan popularitas KDM.

Seperti yang kita tahu jauh dari konstelasi Pilgub Jabar, bahwa telah terjadi revalitas untuk Pilgub Jabar itu sendiri yaitu antara KDM dan RK. Namun rivalitas antara KDM dan RK pada Pilgub Jabar 2018 malah jadi terlihat samar, padahal jauh jauh hari sudah sangat nyata bahwa Pilgub Jabar adalah revalitas antara KDM dan RK.

Harapan sebagian masyarakat yang memiliki Calon Gubernurnya yang Nyunda Asli seperti KDM sirna karena kepentingan politik, bahkan bagi KDM yang bertahun tahun blusukan ke lebih 1000 desa di Jawa Barat nyaris sama sekali tidak menikmati riuh rendahnya Pilgub Jabar 2018 lalu.

Namun bagi si Budak Angon mengabdi untuk bangsa ini tidak perlu menjadi Gubernur atau Wakil Gubernur, saat ini setelah jadi Wakil Rakyat di Komisi IV, namanya malah semakin membumi.

Pilgub Jabar 2018 akan jadi pembelajaran bagi partainya KDM, bagi para simpatisan dan pendukung KDM termasuk KDM sendiri, Semua rencana dan semangat harus dipupuk dari sekarang, Tidak akan terulang lagi pada Pilgub Jabar berikutnya KDM Insya Allah akan maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat. -DKS

Selasa, 19 November 2019

Indahnya Panorama Pantai Pangandaran DKS Chanel



PANTAI PANGANDARAN SURGA DI SELATAN JAWA BARAT



Pantai Pangandaran memiliki keunikan tempatnya, daratan yang
menjulur kelaut sehingga  pantai Pangandaran
di himpit oleh laut dari sisi barat dan timur. Karena keunikan tempat inilah
pantai Pangandaran  telah berabad abad
menjadi destinasi andalan Jawa Barat.
Pantai Barat menjadi surganya wisatawan, karena di pantai
Barat ini kita dapat berenang, meski omboknya tergolong besar karena Pantai
Pangandaran merupakan jajaran pantai selatan Puau Jawa,  namun masih aman untuk dipakai berenang oleh
wisatawan, selain wisatawan dapat berenang, disini juga banyak perahu perahu
yang dapat disewa untuk berlayar disekitaran pantai Pangandaran.
Sementara pantai timurnya wisatawan akan disuguhi
pemandangan perahu perahu nelayan , selain kalau langit cerah kita juga bias melihat
terbitnya matahari dari ufuk timur. Pantai timur Pangandaran merupakan obyek
pemandangan terindah, dari pantai timur ini juga kita dapat melihat dari
kejauhan Pulau Nusa Kambangan. Masih di lokasi pantai timur ini, banyak kita
temui rumah makan sea food karena di pantai tiur ini ada tempat pelelangan ikan
nelayan.
Selain wisata pantai di Pangandaran juga ada Cagar Alam,
yang didalamnya ada Gua alam yang tembus ke laut juga ada Gua peninggalan  Jepang. 
Di cagar alam ini kita bias member makan monyet monyet yang  biasanya banyak kita temui di dalam, selain
monyet di cagar ala mini banyak juga rusa, bahkan kalau malam hari suka ada
yang keluar dari cagar alam.
Berwisata ke pantai Pangandaran masih dapat dikatagorikan
tempat liburan murah,  dari mulai tiket
masuknya yang murah, hotel maupun tempat jajanan kuliner dan oleh oleh yang
harganya relative terjangkau. Jadi rasanya tidak berlebihan jika  Pantai Pangandaran disebut  PANTAI PANGANDARAN SURGA DI SELATAN JAWA BARAT
-DKS

Minggu, 17 November 2019

INDAHNYA PERKEBUNAN TEH DI PANGALENGAN



SEJARAH PERKEBUNAN TEH PANGALENGAN


Sejarah Perkebunan Teh Pangalengan di Bandung ini memang sangat menarik, anda bisa menikmati pemandangan indah dan asri sembari mengenal lebih jauh tentang nilai sejarah yang melekat pada kebun teh yang terletak di desa Banjarsari – Pangalengan Kabupaten Bandung ini.

Perkebunan teh malabar yang memiliki luas mencapai 2.022 hektar ini dibuka sejak tahun 1890 oleh seorang preangerplanter yaitu Kerkhoven yang sebelumnya juga telah membuka kebun teh di daerah Ciwidey. Namun barulah pada tahun 1896 kebun teh pangalengan malabar ini mulai berkembang pesat, tepatnya ketika bagian administratur perkebungan dipegang oleh Karel Albert Rudolf Bosscha yang masih sepupu dari Kerkhoven.

Perkebunan teh Malabar yang dipegang oleh Bosscha ini begitu berkembang pada tahun – tahun berikutnya, bahkan ia pernah menjadi seorang juragan di seluruh perkebunan teh di Kecamatan Pangalengan pada masa itu, ini menjadi titik awal kesuksesannya setelah berada di indonesia sejak tahun 1887 atau ketika ia saat itu berusia 22 tahun.

Mungkin ia sendiri tidak percaya akan kesuksesannya tersebut karna dikisahkan bahwa Bosscha mengawali profesinya tersebut dari hanya seorang pekerja biasa di kebun teh milik pamannya, Kerkhoven, di Sukabumi hingga pada akhirnya ia berhasil membangun kebun tehnya sendiri yaitu Malabar sekaligus menjabat sebagai administratur selama kurun waktu 32 tahun bahkan ia sempat dijuluki sebagia Raja Teh Pariangan.

Sekarang perkebunan teh pangalengan ini sudah berhasil mengolah setidaknya sebanyak 60.000 kilogram pucuk teh setiap harinya dan dipasarkan hingga ke seluruh dunia, tak tanggung – tanggung perkebunan teh ini pun sudah mempekerjakan lebih dari 1.860 orang yang tidak hanya melibatkan masyarakat setempat saja melainkan dari berbagai daerah di luar Bandung.

Selain meninggalkan sebuah perkebunan teh yang sangat besar, Bosscha juga sekaligus menjadi perintis dan penyandang dana untuk pembangunan observatorium Bosscha yang di dalamnya terdapat sebuah teleskop refraktor ganda zeiss dan teleskop refraktor bamberg. Namun sayangnya ia tidak sempat menikmati pemandangan angkasa dengan teleskopnya tersebut karena Bosscha meninggal tidak lama setelah diresmikannya observatorium miliknya tersebut.



Dan itulah beberapa informasi sejarah singkat mengenai perkebunan teh yang bisa saya jabarkan. Sejarah perkebunan teh pangalengan di daerah Bandung ini ternyata sangat unik dan menarik. Kita bisa mengambil beberapa kesimpulan dan juga nilai moral dari sejarah ini bahwa semua usaha pastinya dimulai dari nol.

Oleh karena itu bagi teman teman sekalian, selalu bersemangat dan usahakan yang terbaik untuk setiap usaha anda melihat dari sejarah berkembangnya perkebunan teh di Pangalengan Bandung ini. Sekian dulu beberapa cerita sejarah yang bisa saya bagikan ini, semoga berguna untuk kita semua dan bisa dijadikan sebuah pencerminan untuk bisa menjadi lebih baik lagi.

Minggu, 03 November 2019

PROFIL : YUDISTIRA MANUNGGAL RAHMANING HURIP ANAK DEDI MULYADI YANG JADI DALANG



Seperti kata pepatah “Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonya” Itulah mungkin yang menyebabkan Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip anak ABG ini begitu mencintai Wayang Golek, Seperti halnya sang Ayah Kang Dedi Mulyadi yang merupakan tokoh Budaya Sunda. Yang ketokohannya tidak hanya diakui masyarakat, Akademisi sampai PBB.

Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip lahir 10 September 2003, Putra ke Dua Kang Dedi Mulyadi mengatakan menjadi dalang merupakan satu kebanggaan. Jadi hal inilah yang membuat dirinya tidak setengah setengah menjadi seorang Dalang.

Ilmu pedalangan yang ditimbanya sampai saat ini di Padepokan Seni Giri Harja di Jelekong Kabupaten Bandung, telah membuatnya sejak kelas 6 SD berani tampil di Panggung menjadi seorang Dalang. 

Berbagai kejuaraan Dalang cilik telah diraihnya, Kini di usianya yang masih belasan tahun, Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip telah menjadi seorang Dalang profesinonal dengan nama grup kesenian DANGIANG KAHURIPAN yang siap meramaikan dunia seni pewayangan di tanah Sunda khusunya, umumnya di Indonesia.

Sungguh berbesar hati kita sebagai seorang nasionalis, ternyata masih ada anak muda yang peduli akan seni budayanya, apalagi seperti Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip terlahir dan dibesarkan di tengah kemewahan, Bapak ibunya seorang Pejabat penguasa daerah, yang mana biasanya gaya hidup anak anak pejabat lebih ke barat baratan. Kalau pun ada yang mencintai seni pasti menjadi seorang anak Band. -DKS 

Ikuti saja apa kata hati, maka idealisme dan keberanian akan ada dengan sendirinya

Minggu, 13 Oktober 2019

DPD GOLKAR PURWAKARTA DI PIMPIN ANAK MUDA, MAULANA AKBAR AHMAD HABIEBIE TERPILIH SECARA AKLAMASI MENJADI KETUA DPD GOLKAR PURWAKARTA PERIODE 2019-2024














Musda Partai Golkar DPD Purwakarta pada tanggal 13 Oktober 2019 bertempat di kantor DPD Golkar Jawa Barat Jl. Maskumambang Bandung, telah memilih secara aklamasi Maulana Akbar Ahmad Habiebie menjadi Ketua DPD Golkar Purwakarta periode 2019-2024.

Ini sebagai pembuktian bahwa Golkar Purwakarta telah melakukan regenarasi pengkaderan dengan baik, Jika di daerah daerah lainnya Partai Golkar masih di pegang tokoh tokoh senior partai, hal ini berbeda dengan Purwakarta, boleh jadi Maulana Akbar Ahmad Habiebie akan tercatat dalam sejarah Partai Golkar sebagai Ketua DPD termuda.


Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, Semua kader dan simpatisan Partai Golkar meyakini bahwa Maulana Akbar Ahmad Habiebie akan sukses memimpin Golkar Purwakarta, sebagai partai pemenang Pileg 2019 dan Pilbup 2018 di Purwakarta. -DKS

Selasa, 01 Oktober 2019

DEDI MULYADI DILANTIK MENJADI ANGGOTA DPR RI PERIODE 2019-2024



SELAMAT KEPADA H.DEDI MULYADI,SH YANG TELAH DILANTIK MENJADI ANGGOTA DPR RI PERIODE 2019-2024

Bagi seorang Dedi Mulyadi hari ini 1 Oktober 2019 merupakan hari yang bersejarah, Pengabdiannya untuk negeri ini tidak terhenti, lolos ke Senayan dengan meraih 200 ribu lebih suara yang di raihnya di Dapil Jawa Barat VII (Kab.Bekasi, Karawang & Purwakarta) telah mengantarkannya sebagai Caleg Golkar dengan raihan suara terbanyak.

Pelantikannya dirinya di Gedung Oval DPR RI hari ini, bisa jadi pembalasan dari kegagalannya di Pilgub Jabar 2018 lalu.

Sosoknya sebagai urang lembur, kita meyakini KDM akan menjadi Wakil Rakyat yang amanah, bersih dan selalu dekat dengan kita semua. -DKS

Rabu, 25 September 2019

MAULANA AKBAR AHMAD HABIBIE SEKJEN TERMUDA YANG ADA DI GOLKAR


Usia nya baru Dua puluhan, masih anak kuliahan, namun telah mengemban tugas berat sebagai Sekjen DPD Golkar Kabupaten Purwakarta, Ini menjadi catatan sejarah di Partai Golkar karena memiliki Sekjen Partai termuda di Partai sekelas Golkar.

Sekjen Partai memiliki tugas berat yaitu untuk menjalankan AD/ART partai termasuk menjalankan mesin partai dalam mencapai tujuan politiknya.

Bukan Purwakarta kalua tidak berani memberikan mandat  kepada anak muda, Partai Golkar di Purwakarta merupakan Partai pemenang Pileg 2019 lalu dengan raihan 14 kursi, dengan raihan kursi seperti ini Partai Golkar di Purwakarta dapat mengusung calon Bupati tanpa perlu berkoalisi dengan partai lain.


Ini juga sebagai pembuktian bahwa regenasi di Partai Golkar DPD Purwakarta bukan sekedar wacana atau semboyan belaka, namun benar benar Satu realitas yang patut kita apresiasi. -DKS