expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 18 Oktober 2017

PAKAI SERAGAM COKLAT, H.DEDI MULYADI MENJADI "PEGAWAI KELURAHAN KEBON SIRIH JAKPUS"

Kalau masalah memberikan pelayanan yang terbaik Kang Dedi Mulyadi memang pakarnya, baik dari sisi kebijakan yang dibuatnya maupun dari sisi kehidupan pribadinya.



JAKARTA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mendatangi kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2017).
Kedatangan orang nomor satu di Purwakarta itu ke kantor Kelurahan Kebon Sirih untuk menjadi staf pegawai kelurahan.
"Kedatangan saya kesini untuk jadi staf kelurahan dan membantu bikin sketsa pelayanan dimana unit bantuan itu terdekat adalah kelurahan," kata Dedi di Kelurahan Kebon Sirih, Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat.
Eits, tunggu dulu. Dedi Mulyadi tidak bekerja di Kelurahan Kebon Sirih, melainkan hanya untuk keperluan shooting film.
Dalam shooting sketsa tersebut, Dedi nampak menggunakan pakaian seragam dinas berwarna coklat-coklat. Ia pun menyatakan merasa aneh menggunakan seragam dinas ini.
"Perasaannya aneh aja, enggak biasa tapi pernah pake pas jadi wakil bupati tapi pas sekarang jarang dipakai," terang Dedi.
Hal tersebut, dikatakan Dedi, bila sedang dinas di Purwakarta dirinya jarang memakai seragam dinas yang berwarna coklat-coklat ini.
"Kalau hari Senin dan Selasa pakai kemeja putih, untuk Rabu pakai baju adat, Kamis pakai batik dan Jumat pakai kaos," pungkasnya.
#dedimulyadi7abar1

BUPATI PURWAKARTA H.DEDI MULYADI BANGGA IPM PURWAKARTA SALAH SATU TERTINGGI DI JAWA BARAT


"Nyukcruk galur mapay laratan, Ki Sunda baris mulangkeun kadigjayaan Tanah Pasundan"
Pengertian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) – atau Human Development Indeks (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. HDI digunakan untuk mengklasifikasi apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup.
Apa Itu Indeks Pembangunan Manusia?
IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).
IPM dibentuk oleh 3 (tiga) dimensi dasar:
Umur panjang dan hidup sehat
Pengetahuan
Standar hidup layak
Apa Saja Manfaat IPM?
IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).
IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara.
Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).
Mengapa Metodologi IPM Diubah?
Alasan yang dijadikan dasar perubahan metodologi penghitungan IPM.
PERTAMA
Beberapa indikator sudah tidak tepat untuk digunakan dalam penghitungan IPM. Angka melek huruf sudah tidak relevan dalam mengukur pendidikan secara utuh karena tidak dapat menggambarkan kualitas pendidikan. Selain itu, karena angka melek huruf di sebagian besar daerah sudah tinggi, sehingga tidak dapat membedakan tingkat pendidikan antardaerah dengan baik.
PDB per kapita tidak dapat menggambarkan pendapatan masyarakat pada suatu wilayah.
KEDUA, penggunaan rumus rata-rata aritmatik dalam penghitungan IPM menggambarkan bahwa capaian yang rendah di suatu dimensi dapat ditutupi oleh capaian tinggi dari dimensi lain.
Apa Saja yang Berubah?
Indikator
Angka Melek Huruf pada metode lama diganti dengan Angka Harapan Lama Sekolah .
Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita diganti dengan Produk Nasional Bruto (PNB) per kapita.
Metode Penghitungan
Metode agregasi diubah dari rata-rata aritmatik menjadi rata-rata geometrik.
Apa Keunggulan IPM Metode Baru?
Menggunakan indikator yang lebih tepat dan dapat membedakan dengan baik (diskriminatif).
Dengan memasukkan rata-rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah, dapat diperoleh gambaran yang lebih relevan dalam pendidikan dan perubahan yang terjadi.
PNB menggantikan PDB karena lebih menggambarkan pendapatan masyarakat pada suatu wilayah.
Dengan menggunakan rata-rata geometrik dalam menyusun IPM dapat diartikan bahwa capaian satu dimensi tidak dapat ditutupi oleh capaian di dimensi lain. Artinya, untuk mewujudkan pembangunan manusia yang baik, ketiga dimensi harus memperoleh perhatian yang sama besar karena sama pentingnya.


"Pembangunan wilayah tidak saja berorientasi pada infrastruktur tetapi juga manusianya. Karenanya dikenal standar yang namanya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Ini merujuk setidaknya pada Angka Harapan Hidup (AHH), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Harapan Lama Sekolah (HLS), ditambah Pengeluaran Pendapatan per Kapita.
Jika boleh disederhanakan, standar yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup ini hakikatnya meliputi daya hidup, rasa hidup, dan gaya hidup.
Lama hidup adalah tentang masa hidup dan kualitas kesehatannya. Rasa hidup adalah tentang pendidikan yang akan melahirkan pemahaman memaknai hidup. Dan gaya hidup adalah tentang pengeluaran yang dilakukan di kehidupan sehari-hari.
Alhamdulillah setiap tahunnya IPM Kabupaten Purwakarta mengalami kenaikan. Meski hasilnya tidak sebesar wilayah yang memang sejak dulu merupakan kota besar dan populer di Jabar, tetapi pertumbuhannya lebih signifikan.
Bahkan di tahun terakhir (2016) hanya ada 4 kabupaten/kota di Jabar yang mengalami pertumbuhan di atas 1%. Kabupaten Purwakarta salah satu di antaranya". -Dedi Mulyadi

BUPATI PURWAKARTA H.DEDI MULYADI BANGGA IPM PURWAKARTA SALAH SATU TERTINGGI DI JAWA BARAT
PURWAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengaku merasa senang di akhir masa jabatannya karena persentase kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerahnya bisa mencapai 1,06 persen pada tahun 2016.
Bahkan, kenaikan IPM di atas 1 persen hanya terjadi di empat daerah dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, yakni Kabupaten Purwakarta, Sukabumi, Kota Banjar dan Bogor.
"Kalau dibandingkan dengan Kota Bandung masih jauh, yang hanya naik persentasenya 0,58 persen saja di tahun sama. Persentase kenaikan IPM Purwakarta lebih tinggi dibanding Kota Bandung," jelas Dedi kepada wartawan, Selasa (17/10/2017).
Dedi menambahkan, daerahnya dulu hanya kawasan terpencil yang tak dikenal oleh orang luar. Tentunya berbeda dengan Kota Bandung yang sudah terkenal sejak zaman penjajahan Belanda. Di Bandung sejak dulu sudah dikenal sebagai daerah ibu kota provinsi dan terdapat kampus-kampus terkenal di sana seperti ITB dan Unpad.
"Bandung sudah terkenal sejak dulu masa penjajahan dan sudah menjadi kota favorit sejak lama. Ya, wajar saja jumlah capain IPM-nya sudah angka 80-an. Kalau Purwakarta mah atuh cuma kampung-kampung. Di kampung mengenal jalan aspal juga baru beberapa puluh tahun terkahir," tambah dia.
Bahkan, dirinya menjabat, kata Dedi, masih ada empat kecamatan di wilayahnya yang terisolir dan susah mendapatkan akses jalan. Sampai pada akhir tahun 2016 kemarin baru bisa dibuka jalan baru dengan beton lebar 12 meter sepanjang 72 kilometer.Warga Purwakarta sejak dirinya menjabat pun tercatat sampai 70.000 penduduk tak memiliki listrik, dan di akhir masa jabatannya sekarang, seluruh warganya sudah teraliri listrik.
"Lihat saja di jumlah APBD Purwakarta hanya 1,9 triliun (rupiah). Kalau Bandung kan 7 triliun lebih. Purwakarta mah atuh kampung yang baru dikenal sekarang-sekarang. Ada yang dulu Situ Buleud bekas lokalisasi jadi Taman Air Mancur Sri Baduga sekarang. Terus ada lagi masjid atau Pusdai Cibungur sama bekas lokalisasi yang sekarang dibangun megah. Lihat saja hasilnya," ungkapnya.
Dirinya pun menilai perubahan Purwakarta merupakan hasil sinergitas antara pelayanan pemerintah daerah dengan masyarakatnya selama ini.Bahkan, kata Dedi, dalam masalah berkehidupan toleransi, yang mendapatkan penghargaan sebagai daerah paling toleran adalah salah satu wujud adanya perkembangan di Purwakarta.
"Ah, ada perkembangan segini juga sudah uyuhan. Jadi kalau saya disamakan dengan wali kota Bandung yang terkenal dan wakil gubernur Jabar yang aktris, alhamdulillah saja saya mah," ucap Dedi.
#dedimulyadi7abar1

Selasa, 17 Oktober 2017

PUTUS MATA RANTAI PRAKTIK PERCALOAN, BUPATI PURWAKARTA H.DEDI MULYADI MELUNCURKAN APLIKASI BURSA KERJA

Memang tidak mudah menumpas jaringan percaloan tenaga kerja ini, sebelumnya juga telah dibentuk tim busernya di Purwakarta yang melibatkan Kepolisian untuk memberantas kelompok kelompok ini. mereka memang cara kerjanya seperti Mafioso terorganisir.dan rapi, dari mulai yang berkedok penyalur, koperasi, karang taruna,biro jasa, orang dalam perusahaan sampai oknum Disnaker setempat.
Mudah mudahan saja daerah daerah lainnya dapat mengikuti satu upaya cerdas Kang Dedi Mulyadi dengan memanfaatkan teknologi IT untuk memutus mata rantai percaloan ini,
Akhirnya kita meyakini apabila Kang Dedi kita beri amanah untuk menjadi Gubernur Jawa Barat priode 2018-2023 dapat mengatasi pengangguran di Jawa Barat yang angkanya dari tahun ke tahun terus meningkat. Kecerdasan dan keberanian Dedi Mulyadi dalam mengatasi setiap permasalahan telah menjadikan bahwa beliau yang paling pantas menduduki tahta tertinggi di Gedung Sate Bandung.





"Hari ini Pemerintah Kabupaten Purwakarta meluncurkan aplikasi Ogan Lopian. Salah satu menu yang ada dalam aplikasi tersebut adalah Sampurasun Bursa Kerja.
Program ini merupakan bagian dari ikhtiar membangun Purwakarta sebagai Kabupaten Cyber. Setiap warga Purwakarta dapat mengakses lowongan pekerjaan melalui aplikasi.
Kemudian, mereka bisa melamar melalui aplikasi tersebut hanya dalam beberapa menit saja dan terakses langsung dengan perusahaan yang dibutuhkan.
Sistem ini sekaligus menghapus pencaloan tenaga kerja dan menghapus pungli tenaga kerja
Persyaratan berupa foto copy Ijazah, Kartu Kuning dan kelengkapan administrasi yang lain kami hapuskan. Seluruhnya, bisa dilengkapi ke perusahaan saat sudah diterima bekerja.
Kekhawatiran beberapa pihak bahwa sistem ini menyisihkan calon tenaga kerja lokal sangat tidak beralasan. Justru via aplikasi ini tenaga kerja lokal terlindungi.
Kami memverifikasi setiap pelamar sesuai dengan domisili dirinya dan domisili perusahaan. Saat domisilinya dekat dengan perusahaan, maka pelamar tersebut termasuk ke dalam prioritas.
Selamat menikmati kemudahan layanan dari kami. Semoga anda cepat bekerja' -Dedi Mulyadi

PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi tak pernah berhenti berinovasi. Pria nyentrik dengan ikat kepala khas-nya itu kembali membuat sebuah terobosan guna memudahkan pelayanan bagi masyarakat.
Kebijakan baru yang diluncurkan bupati yang kerap disapa Kang Dedi itu yakni sebuah aplikasi bursa kerja berbasis teknologi. Tujuannya, tak lain sebagai membantu untuk memudahkan warganya yang hendak melamar pekerjaan di suatu perusahaan di wilayah ini.
Dedi menjelaskan, kebijakan ini sengaja digulirkan. Selain untuk mempermudah jalur birokrasi saat melamar pekerjaan, hal ini pun sekaligus ikhtiar dirinya untuk memutus mata rantai praktik percaloan tenaga kerja.
Menurutnya, aplikasi berupa laman internet ini yang diberi nama 'Sampurasun Bursa Kerja' itu akan memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi soal pekerjaan. ‎Ke depan, soal info lowongan kerja tak lagi berbentuk media berupa papan informasi yang terpasang di kantor dinas, melainkan diumukan secara online.
"Ke depan,‎ masyarakat yang ingin mencari informasi lowongan pekerjaan tinggal mengaksesnya melalui aplikasi tersebut," ujar Dedi saat launching program tersebut di Aula Janaka, kompleks perkantoran Pemkab Purwakarta, Selasa (17/10/2017).
Dedi menjelaskan, pihaknya pun telah menginstruksikan Disnaker setempat supaya mengintesifkan koordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada perihal lowongan pekerjaan. ‎Nantinya, informasi tersebut harus dipampang di situs tersebut supaya masyarakat terbantu jika ingin mencari lowongan pekerjaan.
"Kami juga meminta supaya perusahaan bisa terbuka soal lowongan pekerjaan ini karena lowongan kerja merupakan hak publik. Jadi, tidak boleh dibuat ribet dan tertutup‎," tegasnya.
Selain informasi soal lowongan pekerjaan, terang dia, masyarakat pun bisa sekaligus mengirimkan lamaran melalui aplikasi ini. ‎Rumitnya birokrasi saat melamar pekerjaan yang selama ini terjadi, merupakan alasan Kang Dedi membuat aturan tersebut. Ke depan, rekrutmen dan penempatan tenaga kerja bisa dilakukan dalam satu aplikasi.
"Jadi, warga yang hendak me‎lamar pekerjaan cukup melalui surat elektronik saja. Sehingga, tidak ada lagi persayaratan rumit. Tentunya, harus disesuaikan juga dengan informasi yang dibutuhkan perusahaan yang dituju,"‎jelas dia.
#dedimulyadi7abar1

Senin, 16 Oktober 2017

MANJAKAN PUBLIK, BUPATI PURWAKARTA H.DEDI MULYADI BANGUN FASILITAS OLAH RAGA BERKELAS

"Semua pencapai ini akan menjadi warisan berharga kepada Bupati Purwakarta berikutnya, Tinggal memelihara sarana yang telah ada meneruskan kebijakan yang telah berjalan dengan baik dan terus menjalin kedekatan dengan masyarakat seperti halnya yang telah dilakukan Kang Dedi selama menjabat Bupati Purwakarta selama Dua priode"





"Melihat progres pembangunan kolam renang. Bulan November ini kami targetkan selesai.Mulai akhir Desember anak-anak Purwakarta bisa berlatih renang di wewengkon puseur olahraga Jaya Perkasa.
Mohon do’anya dari seluruh masyarakat agar semua berjalan sesuai dengan rencana.Sok barudak Purwakarta, ayeuna mah geus sagala aya, tinggal miara na wae. Hatur Nuhun".- Dedi Mulyadi


PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta terus berbenah. ‎Di 2017 ini, anggaran yang ada masih dioptimalisasikan untuk kebutuhan infrastruktur dan pembangunan sarana prasarana yang layak bagi masyarakat.
Adapun fasilitas publik yang dibangun tahun ini, yakni pusat olahraga (sport center) masyarakat. Sejak awal tahun kemarin, pemerintah telah membangun beberapa gedung olahraga berikut fasilitas pendukungnya. Di akhir tahun ini pun, ada penambahan fasilitas lain berupa kolam renang indoor.
Senin‎ (16/10/2017) siang, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi langsung meninjau proyek pembangunan kolam renang tersebut. Saat ini, telah masuk tahap penyempurnaan. Hal itu karena fasilitas yang menjadi pendukung sarana olahraga ini ada yang belum rampung penataannya.
"‎Akhir tahun ini kita targetkan pembangunan kolam renang ini selesai," ujar Dedi di lokasi.
Dedi menjelaskan, ‎pembangunan gedung olahraga renang ini menghabiskan anggaran sebesar Rp19,7 Miliar. Untuk lokasinya, masih satu komplek dengan sport center, yakni di Gelanggang Olah Raga (GOR) Jaya Perkasa, Jalan Purnawarman, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta.
Kolam renang ini, kata dia, berstandar nasional dan memiliki 8 lintasan dengan panjang 50 meter dan lebar 20 meter. Untuk kedalaman kolam sendiri, mencapai dua meter.
"Selain kolam renang, sebelumnya juga telah kami bangun‎ fasilitas olahraga lainnya. Semisal, lapang basket indoor, bulu tangkis, lapangan futsal, arena perisai diri dan lain sebagainya. ‎Dengan begitu, saat ini fasilitas olahraga publik sudah cukup lengkap," jelas dia.
Namun demikian, dia menambahkan, alasan lain dibangunnya fasilitas olahraga ini ‎untuk meningkatan potensi prestasi renang dalam event olahraga lokal, regional maupun nasional. Bibit atlet muda, kata dia, dapat dilatih secara aktif dan berkesinambungan di kolam renang ini.
"Fokus kita pembinaan atlet, agar bisa berkompetisi di setiap event olahraga," katanya menambahkan.
Selain kolam renang indoor, fasilitas olahraga yang saat ini tengah digandrungi masyarakat Purwakarta pun segera dibangun. Sebut saja, skate park, sepatu roda, sepeda free style, tenis dan sepak bola.
"Ke depan kita lengkapi, intinya GOR Jaya Perkasa bisa digunakan untuk fasilitas seluruh olahraga, kita lengkapi yang sudah ada," pungkasnya.
#dedimulyadi7abar1

Minggu, 15 Oktober 2017

DEDI MULYADI TURUT BERBELA SUNGKAWA ATAS MENINGGALNYA KIPER PERSELA CHOIRUL HUDA

"Tragis dan Horror dimana sepak bola kita sampai merengut korban jiwa dilapangan. Hari hari kedepannya sudah diduga akan menjadi polemik akan ramai pembahasan tentang standarisasi fisik pemain sepak bola sebelum diturunkan".
Ucapan Bela sungkawa juga datang dari Kang Dedi
"Selamat jalan Mas Choirul Huda. Kami mendo'akan semoga dedikasimu selama menjaga gawang Persela Lamongan menjadi amal terbaik.
Profesionalisme yang kau miliki hingga akhir hayat menjadi teladan bagi pemain sepakbola yang lain.
Semoga kuburmu dilapangkan. Aamiin"  -Dedi Mulyadi.

KRONOLOGI MENINGGALNYA KIPER PERSELA CHOIRUL HUDA
KOMPAS.com - Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia, Minggu (15/10/2017) sore.
Pemicunya adalah benturan Huda dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, dalam laga Liga 1 kontra Semen Padang di Stadion Surajaya.
Pada menit ke-44, Huda coba mengamankan gawang dari ancaman Marcel Sacramento, tetapi dadanya malah mengenai kaki dari Rodrigues.
Huda sempat bergerak, kemudian tidak sadarkan diri. Tim medis langsung melarikan sang penjaga gawang ke rumah sakit dengan ambulans.
Sebelum dilarikan ke rumah sakit, sosok berusia 38 tahun itu sempat mendapatkan pertolongan dengan alat bantu oksigen.
"Tadi masih sadarkan diri dan mengeluh sakit di bagian dada, kemudian tidak sadar," ujar salah satu tim medis yang membantu evakuasi ke rumah sakit.
Sampai di RSUD dr Soegiri, Huda kembali mendapatkan alat bantu pernapasan yang sifatnya permanen.
"Dengan begitu, kami berharap melakukan pompa otak sama jantung," kata Dokter Spesialis Anastesi, Yudistira.
Ditambahkan oleh Yudistiro bahwa Huda sempat menunjukkan kulit yang memerah, tetapi kondisinya terus menurun.
Tidak ada respons dari sang pemain dalam satu jam pompa jantung dan otak. Akhirnya, tim dokter menyatakan bahwa Huda meninggal dunia pukul 16.45 WIB.
"Kami sudah mati-matian untuk mengembalikan fungsi vital tubuh Choirul Huda," ucap Yudistira.
Diagnosis
Menurut diagnosis Yudistira, ada benturan di bagian dada dan rahang bawah Huda.
Sang pemain diduga mengalami trauma dada, kepala, dan leher. Di dalam leher, ada sumsum tulang yang menghubungkan batang otak.
"Mungkin itu yang menyebabkan Choirul Huda henti jantung dan napas," kata Yudistira.
Sebelumnya, beberapa dugaan awal muncul soal penyebab meninggalnya Choirul Huda, salah satunya karena hypoxia. Lalu, muncullah hasil diagnosis seperti diutarakan Yudistira.
Tangis
Informasi kepergian Huda diterima para pemain Persela tepat setelah peluit panjang laga kontra Semen Padang. Persela menang 2-0, tetapi raihan tripoin seolah hampa karena kapten mereka tutup usia.
Tangisan keras terdengar dari beberapa pemain, termasuk penjaga gawang Ferdiansyah. Reaksi serupa ditunjukkan suporter Persela, La Mania.
"Huda! Huda," bunyi teriakan seorang suporter yang kemudian diikuti rekan-rekannya.
Suasana Stadion Surajaya mendadak bergemuruh dengan teriakan nama Choirul Huda dari seluruh La Mania yang hadir.
La Mania bersama segenap ofisial Persela Lamongan sempat mengheningkan cipta sejenak untuk mendoakan Choirul Huda.
Memori
Huda sebelum tutup usia adalah sosok yang berbeda. Diakui pelatih Aji Santoso, sang pemain terlihat lebih bersemangat dalam sesi latihan.
"Saya menilai bahwa dia paling siap meskipun Ferdiansyah juga siap," ucap Aji.
Maka itu, Huda mendapatkan kesempatan bermain sebagai starter saat melawan Semen Padang, setelah sempat dicadangkan dalam beberapa laga sebelumnya.
Tidak ada yang menyangka bahwa laga kontra Semen Padang merupakan pamungkas buat Huda.
Tidak ada yang mengira pula bahwa sejumlah permintaan tak biasa dari Huda menjelang laga adalah petunjuk.
"Sebelum pertandingan, dia memang sempat meminta kaos kaki dan perlengkapan lain yang baru kepada Toni (bagian perlengkapan tim Persela)," ujar bek Samsul Arifin, Minggu (15/10/2017) malam.
Tidak cuma Samsul, pemain muda Persela, Ahmad Birrul Walidain, juga sempat menerima permintaan tidak biasa dari Huda.
"Kemarin malam sebelum pertandingan, dia minta dibelikan jus alpukat. Padahal, biasanya itu minta dibelikan nasi goreng. Cuma kemarin saja yang minta dibelikan jus," ujar Fahmi.
Kini, segala tentang Huda sekadar cerita. Dia sudah tiada.
Atas semua jasa, termasuk menjalani 454 laga bersama Persela dan cuma membela satu klub sepanjang kariernya, Huda pantas disebut legenda.

BERTEMU BUPATI PURWAKARTA H.DEDI MULYADI, GUBERNUR SETIF ALJAZAIR AJAK PURWAKARTA MENJADI SISTER CITY

Ini salah satu bukti di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi Purwakarta telah menggapai dunia, dengan banyaknya Purwakarta dikunjungi tamu tamu manca negara selama Dedi Mulyadi menjabat Bupati Purwakarta sejak tahun 2008, kemajuan Purwakarta yang fantastis mengundang keinginan tahuaan negara negara lain untuk melihatnya secara langsung, Sebelumnya tentu kita masih ingat Dubes Jerman ketika di jakarta diteror bom, beliau lebih memilih untuk meneruskan kunjungannya ke Purwakarta, Aljazair bukan negara kecil, negara ini hampir sekaya dan sebesar Mesir di benua Afrika, meski dilanda perang saudara sejak tahun 1990, namun tetap saja negara ini merupakan negara termaju di benua Afrika, bahkan Aljazair telah sampai ke teknologi nuklir untuk kepentingan industri dan militernya.
Disisi lain yang membuat kita kagum dari negara Alzair ini yaitu sepak bolanya yang kuat, tentu kita masih ingat di piala dunia 1982 di Spanyol, ketika Aljazair mampu mengalahkan Jerman Barat Favorit juara ketika itu dengan score 2:1, namun tersisih dari babak penyisihan grup karena korban skandal main sabun antara Jerman dan Austria dengan score 0:0, baru di Piala Dunia 2014 di Brazil kemarin Jerman dapat membalaskan kekalahan tersebuat di fase 16 besar, itupun dengan susah payah lewat perpanjangan waktu dengan score 2 :1 .juga.























"Tadi pagi menerima kunjungan Gubernur Setif Aljazair, Bapak Nacer Maskri dan Duta Besar Indonesia untuk Aljazair Ibu Safira Muchrasah.
Mereka mengagumi Museum dan sejarah perkembangan Islam di Indonesia melalui pendekatan seni.
Setelah itu, mereka saya ajak untuk makan Sate Maranggi dan minum kelapa muda di saung sawah kami di Wanayasa
Luar biasa, ratusan tusuk sate habis dilahap, makan sambil lesehan, setelah itu ‘sila tutug’
Yuk ah ‘sila tutug’, sambil menikmati liburan gratis diatas kolam. Wilujeng Liburan" -Dedi Mulyadi
PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ‎kedatangan tamu dari luar negeri, Minggu (15/10/2017). Seorang tamu diplomatik antar negara itu, yakni‎ Gubernur Provinsi Setif, Republik Demokratik Rakyat Aljazair, Nacer Maskri.
Dalam kunjungan kerjanya ke kabupaten kecil kedua di Jabar ini, Nacer pun turut melontarkan pujian. Menurutnya, penataan lingkungan dan fasilitas publik yang dilakukan Kang Dedi (sapaan bupati) untuk wilayahnya sangat bagus.
Nacer mengaku, ada yang membuatnya sangat terkesan. Yakni tata kelola wilayah ini yang menitik beratkan konsep tradisional modern. Dirinya pun merasa tertarik dan akan mengajak Purwakarta bekerja sama dalam Program Sister City‎."Saya akan mengajak Purwakarta menjadi Sister City," jelas dia.Dalam kunjungannya ini, dirinya bukan hanya menyaksikan hasil pembangunan berupa tata kota, Nacer Maskri diajak dan rombongan diajak oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk menyaksikan sistem Smart City di wilayahnya.Sebagaimana diketahui, Purwakarta memiliki aplikasi Ogan Lopian yang berisi berbagai menu untuk seluruh jenis pelayanan masyarakat, mulai dari bidang kesehatan hingga peningkatan kesejahteraan berupa ATM Beras.
Secara kultur, Gubernur Provinsi Setif Nacer Maskri pun melihat masyarakat Purwakarta sangat ramah dan penuh rasa toleransi kepada sesama.
"Warga disini ramah, selalu menyapa, saya merasa nyaman," tuturnya.
Atas kekaguman yang dia ungkapkan, Gubernur Setif berencana mengundang Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ke daerahnya untuk menyampaikan kiat membangun daerah dan program yang selama ini telah berhasil diterapkan di Purwakarta.
"Saya akan undang beliau ke tempat saya (Setif-red). Beliau harus berbagi bagaimana menciptakan ruang publik gratis untuk masyarakat luas," kata dia menambahkan.
Di tempat yang sama, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyambut baik keinginan tersebut. Bahkan, dirinya berharap ada kerjasama ekonomi dan kerja sama di bidang lain.
"‎Saya sangat senang, apalagi beliau seorang Gubernur dari Negara lain. Saya ingin ada kerjasama lebih jauh. Misalkan, saling tukar produk antar wilayah, dari Setif ke Purwakarta atau sebaliknya," ujarnya singkat.
Pantauan Okezone, dalam kunjungan ini turut terlihat rombongan Gubernur Setif, Duta Besar Indonesia untuk Aljazair Safira Machrusah. Selama berkeliling Diorama, rombongan mendapatkan penjelasan dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tentang makna filosopi dan unsur kebudayaan yang terkandung di dalamnya.
#dedimulyadi7abar1

Sabtu, 14 Oktober 2017

PRIA ASAL CIANJUR INI RELA BERJALAN KAKI DEMI MENEMUI CALON GUBERNUR JAWA BARAT PRIODE 2018-2023 H.DEDI MULYADI

"Rasa cinta dan kagum kepada Kang Dedi Mulyadi melahirkan Fanatisme yang terkadang di luar nalar, bukan berlebihan, karena setiap orang memiliki hak untuk menunjukan rasa cintanya seperti apa kepada Kang Dedi Mulyadi, memang selama ini banyak hal yang tidak terekpos ke media, orang orang yang ingin menunjukan dukungannya kepada Kang Dedi Mulyadi di luar nalar dan logika kita dari mulai cap jempol darah, ada yang melakukan puasa mutih agar Kang Dedi Mulyadi menjadi Gubernur Jawa Barat priode 2018-2023, semoga semua ini semakin memberikan spirit untuk para relawan dan simpatisan KI SUNDA di seluruh Jawa Barat"..






Merdeka.com - Cuaca Purwakarta yang tengah diguyur hujan deras selama beberapa hari ini tidak menyurutkan niat Yudi Hamdani (37) warga Desa Muka RT 01/09 Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur untuk menemui Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di kediamannya Jalan Gandanegara No. 25 Purwakarta.
Aksi nekat ini dia lakukan dengan cara berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Berdasarkan pantauan, pria tiga anak ini mengenakan pakaian pangsi lengkap dengan ikat kepala khas Sunda.
Tak hanya itu, Yudi juga membawa bendera Merah Putih pemberian anaknya dan kertas bergambar Dedi Mulyadi bertuliskan 'Aksi Dukungan Untuk Kang Dedi Mulyadi Menuju Jabar 1'.
Tiba di rumah dinas Bupati Purwakarta pada Sabtu (14/10) malam, Yudi yang telah basah kuyup karena air hujan tersebut menceritakan bahwa dirinya dianggap sebagai orang gila di kampungnya karena melakukan aksi ini. Padahal menurut dia, aksi tersebut dilakukan atas dasar kesadaran pribadi dan tidak ada paksaan dari siapapun.
"Saya dianggap orang gila dan cari sensasi. Tetapi saya tulus untuk Kang Dedi, perjalanan ini saya lakukan untuk beliau yang sudah saya anggap seperti guru. Semua pidato beliau selalu saya ikuti. Saya ingin sekali bertemu. Makanya, Hari Rabu kemarin saya berangkat, jalan kaki," ungkap Yudi sambil beristirahat.
Yudi memilih jalur Cianjur–Padalarang–Purwakarta untuk sampai di rumah dinas Bupati Purwakarta dengan waktu tempuh sekitar 4 hari 3 malam. Sepanjang perjalanan, banyak pengguna jalan yang menawarkan tumpangan kepadanya.
Namun, karena tekadnya ingin berjalan kaki, Yudi pun secara halus menolak tawaran tersebut, termasuk tawaran dari Staff Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang diutus untuk menjemputnya pada Jum’at (13/10) siang.
"Selama perjalanan, saya pasrah saja ingin terus berjalan. Ingat selalu petuah Kang Dedi, lamun keyeng tangtu pareng (kalau bersungguh-sungguh, pasti sampai pada tujuan-red)," ujarnya.
#dedimulyadi7abar1