expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 28 Januari 2018

Buku Kang Dedi Mulyadi "CING CARINGCING PAGEUH KANCING SET SARINGSEUT PAGEUH IKET" Bab : Penutup


Konsep peribahasa “Cing caringcing pageuh kancing sing saringset pageuh iket” (CCPKSSPI) merupakan kebijakan manusia sunda dalam berpikir, bersikap dan dalam melakukan sesuatu pekcrjaan. Kebijakan yang berlangsung secara turun temurun, sehingga pengalaman itu menjadikan sebuah pegangan hidup, ilmu pengetahuan, dan kemudian menjadi dasar-dasar kehidupan manusia dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, serta keterampilannya.
Konsep peribahasa CCPKSSPI tidak lain sebagai bentuk pemahaman, sikap dan keterampilan manusia sunda yang lahir dan budaya sunda. Peribahasa CCPKSSPI merupakan wujud angon-angon (falsafah) manusia sunda yang mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, di sepanjang jaman.
Peribahasa merupakan kata-kata bijak, ketika seseorang melakukan kesalahan, dan atau kebaikan, maka peribahasa CCPKSSPI menjadi sarana introspeksi agar kehidupan manusia sunda dapat berkembang dinamis. Karenanya pola dasar kehidupan manusia sunda, harus mengacu pada paradigma “ton tonan jadi funtunan”.
Sikap baik, pengetahuan tinggi, dan keterampilan yang mampu diwujudkan sebagai bukti dan fakta bahwa inilah jati diri manusia sunda yang sebenanya, yang penuh tanggungjawab, waspada, adil, hati-hati, dan penuh kebijaksanaan..
Peribahasa CCPKSSPI menuntut semua lapisan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan untuk tetap teguh pada pegangan hidupnya, dan yakin pada Tuhannya. Maka “hirup walungsum genah nyandang genih nyanding”. Semoga, tulisan mengenai peribahaa CCPKSSP! dapat terwujud sesuai kapasitas dan pemahaman kita semua.
#2dm4jabar

Jumat, 26 Januari 2018

KANG DEDI MULYADI "2DM" MEMILIKI GAGASAN UNTUK MENYEMBUHKAN PENYAKIT KRONIS MASYARAKAT BAWAH JAWA BARAT


Penyakit kronis yang diderita masyarakat bawah Jawa Barat pada saat ini yaitu banyaknya masyarakat di lapisan bawah baik itu di kota kota maupun yang berada di Desa terjebak hutang kepada para rentenir. Mereka ini umumnya para rentenir yang berkedok Koperasi.dengan bunga pinjaman sekitar 20% dari nilai pinjaman. Bentangan spanduk spanduk penolakan terhadap kehadiran para rentenir ini yang sering kita baca di suatu tempat,tidaklah cukup untuk menghalau keberadaan mereka, karena tentunya bukan oleh spanduk atau himbauan, namun dengan adanya lembaga lembaga milik Pemerintah Daerah yang mampu memberikan pinjaman dengan bungan murah kepada masyarakatnya.

Rasanya sangat ironis bila hal seperti ini terus dibiarkan terjadi tanpa satu upaya untuk pencegahan, bagaimana para pedagang kecil warungan, para pedagang keliling, para ibu ibu rumah tangga harus gali lobang tutup lobang untuk menutup hutang seperti ini.Mereka semua seperti terjebak lingkaran setan yang mana hutang hutang seperti ini bukannya hilang, namun semakin menganga saja.
Sudah menjadi pemandangan rutin para rentenir ini beroperasi, dari sejak pagi sampai sore beroperasi di gang gang sempit daerah perkotaan, di pasar pasar tradisional, di terminal terminal, di pangkalan pangkalan ojeg, becak. Kehadiran mereka datang dan pergi silih berganti, karena koperasi koperasi seperti ini begitu banyak. Cabang cabang dari Koperasi seperti ini hadir sampai ke Desa Desa di ujung wilayah Jawa Barat, selain kamuflase Koperasi tentu hadir juga para inang inang yang membuat semakin lengkaplah jebakan hutang seperti ini.

Semoga saja gagasan " 2DM" KDM untuk memberdayakan Desa Desa atau Kelurahan dapat terwujud, KDM memiliki gagasan bahwa setiap daerah memiliki badan usaha pinjaman seperti Bank Desa, ini adalah satu gagasan cerdas untuk menangkal penyakit kronis yang diderita masyarakat lapis bawah di Jawa Barat saat ini. (DKS)
#2dm4jabar

Selasa, 23 Januari 2018

2DM MENUJU PILGUB JABAR 2018 BIARKAN KAMI BEKERJA UNTUK MELAYANI" Episode 1



2DM MENUJU PILGUB JABAR 2018 "BIARKAN KAMI BEKERJA UNTUK MELAYANI" Episode 1


Tidak ada yang meragukan kwalitas dari pasangan 2DM ini. H.Deddy Mizwar
berpengalaman sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat priode 2013-2018 tentu
sudah mengenal betul semua permasalahan maupun progres pembangunan di
Jawa Barat dan Kang Dedi Mulyadi seorang Bupati yang berprestasi, selama
Dua priode telah memimpin Kabupaten Purwakarta, dengan semua gagasan.
inovasi, kecerdasan dan keberaniannya telah membawa Kabupaten Purwakarta menjadi Kabupaten yang Istimewa dengan kemajuan pembangunannya disegala bidang.
Kedua figur pemimpin ini akan saling melengkapi "SAJAJAR" bahu membahu untuk membawa provinsi Jawa Barat menjadi yang terbaik.


“Jadi rasanya satu keputusan bijaksana dan cerdas apabila mempercayakan
Jawa Barat di kelola oleh Pasangan 2DM ini, yang berpengalaman, cerdas
dan terbukti semua karya karya maupun prestasinya” (DKS)
#2dm4jabar

Minggu, 21 Januari 2018

Buku Kang Dedi Mulyadi CING CARINGCING PAGEUH KANCING SET SARINGSET PAGEUH IKET Bab : Telah Penerapan Bahasa CCPSSPI E. Perubahan Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan CCPKSSPI pada Masyarakat



E. Perubahan Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan CCPKSSPI pada Masyarakat
Kehidupan masyarakat terus berlanjut dan menyeimbangkan dengan berbagai perubahan. Atas dasar hal tersebut, perasaan, pengetahuan, dan keterampilan menjadi unsur penting dalam mewaspadai berbagai permasalahan yang timbul dan gejolak masyarakat.
F. Penerapan dan Contoh CCPKSSPI Dalam Kehidupan Sehari-hari
Peribahasa CCPKSSPI merupakan rangkaian kalimat yang memiliki makna, nilai, norma dalam kehidupan sehari-hari. Agar dapat dipahami maknanya, kalimat ini harus dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hal tersebut, sebelum menggunakan peribahasa CCPKSSPI perlu dipahami terlebih dahulu makna penerapan dan menerapkan agar peribahasa dapat dipahami sebagai kalimat yang tepat ketika digunakan.
Menerapkan memiliki arti mengenakan, mempraktikkan. Sedangkan penerapan merupakan proses, cara, perbuatan menerapkan; pemasangan: pemanfaatan; perihal mempraktikkan. Sementara contoh didefinisikan sebagai barang atau sebagian dan barang yang rupa, macam, dan keadaannya sama dengan semua barang yang ada; barang yang dapat mewakili barang yang lain karena sama sifat-sifatnya, sesuatu yang akan atau yang disediakan untuk ditiru atau diikuti, pola, teladan (tentang kelakuan, perbuatan, dsb); hal (peristiwa) yang menjadi teladan.
Penerapan peribahasa CCPKSSPI sebagai sebuah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat diteladani merupakan hal yang dapat ditiru atau dicontoh karena model yang diamatinya dianggap cocok dan tepat bagi situasi individu, sosial, dan berbagai lembaga dalam mempertahankan dirinya.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari penerapan peribahasa CCPKSSPI berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan adalah sebagai berikut:
Perempuan
a. Sikap
1. Perempuan harus dapat menjaga tutur kata, sikapnya dalam berpakaian, menyesuaikan dengan lmgkungan sekitar dalam merias diri, mendidik anak, mendampingi suami, dan mempersiapkan pola makan bagi keluarganya, meminij rumah tangga. Agar ia dapat menjaga nama baik dirinya dan keluarganya. Sikap hati-hati, waspada, dan dapat bertindak adil terhadap suatu permasalahan yang memungkinkan timbul atas perilaku yang diperbuatnya.
2. Perempuan harus memahami dan menghayati sikapnya sebagai kodrat perempuan, ketika ia masih kecil, remaja, dan ketika memulai berkeluarga, menjadi seorang ibu serta ketika sudah menjadi nenek dan cucu-cucunya sesuai kodrat perempuan dalam menyesuaikan perkembangan masa kini.
3. Perempuan harus menerapkan sikap baik di lingkungan keluarganya, tetangga, dan lingkungan pergaulannya dengan dan atas nama dirinya, suami dan anak-anaknya.
4. Perempuan setiap saat harus dapat menjaga dirinya baik di rumah, tetangga dan lingkungan Iebih luas agar dapat mewujudkan sebagai perempuan dengan sikap baik dan dapat menjaga diri dan keluarganya, melalui perannya.
5. Perempuan dengan perbedaan fisik-biologis dengan laki-laki, maka perbedaan itu menjadi pengendali dalam bersikap, perlu hati-hati untuk menjaga martabat sesuai kodratnya..
6. Perempuan berusaha bersikap sesuai dengan perannya, waspada, adil,, bijaksana dalam bersikap agar ia memiliki kobsistensi dengan pendidikan keluarga, lingkungan sosial dan lirigkungan publik.
b. Pengetahuan
1. peribahasa CCPKSSPI dengan dasar filsafat dan budaya yang berkembang dalam masyarakat, maka baik perempuan maupun laki- laki memanfaatkan cara/system berpikir dengan alur pengetahuan dimilikinya dan terarah. Dalam menyelesaikan permasalahan
2. Perempuan sesuai tingkat dan usianya harus berusaha memahami, menafsirkan, menggali, menyesuaikan peribahasa CCPKSSPI.
3. Perempuan harus memberikan pemahaman tentang peribahasa CCPKSSPI agar peribahasa ini dapat terinternalisasi dan dilaksanakan dalam kehidupannya pada setiap saat dan tempat ketika ia berinteraksi di lingkungan keluarga dan masyarakatnya.
4. Perempuan memerlukan pemahaman yang kuat tentang makna kewaspadaan agar ia mampu menjaga dirinya pada setiap saat sesuai kodratnya sebagai perempuan, baik di sektor domestik, maupun di sektor publik.
5. Perempuan memerlukan intensitas pemahaman terhadap suatu masalah, agar dapat melakukan sharing dengan suami, dan memberikan kontribusi pada suami untuk pengambilan keputusan terhadap permasalahan yang dihadapi.
6. Bimbingan dan suami, keluarga dekat akan menjadikan perempuan memiliki kemampuan pengetahuan yang baik dan mampu membimbing keluarganya dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan bathin
c. Keterampilan
1. Penerapan peribahasa CCPKSSPI sebagai sebuah pandangan dalam meningkatkan keterampilan seorang perempuan akan mampu mempertahankan dirinya, keluarga, dan eksistensinya di lingkugnan masyarakat.
2. Perempuan dengan berbagai tingkatan usia harus mampu melaksanakan perannya sebagai perempuan, sehingga ia mampu memutuskan sesuatu dengan bijaksana dalam kehidupan keluarga dan masyarakatnya.
3. Pada setiap tempat yang menjadi tempat perempuan bergaul maka perempuan akan memiliki keterampilan atas kesadaran sendiri dalam melakukan setiap aktifitasnya.
4. Perempuan pada setiap saat memerlukan keterampilan agar ia mampu
menerapkan keterampilan yang berkaitan dengan keluarga, masyarakat dan Iingkungan sekitar.
5. Perempuan perlu memahami peribahasa CCPKSSPI, agar ia menjadi seorang perempuan yang bijak, tangguh, dan kreatif.
6. Perempuan perlu memahami peribahasa CCPKSSPI untuk meningkatkan kewaspadaan, kehati-hatian, dan mampu bertindak adil bagi dirinya, dan keluarga.
Laki-Iaki
a. Sikap
1. Peribahasa CCPKSSPI bagi seorang laki-laki seharusnya diterapkan dalam melaksanakan perannya dalam kehidupan sehari-hari mengingat peribahasa ini pada kalirnat sing saringset pageuh iket ditujukan kepada laki-laki. Pada konteks ini laki-laki mengutamakan sikap yang tegas untuk meningkatkan kewaspadaan, kehati-hatian, keadilan, dan kebijakan dalam mebina dirinya, keluarga, dan lingkungan sosialnya.
2. Laki-laki memiliki hak untuk melaksanaican peribahasa CCPKSSPI dengan sikap sesuai perannya sebagai Imam, dan pelindung keluarganya dengan penuh kewaspadaan, kebijakan, keadilan dan kehati-hatian.
3. Laki-laki menggunakan sikap kewaspadaan, kehati-hatian, keadilan, kebijakan mulài dan lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
4. Laki-laki setiap saat harus bersikap hati-hati dan waspada dalam melindungi dirinya dan keluargariya, bangsa dan negaranya.
5. Laki-laki perlu menerapkan sikap hati-hati dalam melindungi keluarga, dan masyarakat untuk mewujudkan ketentraman pada masyarakat.
6. Laki-laki menerapkan sikap waspada dengan menuijukkan ketegasan dan keadilan bagi setiap orang.
b. pengetahuan
1. Peribaliasa CCPKSSPI bagi seorang laki-laki seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mengingat peribahasa ini pada kalimat sing saringset pageuh iket ditujukan kepada laki-laki. Pada konteks ini
laki-laki mengutamakan pemikiran, akal, untuk meningkatkan kewaspadaan, kehati-hatian, keadilan, dan kebijakan dalam membina dirinya, keluarga, dan Iingkungan sosialnya.
2. Laki-laki berusaha memahami, menafsirkar, menggali, mengembangkan pengetahuan untuk diterapkan pada keluarga dan masyarkat dengan penuh kebijaksanaan karena masyarakat memiliki keberagaman pemahaman terhadap ilmu pengetahuan.
3. Laki-laki harus memberikan pemahaman pentingnya hidup hati-hati, waspada, bijaksana pada setiap saat dan tempat dimana pun ia berada.
4. Laki-laki harus mampu menerapkan keadilan dan kebijakan di Iingkungan keluarga dan masyarakat.
5. Laki-laki perlu memahami bahwa kehati-hatian, kewaspadaan, sangat penting agar dirinya, keluarga, dan Iingkungannya terbebas dan berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap ketentraman hidupnya.
6. Laki-laki memahami berusaha memberikan teladan agar pengetahuan yang dimilikinya dapat diimplementasjkan sebagai bukti, tidak hanya sekedar teori.
c. Keterampilan
1. Penerapan peribahasa CCPKSSPI sebagai sebuah pandangan dalam meningkatkan keterampilan seorang perempuan akan mampu mempertahanic dirinya, keluarga, dan eksistensinya di lingkungan masyaraka t.
2. Perempuan dengan berbagal tingkatan usia harus mampu melaksanakan tugasnya, sehingga ia mampu memutuskan sesuatu dengan bijaksana dalam kehidupan sehari-harinya.
3. Di setiap tempat yang menjadi tempat bergaul, perempuan akan memiliki keterampilan yang dianggap merupakan kesadaran sendiri dalam melakui(an setiap aktivitasnya.
4. Perempuan pada setiap saat memerlukan keterampilan agar ia mampu menerapkan keterampilan yang berkaitan dengan keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
5. Perempuan perlu memahami peribahasa CCPKSSpI agar ía menjadi seorang perempuan yang kreatif.
6. Perempuan perlu memahami peribahasa CCPKSSPI untuk meningkatkan kewaspadaan, kehati-hatian, dan mampu bertindak adil bagi dirinya, dan keIuarga.Jingkung keluarga dan masya raka t.
5. Laki-laki perlu memahanil bahwa kehati-hatian, kewaspadaan, sangat penting agar dirinya, keluarga, dan lingkungannya agar terbebas dan berbagal ancaman terhadap ketenteraman hidupnya.
6. Lakj-Jakj memal-ian,j berusaha memberikan teladan agar pengetahuan yang dimiiikinya mendapatkan hukti, bukan sekadar teori. (DKS)
#2dm4jabar

Jumat, 19 Januari 2018

TERSEBAR BLACK CAMPAIGN MELALUI WA UNTUK KANG DEDI MULYADI


Fatamorgana meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara termasuk menyebarkan kebohongan untuk menjatuhkan lawan politik. Jauh sebelum hinggar bingarnya pendaftaran para Cagub/cawagub Jabar 2018 ke KPUD Jawa Barat, black campaign yang dialamatkan ke KDM telah tersebar melalui WA, apalagi saat ini ketika pasangan 2DM (Deddy Mizwar-Dedi Mulyad) sudah dipastikan akan berlaga di Pilgub Jabar 2018 nanti, Pasangan ini merupakan pasangan dengan koalisi jumlah kursi terbesar 29 kursi di DPRD provinsi 
Jawa Barat kalau diakumulasikan dengan jumlah suara yaitu sekitar 5.5 juta pemilih di Jawa Barat.
Partai Demokrat sebagai pemenang Pileg tahun 2012 di Jawa Barat di tambah Partai Golkar yang mana Jawa Barat sudah menjadi tradisi sebagai lumbung suara Partai Golkar semakin memantapkan bahwa pasangan ini merupakan favorite pemenang di Pilgub Jabar 2018, jadi atas dasar alasan ini segala daya upaya tentu dikerahkan untuk menjegalnya.

Semoga saja Panwaslu atau aparat penegak hukum cukup sigap untuk cepat menindak pihak pihak yang telah menyebarkan Black Campaing ke KDM.

"Mari kita jadikan Pilkada Jawa Barat ini sesuatu yang menyenangkan, bukan menakutkan, Pilkada yang menyatukan bukan mencerai beraikan,Makanya silih asah, silih asih, silih asuh, kita himpun yang terserap, kita dekatkan yang jauh, kita karibkan yang dekat, untuk bersinergi saling memuliakan, bukan saling menghinakan, ini Jawa Barat sesuatu yang berbeda, ini bukan Jakarta, ini Jawa Barat". -Deddy Mizwar (DKS)
#2dm4jabar

Kamis, 18 Januari 2018

(FULL) CAWAGUB H.DEDI MULYADI NONTON WAYANG GOLEK KI DALANG DADAN S. SU...





Rasanya sangat membanggakan jika memiliki seorang pemimpin yang dalam
dirinya tidak hanya mengalir darah seorang negarawan, namun mengalir
juga darah seni sebagai pelengkap kharismanya, Pasangan 2DM antara
H.Deddy Mizwar dan H.Dedi Mulyadi seperti yang kita kenal tidak hanya
sebagai figur pemimpin yang merakyat, namun keduanya merupakan para
Budayawan sebagai pelaku dan pecinta seni juga. Kita meyakini jika
Keduanya kita beri amanah untuk memimpin di Jawa Barat, nuansanya tentu
akan sangat berbeda, kita akan memiliki pemimpin yang tidak berjarak,
kita akan memiliki pemimpin yang kekuasaannya hanya dipakainya untuk
sekedar melayani, kita akan memiliki pemimpin yang memadukan antara
birokrasi dan seni sehingga akan memberikan pelayanan yang bersih dan
tidak kaku penuh harmoni kebersamaan. (DKS)
#2dm4jabar

Rabu, 17 Januari 2018

CAWAGUB DEDI MULYADI DI MATA NAZWA ""MEMBANGUN EMPATI PUBLIK"



"Bagi kita politik itu yang harus dianggap berat bukan lawan disamping kita, yang dianggap berat itu diri kita seberapa besar diri kita bisa diterima oleh masyarakat dan seberapa besar masyarakat memberikan empati kepada kita, sehingga tidak ada kompetisi yang ada adalah membangun empati public yang kuat, tengtang apa yang kita miliki" –Dedi mulyadi