expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 18 Januari 2017

Buku Kang Dedi Mulyadi : CING CARINGCING PAGEUH KANCING SEUT SARINGSEUT PAGEUH IKEUT

Buku Kang Dedi Mulyadi : CING CARINGCING PAGEUH KANCING SEUT SARINGSEUT PAGEUH IKEUT
B. Fakta Empiris Peribahasa Cing Caringcing Pageuh Kancing Seut Saringseut Pageuh Ikeut Fakta adalah data merupakan kenyataan dan sesuatu yang benar benar ada atau terjadi berkaitan dengan keadaan, peristiwa dan berasal dari pengalaman yang pernah dialami (dijalani, dirasai, ditanggung, dsb). ita pun tidak hanya dilihat secara subjek saja tetapi harus dilihat secara obyektif. Dari subjek dan objek tersebut ada keterangan dan berbagai penjaelasan berkaitan dengan kenyataan yang dihadapi. Fakta dapat dirasakan secara kasat mata, mampu dirasa, dilihat, dan ditafsjrkan. Dalam kehidupan nyata fakta selalu berhubungan dengan pengalaman, pengetahuan sehingga ia mampu bersikap dan menilai dan berbagai ragam keterampilan yang seharusnya dilakukan. Berkaitan dengan fakta empiris ini, fakta yang dialami oleh individu harus mampu menunjukkan bukti yang benar-benar dapat dilihat ecara objektif bahwa peribahasa selaras dengan kebutuhan dan perkembangan actual hidup manusia sunda. Peribahasa Cing Caringcing Pageuh Kancing Seut Saringseut Pageuh Ikeut ini pun harus mampu melihat kekurangarn dan kelebihan berdasarkan pada tingkat pemahaman masyarakat itu sendiri. a. Keuntungai-i peribahasa Cing Caringcing Pageuh Kancing Set Saringseut Pageuh Ikeut. 1. Meningkat kesiapsiagaan masyarakat dengan mengetahui berbagai kegiatan yang harus dilakukan oleh perempuan dan laki-lakj. 2. Menunjukkan kehati-hatian yang harus dilakukan oleh perempuan dan laki-laki. 3. Menunjukkan kesadaran status peran perempuan dan laki-laki 4. Kemampuan memperkirakan sesuatu yang akan terjadi kelak kemudian hari. 5. Kemampuan menempatkan diri 6. Kemampuan memberikan pandangan terhadap permásalahan yang dihadapi 7. Kemampuan untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, dan rekayasa lainnya agar permasalahan yang dihadapi mampu diselesaikan dengan baik. Secara khusus keuntungan peribahasa Cing Caringcing Pageuh Kancing Set Saringseut Pageuh Ikeut dapat ditunjukkan sebagai berikut: a. Sikap 1. Mengetahui apa yang harus disiapkan. 2. Menyadari perubahan waktu. 3. Menyadari perkembangan situasi. 4. Menyadari kedudukan pelaku dan objek. b. Pengetahuan 1. Mampu menafsirkan keadaan yang sedang terjadi. 2. Memahami dasar suatu kejadian. 3. Mampu memperkirakan suatu kejadian pada masa yang akan datang. 4. Mampu menindakianjuti suatu keadaan. 5. Menunjukkan kebijaksanaan. C. Keterampilan Peribahasa Cing Caringcing Pageuh Kancing Seut Saringseut Pageuh Ikeut mampu menentukan suatu tindakan untuk memecahkan masalah yang tepat ketika terjadi dengan cepat tanggap. 1. Mampu mewujudkan penciptaan alat dalam memecahkan masalah. 2. Menetapkan langkah-langkah tepat dalam memecahkan permasalahan. d. Kelemahan peribahasa Cing Caringcing Pageuh Kancing Set Saringseut Pageuh Ikeut 1. Memerlukan pemahaman yang luas. 2. Menganggap hanya sebagai slogan. 3. Menganggap hanya sebagai basa-basi. 4. Sebagai pengisi waktu ketika bercakap-cakap. 5. Menganggap hanya cerita masa lalu. 6. Menganggap sudah tidak cocok lagi dengan zaman. b. Kelemahan secara khusus peribahasa Cing Caringcing Pageuh Kancing Set Saringseut Pageuh Ikeut adalah sebagai berikut: a. Sikap 1. Perbedaan individu dalam melakukan berbagai kegiatan. 2. Dituntut harus memiliki kesamaan sikap dalam menghadapi permasalahan dengan mengesampingkan perbedaan. 3. Timbulnya keseragaman yang menampikkan persetujuan dan ketidak setujuan melainkan harus didominasi oleh sikap secara umum terhadap permasalahan tersebut. b. Pengetahuan 1. Tidak semua individu memahami suatu permasalahan dan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah. 2. Perbedaan pengalaman 3. Perbedaan usia 4. Perbedaan lingkungan 5. Perbedaan kematangan 6. Perbedaan kebiasaan 7. Perbedaan keinginan 8. Perbedaan kebutuhan 9. Perbedaan tujuan hidup 10. Perbedaan orientasi/sudut pandang 11. Perbedaan status pendidikan c. Keterampilan 1. Perbedaan kemampuan individu 2. Perbedaan jenis kelamin. 3. Perbedaan usia. 4. perbedaan daya inovasi dan kreasi. #inspirasikangdedi

"PESONA SAFARI BUDAYA KANG DEDI MULYADI"

Ribuan masa selalu hadir disetiap Kang Dedi Mulyadi show dalam acara yang di kemas dengan nama SAFARI BUDAYA DANGIANG KI SUNDA dari satu daerah ke daerah lain di pelosok pelosok kota maupun pedalaman di Jawa Barat telah di tempuh dan masyarakat selalu menonton dengan antusias serta suka cita. Karena selain gratis, Kang Dedi Mulyadi sebagai aktor utama dalam pertunjukan tersebut memang memiliki pesona dan kharismatik sebagai magnet dalam pertunjukan SAFARI BUDAYA tersebut. Memang Kang Dedi tidak tampil sendirian biasanya ditemani KH. Jujun sebagai juru dakwah, Ohang dan Charilie VH. sebagai artis pendukung selain tentu juga grup musik EMKA., Satu daerah untuk dapat dipenuhui undangannya paling cepat harus menunggu waktu 3 bulan agar SAFARI BUDAYA KANG DEDI MULYADI bisa tampil di daerah tersebut, ini dikarenakan banyaknya undangan dari daerah daerah. Jadi kalau ada kelompok bahwa SAFARI BUDAYA KANG DEDI MULYADI merupakan kampanye terselubung salah besar, karena grup SAFARI BUDAYA KANG DEDI MULYADI tidak ubahnya grup kesenian yang lainnya yang mana pentasnya sesuai orderan. Isi dari acara SAFARI BUDAYA ini merupakan kabolarasi dari pencerahan berupa dakwah, pidato, pentas seni dan guyonan/bobodoran. Selalu ada makna yang lahir dari setiap pentas SAFARI BUDAYA ini, yaitu contoh pembelajaran SILIH ASAH, SILIH ASIH, SILIH ASUH terhadap sesama, biasanya Kang Dedi Mulyadi suka memanggil atau mengajak ke atas panggung secara spontanitas orang yang Kang Dedi anggap perlu dibantu untuk sekedar memberi modal usaha atau untuk keperluan sekolah, berobat dsb. Kang Dedi Mulyadi seperti memiliki satu prinsip bawha dimana bumi dipijak disitu kebaikan harus ditebar, bahkan sampai ada peristiwa orang yang dibantu itu sampai mengalami pingsan, karena mungkin kaget bahwa ada orang yang baiknya seperti Kang Dedi Mulyadi sekaligus kaget juga menerima jumlah bantuannya. Uang yang dipakai membantu itu merupakan hasil patungan uang pribadi dan patungan dengan kawan kawan Kang Dedi Mulyadi yang kehidupannya sudah mapan atau lebih dari cukup. Itulah sederet kisah yang biasa mewarnai dari setiap pentas SAFARI BUDAYA KANG DEDI MULYADI DANGIANG KI SUNDA. (DKS) TABLIGH AKBAR DAN SAFARI BUDAYA KANG DEDI MULYADI DALAM RANGKA HUT GOLKAR KE 52 THN. DI CIAWI KAB.TASIKMALAYA

KANG DEDI BANTU IBU NINING KORBAN PHP ANAK DAN MENANTUNYA

Dimana bumi dipijak disitu kebaikan ditebar "Saat duduk mengisi acara di sebuah daerah di Jawa Barat. Ku dapati perempuan tua dengan wajah sedih, duduk diantara kerumunan warga sambil menggendong anak usia balita. Ketika ku sapa dia, Ibu itu ternyata bernama Nining. Kemudian, ia menceritakan segala kepedihan yang dialaminya, Setiap hari ia mengurus cucunya yang ditinggalkan oleh ibunya menjadi TKW ke Singapura. Selama 6 bulan, belum ada kabar yang ia terima. Sementara suaminya sudah dua tahun meninggalkan istri dan anaknya ini tanpa sedikit pun rasa tanggung jawab. Ibu Nining menangis sejadi-jadinya saat kami beramai-ramai membantu meringankan beban ia bersama cucunya. Warga Facebook, mari kita do'akan semoga Ibu Nining dan cucunya diberikan ketabahan dalam menghadapi tekanan hidup. Kita do'akan pula agar menantunya agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab kepada istri dan anaknya" - Dedi Mulyadi
Inilah satu realita dalam sebuah kehidupan, kadang penderitaan itu sangat komplek, dari apa yang dikisahkan Kang Dedi Mulyadi, kita dapat memetik pelajaran, bahwa untuk menjalin satu ikatan perkawinan itu asal jangan cinta apalagi didasari nafsu biologis saja. Jika orang tua kita dulu suka memberi nasihat untuk memilih pasangan hidup itu harus dilihat "Bibit,Bobot dan Bebet" nya, tidak usahlah kwalifikasinya sejauh itu, ini tips bagi kaum wanita meski orangnya sederhana paling tidak bisa dinilai dari ahlaknya, kerajinannya dan keuletannya karena meski kaya raya, tampan tapi pemalas biasanya akan gagal juga membina keharmonisan rumah tangga, pertimbangan ahlak ini menyakut karakternya, bagi yang Muslim minimal masih suka Sholat, tidak suka mabuk mabukan, main perempuan atau judi, kalau calon pasangannya tidak seperti itu coret saja ok. Kembali ke kisah Kang Dedi dengan ibu Nining, seorang ibu tua yang mengorbankan waktu dan tenaga untuk mengurus cucunya, Ini karena anak perempuan ibu Nining menjadi TKW di Singapura semua ini tentu efek dari himpitan hidup, kalau saja sang anak disenangkan sama suaminya tentu tidak perlu kerja jauh jauh menjadi TKW di Singapura. Di usia senja seperti ibu Nining harusnya dapat menikmati hidupnya dengan nyaman dan tanpa beban, tidak seperti saat ini mengurus cucu sebatang kara tanpa memiliki penghasilan, anaknya seperti di telan bumi dan menantunya yang sontoloyo nongol saja tidak, untung saja ibu Nining di pertemukan dengan Pendekar kebaikan tanah Sunda, Kang Dedi Mulyadi yang memiliki filosofi "DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU KEBAIKAN DITEBAR" sehingga setelah pertemuan dengan sang Sinterklas ini saya yakin nasibnya sedikit berubah, paling tidak ibu Nining bisa jualan makanan sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya bersama cucunya, setelah menerima bantuan modal dari Kang dedi Mulyadi.(DKS)

Selasa, 17 Januari 2017

SPORT CENTER PURWAKARTA SEKELAS PENYELENGGARA PON

"Kalau mendengar "Lapang Purnawarman" maka terbayanglah rumput yang tinggi, lingkungan yang kotor dan kesemerawutan yang lain. Kini secara perlahan, telah tumbuh fasilitas olahraga yang memadai, bola volley, tenis, anggar, bela diri, basket, futsal dan menembak. Tahun ini kami bangun stadion sepak bola dan kolam renang bertaraf internasional, sarana atletik, sanggar angkat berat dan sarana olahraga rekreatif lainnya seperti Taman Air dan pusat olahraga rekreasi anak-anak. Seluruh lorong akan kami lengkapi dengan Diorama Digital Olahraga, sehingga bukan hanya menjadi pusat kebugaran raga tetapi juga rasa. Mohon do'anya agar semua berjalan lancar" -Dedi Mulyadi
Semoga satu ketika Purwakarta bisa menjadi tuan rumah PON atau Porda Jabar. kini Purwakarta telah memiliki sport center dengan standar Internasional, dimana sarananya terdiri dari gedung Bola Volley, Tenis Lapangan, Anggar, Bela Diri, Basket, Futsal dan Menembak. Ini juga satu jawaban ketika Kang Dedi dikritik oleh para haters saat melakukan kegiatan kerja bakti di stadion Jalak Harupat Soreang Kab. Bandung, ketika Kang Dedi pasang badan agar pertandingan antara Persib VS Arema bisa terlaksana, karena saat ini selain SPORT CENTER megah yang telah selesai ini, saat ini juga sedang dilakukan perbaikan Stadion Purnawarman yang nantinya akan disulap menjadi stadion megah dengan kwalitas sekelas Old Trafford. Kang Dedi memang seorang Bupati bertangan dingin mampu membangut Purwakarta disegala bidang, bagi yang belum tahu Purwakarta sendiri telah memiliki Kesebelasan hasil binaan dan atlit orang Purwakarta sendiri namun telah go international yaitu ASAD Purwakarta. jadi jangan heran jika kedepannya Purwakarta akan semakin digjaya dan berprestasi asalkan pengganti Bupatinya penuh inovatif seperti Kang Dedi Mulyadi. Memang fasilitas Sport Center yang telah dibangun ini bukan jaminan untuk capluk atlit berprestasi dari Purwakarta oleh daerah lain dengan sasaran jangka pendek meraih medali akan berhenti, karena selain fasilitas biasanya atlit juga tergiur oleh trasfer dibawah tangan dan iming iming bonus. (DKS)

Senin, 16 Januari 2017

DEDI MULYADI, BUPATI YANG SUKSES MEMBANGUN INFRASTRUKTUR DI PURWAKARTA

"Jumlah manusia terus bertambah, kendaraan terus meningkat, Industri tumbuh dengan cepat, tapi infrastruktur jalan dan jembatan hampir tidak mengalami perubahan baik ruas maupun lebarnya. Dampaknya, macet dan kepenatan, plus pajak kendaraan yang mengalami kenaikan. Untuk menjawab tantangan tersebut, kami terus membangun ruas jalan baru, baik lingkar timur maupun lingkar barat, serta melakukan perubahan ketentuan tentang lebar jalan kabupaten dari 3,5 meter menjadi 9 meter. Semoga dengan kebijakan ini, kami bisa melayani pertumbuhan lalu lintas dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi para pengendara. Walaupun pada kenyataannya ada yang aneh, waktu jalan jelek, sangat hati-hati malah selalu berdzikir gajlug Subhanallah, salamet Alhamdulillah, ketika jalan bagus lupa Bismillah, ngoang-ngoang seak, gedug!! Innalillah" - Dedi Mulyadi
Sejak menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama hampir dua priode dari tahun 2008, sangat kontras memang keadaan infrastruktur di Kabupaten Purwakarta dari sebelumnya, Infrastruktur menjadi pokok pembangunan yang dilakukan oleh Bupati Dedi Mulyadi, saat ini jalan jalan di Purwakarta baik itu di Kota, Kecamatan maupun desa telah bagus bagus dengan kwalitas no 1, tidak hanya itu puluhan kilometer jalan barupun telah dibuatnya, jalan lingkar luar barat sepanjang kurang lebih 40 KM.telah rampung dan jalan lingkar timur yang saat ini masih dalam proses pekerjaan. Jalan lingkar barat yang menghubungkan Kecamatan Sukasari dengan kota Purwakarta sebelum jalan itu ada Kecamatan Sukasari seperti terisolir dan tenggelam dikedalaman waduk Jati Luhur, karena posisi geografisnya memang dipesisir waduk Jati luhur sebelah barat dan hutan belantara. Saat ini jika kebetulan kita jumpai di jalan utama ada bolong bolong itu biasanya di Jalan provinsi atau nasional yang bukan menjadi kewenangan Pemda Purwakarta untuk memperbaikinya. Kang Dedi memang kalau untuk masalah jalan focus benar benar, saat ini telah di keluarkan kebijakan bahwa standar jalan Kabupaten lebarnya tidak lagi 3,5 M tetapi menjadi 9 meter. Tidak hanya pandai membangun dan memperbaiki jalannya saja, terkadang Kang Dedi dalam waktu senggang bertindak sebagai pengawas dilapangan, ini untuk mencegah adanya permainan dari para kontraktor terkait kwalitas jalan. Kalau ada media haters suka memperlihatkan jalan ruksak di Purwakarta, itu adalah jalan sepanjang kurang lebih 27 KM. di kecamatan Cempaka, ini efek dari kendaraan berat yang melintas di jalan tersebut ketika melakukan pembuatan jalan tol CIPALI. Solusi dari jalan ruksak tersebut Bupati Dedi Mulyadi telah menganggarkan dana APBD untuk perbaikannya hampir 17 Milyar, sambil menunggu pertanggung jawaban dari pihak pelaksana pembangunan jalan tol Cipali tersebut. Kang Dedi Mulyadi memang seorang Bupati yang bertangan dingin kesuksesannya membangun infrastruktur di Purwakarta hanya sebagian sukses sukse yang yang lainnya yang telah menjadikan Purwakrata menjadi kabupaten yang istimewa.

Minggu, 15 Januari 2017

DEDI MULYADI BANTU MEMPERBAIKI RUMAH LELAKI TUA PENUNGGU KUBURAN

Hati sebening embun pagi
Selepas perjalanan undangan sahabat di daerah Jabar Selatan, di pinggir jalan ku dapati lelaki tua dengan baju lusuh, menyapu di pinggir makam. Aku menghentikan mobilku, ternyata bapak ini akrab disapa Pak Undang, yang hidup dengan satu orang anak menantu dan satu cucu, Dia mengajakku mampir ke rumahnya, ku dapati gubuk dengan ukuran 3x4 meter tanpa dapur dan MCK, kondisinya sungguh memprihatinkan, mereka berempat tidur di gubuk tanpa listrik diatas makam Pak undang bercerita kisah hidupnya, istrinya sakit parah dan seluruh kekayaan termasuk rumahnya dijual untuk biaya berobat sampai meninggal, Aku terdiam sejenak, betapa berat hidup Pak Undang. Akhirnya, aku dan teman-teman bersepakat membangun rumah yang layak untuk mereka. Terima kasih Pak Undang, engkau telah mengajariku makna pengorbanan seorang suami - Dedi Mulyadi Dimana bumi di pijak disitu kebaikan di tebar, ini sudah menjadi watak dan karakter seorang Dedi Mulyadi, ketika mata hatinya melihat satu kejanggalan untuk memerlukan uluran tangannya, sontak datang menghampiri, Pak Undang seorang lelaki tua penunggu pekeburan umum, mungkin yang ditinggalinya lebih pantas di sebut gubuk derita dari pada di sebut sebuah rumah rutinlahu, Kang Dedi yang tergerak hatinya untuk menghampiri sekedar menanyakan, bagaimana perjuangan Pak Undang dalam menjalani kehidupan ini, ya seperti cerita lama yang tidak ada habisnya yang dialami Pak Undang adalah potret dari jutaan rakyat Indonesia yang mengalami penyakit kemiskinan, inilah satu realita kehidupan yang masih kita lihat di setiap daerah di tanah air kita. Ending dari cerita ini, Pak Undang adalah sosok yang beruntung karena Kang Dedi Mulyadi akan memperbaiki rumah Pak Undang agar lebih layak huni lagi dan memberi sedikit bantuan modal. Terlepas dari kisah Pak Undang ini, Kang Dedi ibarat seorang petualang di wilayah Jawa Barat yang dari satu daerah ke daerahnya selalu memberikan pencerahan dan pertolongan, karena yang namanya kita membantu itu tidak mengenal tempat, tidak mengenal wilayah, tidak mengenal wewenang, kalau Kang Dedi Mulyadi membantu murni ini hanya pertimbangan kemanusian dan kalau kita pikir ya salah sendiri pejabat setempatnya yang memiliki wewenang malah tidak melakukan seperti yang Kang Dedi lakukan.

Kamis, 12 Januari 2017

BERANTAS CALO TENAGA KERJA, PRIORITAS TIM SABER PURWAKARTA BENTUKAN DEDI MULYADI

Hajar Kang ngangge Cimandean
PURWAKARTA, (Pikiran Rakyat).- Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Purwakarta diminta memprioritaskan kasus calo tenaga kerja. Hal ini seiring banyaknya keluhan masyarakat terkait keberadaan calo tenaga kerja, yang ada di lingkungan perusahaan. Adapun calo tenaga kerja tersebut diduga merupakan oknum kelompok masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi perusahaan. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan pungli terhadap calon tenaga kerja sangat meresahkan masyarakat. Sehingga, perlu segera diatasi. “Saya minta calo tenaga kerja di Purwakarta untuk disikat habis,” ujarnya seusai pengukuhan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, di Aula Janaka, kompleks Setda Purwakarta, Jumat 13 Januari 2017, dalam siaran pers yang diterima "PR". Dedi menuturkan, berdasarkan laporan masyarakat diketahui besaran pungli yang diminta oleh calo tenaga kerja berkisar mulai dari Rp 1,5 Juta sampai Rp 8 Juta dengan alasan akan digunakan untuk pembiayaan kegiatan. Kedepan, menurut Dedi, jika oknum tersebut mengatasnamakan lembaga nonpemerintah, maka perlu dilakukan audit secara profesional terhadap lembaga tersebut. “Mereka sering mengatasnamakan lembaga non pemerintah, ini sudah sangat meresahkan sehingga saya perintahkan lembaga tersebut untuk diaudit,” ujarnya. Selain itu, menurut Dedi, bukan hanya lembaga non pemerintahan saja. Melainkan lembaga pemerintahan yang kedapatan melakukan pungutan liar juga perlu ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. Lebih lanjut, ia mengungkapkan pihaknya juga akan segera meluncurkan website bursa kerja. Hal ini sebagai solusi bagi masyarakat pencari kerja. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta bekerja sama dengan Dinas Informasi dan Komunikasi, website tersebut nantinya akan erisi lowongan pekerjaan dari perusahaan yang berada di kabupaten purwakarta. “Kami sudah diinstruksikan oleh Pak Bupati untuk meluncurkan website tersebut, siap kami sosialisasikan kepada seluruh masyarakat, sistemnya online mulai dari pengajuan lamaran hingga pengumuman hasil tes seleksi di perusahaan” ujar Feri Heryana Kepala Bidang Aplikasi dan Telematika pada Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Purwakarta.*** #inspirasikangdedi