expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Senin, 06 November 2017

SIKAP LEGOWO DEDI MULYADI


Entahlah setiap melihat foto ini ada perasaan aneh, antara perasaan marah dan sedih berbaur menjadi satu, Marah kepada orang orang yang telah menzoliminya dan sedih karena merasa senasib sependeritaan.
Kita telah menjadi saksi betapa kejam scenario panggung politik ini, orang yang kita kenal begitu loyal dan berjasa bagi organisasinya telah disingkirkan lewat intrik intrik yang begitu licik. Tergambar dari foto ini sebuah tatapan lelah dan kosong, Ini sebuah ungkapan rasa kecewa yang tidak bisa disembunyikan, meski beliau biasanya selalu bersikap tegar dan pasrah.
Memang semua ini sangat manusiawi seseorang berhak untuk kecewa, marah, sedih jika ada satu hal yang diterima terasa kurang adil. Hidup ini memang ibarat sebuah Ujian yang tidak pernah menghilang dari kehidupan kita, Meski hanya mampir sebentar, tapi suatu saat akan kembali dalam bentuk yang berbeda. Entah akan lebih mudah atau sulit dilewati, hal itu tergantung dari bagaimana kita bisa melalui dan menyikapinya.
Semoga saja masih ada jalan untuk meraih harapannya…..(DKS)
Saya akan seperti air yang mengalir
Karena Nasib Manusia
Allah-lah yang menentukan
...........................
Bukan Manusia yang menentukan
Biarkan ......
Takdir Politik Saya Yang menentukan -Dedi Mulyadi
#dedimulyadi7abar1

DEDI MULYADI : SAYA YANG DI TINGGALKAN PARTAI GOLKAR






To Be Or Not To Be, sebuah kalimat dalam drama Hamlet karya William Shakespeare,dapat dimaknai "sekarang atau tidak sama sekali" bisa juga diartikan “berhasil atau tidak berhasil”. Sebuah perjalanan hidup adalah sebuah proses belajar tanpa henti. Tidak ada garis finish, kecuali saat kematian. Dan aturan alam menghendaki bahwa proses belajar memang harus sarat dengan jatuh bangun, karena jatuh bangun akan membuat manusia menjadi makin matang dan piawai. Jatuh bangun membentuk pengalaman, sedangkan pengalaman adalah guru terbaik bagi siapa pun, kurang lebihnya beginilah seorang Dedi Mulyadi menyikapi perlakuan DPP Partai Golkar kepada dirinya.Semoga saja ini semua sebagai pembelajaran untuk terus melangkah, sekali lagi ."To Be Or Not To Be" Sekarang atau tidak sama sekali Menuju Jabar1" (DKS)
DEDI MULYADI : SAYA YANG DI TINGGALKAN PARTAI GOLKAR
Liputan6.com, Bandung - Beberapa pengamat menyebut Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berpeluang maju Pilgub Jabar melalui partai lain. Dedi diajukan pertanyaan itu ketika menggelar konferensi Pers di Kantor DPD Golkar Jabar, Bandung.
Lantas apakah Dedi akan meninggalkan Golkar demi maju Pilgub?
"Jangan ada kalimat Pak Dedi meninggalkan Golkar, menurut saya terbalik wong kali ini kita kok yang ditinggalkan (Golkar)," jawab Dedi, Senin (6/11/2017).
Dedi sempat digadang-gadang akan diusung Golkar di Pilgub Jabar. Tapi nasib bicara lain. DPP Golkar memutuskan mengusung Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien sebagai pasangan cagub dan cawagub.
Padahal, jasa Dedi bagi Golkar tidak sedikit. Ia mengatakan ,selama ini ia mengabdi pada masyarakat melalui Golkar.
Dedi menuturkan, setiap hari mengurus kader, melakukan kunjungan, dan lain lain. Hasil kerja keras itu, menurut Dedi, suara Golkar di Jabar naik 18 persen.
Namun, ia tidak tegas soal peluang meninggalkan Golkar. Dedi mengatakan akan menjalani karier politik seperti air.
"Biarkan takdir politik yang menentukan tadkir saya ke depan," ia berujar.

Jumat, 03 November 2017

H.DEDI MULYADI SEORANG SANTRI NU



Hari Santri Nasional, sejak ditetapkan sebagai hari nasional pada 2015 lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, sejak itu peringatan hari santri dimanfaatkan oleh seluruh warga NU dan rakyat secara umum untuk mengenang dan meneladani perjuangan para ulama dan santri. Pengakuan negara ini menunjukkan bahwa perjuangan kalangan pesantren dan rakyat Indonesia melalui fatwa Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 berhasil mengusir penjajah.
Bagi seorang Dedi Mulyadi semua slogan tentang hari santri tidak menjadi retorika belaka saja, Sebagai seorang Santri dan kepala daerah beliau berani mengeluarkan peraturan di Purwakarta setiap hari Jum’at bagi karyawan Pemkab dan Pelajar Muslim memakai sarung ke kantor dan sekolah.
Tidak hanya itu Dedi Mulyadi juga mengeluarkan kebijakan pembelajaran Kitab kuning yang biasanya hanya di pelajari di pesantren pesantren. Di Purwakarta pelajaran kitab kuning tersebut dimasukkan dalam kurikulum pendidikan formal di Purwakarta dari mulai SD sampai SMTA.
Kang Dedi Mulyadi telah memanfaatkan kedudukannya sebagai kepala daerah untuk kemaslahatan umat. Begitupun dari sisi kehidupan pribadinya sebagai seorang santri dan salah satu penguruh di Nahdatul Ulama di Purwakarta hidupnya hanya diisi dengan satu kebaikan ke kebaikan lainya. (DKS)
#dedimulyadi7abar1

SEMOGA PDI PERJUANGAN BISA MENAMPUNG ASPIRASI KAMI PARA PENDUKUNG DAN SIMPATISAN DEDI MULYADI

Pilgub Jabar itu milik rakyat Jawa Barat, jadi sudah seharusnya rakyat Jawa Barat sendiri yang menentukan siapa siapa saja figur figur yang layak untuk dicalonkan kemudian mereka pilih nanti. Idealnya parpol parpol itu hanya sekedar menampung aspirasi rakyat Jawa Barat ini, jadi jika Parpol Parpol itu hanya memaksakan menawarkan Satu calon saja, itu sama saja memaksakan kami para pemilih dalam Pilgub Jabar 2018 nanti "UNTUK MEMBELI KUCING DALAM KARUNG"
PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu di Jawa Barat pada Pileg 2014, yang saat ini memiliki 20 kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat, Satu satunya Parpol yang dapat mengusung calonnya tanpa perlu melakukan koalisi dengan Parpol lain. Dapat menampung aspirasi kami jutaan pendukung Kang H.Dedi Mulyadi dalam Pilgub Jawa Barat 2018 nanti. Kami tidak ingin hak politik kami tersandera oleh kepentingan kepentingan yang sulit kami fahami, kami hanyalah orang biasa biasa, wong cilik yang memiliki keyakikan bahwa Jawa Barat di bawah kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi akan mencapai kejayaannya.
Keyakinan kami ini bukan keyakinan semu untuk sekedar meraih simpati, namun berdasarkan Prestasi dan Integritas seorang Dedi Mulyadi yang memiliki jam terbang panjang sebagai politisi dan birokrat, sejak usia 27 tahun beliau telah menjadi wakil rakyat kemudian wakil Bupati dan Bupati Purwakarta selama 2 (Dua) priode, H.Dedi Mulyadi seorang kepala daerah yang telah berhasil membangun Purwakarta selama 10 tahun di tengah keterbatasan anggaran namun telah menuai hasil yang sangat luar biasa, H.Dedi Mulyadi seorang pemimpin yang merakyat sejak tahun 2008 telah mendatangi lebih dari 1000 Desa di Jawa Barat berbaur dengan masyarakat kelas bawah, memberikan pencerahan, menghibur dan membatu orang orang yang sedang terhimpit kesulitan. H.Dedi Mulyadi adalah orang Kedua setelah Pak Jokowi (Presiden Republik Indonesia Ke 7) yang menerima penghargaan dari Soekarno Center, H. Dedi Mulyadi adalah seorang anak bangsa yang mampu mengikuti jejak langkah Sang Proklamator Bung Karno di undang dan berpidato di PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). H.Dedi Mulyadi memang bukan siapa siapa, bukan anak seorang politisi, seorang Jendral atau anak yang terlahir di tengah keluarga kaya raya, beliau hanyalah seorang anak desa yang terlahir di tengah keserderhanaan, namun lewat perjuangan hidupnya yang tanpa kenal lelah maupun putus asa membuatnya mampu merubah nasib hidupnya.(DKS)
#dedimulyadi7abar1

Kamis, 02 November 2017

DEDI MULYADI SOSOK PEMIMPIN SEPI ING PAMRIH RAME ING GAWE

Add caption
Hal yang istimewa dari seorang Dedi Mulyadi, karena beliau sosok pemimpin yang “Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe, Narimo ing pandum, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli” Yang Artinya adalah.. Tidak banyak berharap imbalan, selalu semangat, dan bekerja keras, Menerima hasil sewajarnya...Cepat tanpa mendahului, Tinggi tanpa melebihi...
Demingkian adanya sosok Dedi Mulyadi.yang seolah mengajarkan pada kita tengtang  keikhlasan, kerendahan hati dan kesederhanaan....
Saya salut ketika Kang Dedi masih bersikap biasa biasa saja ketika dirinya dizolimi oleh partainya sendiri, tidak ada yang berubah dalam diri Kang Dedi dari mulai keramahannya sampai kedermawannya tetap seperti biasanya, padahal tentu kita faham bahwa keputusan partainya mungkin telah mengubur impiannya, harapannya, cita citanya. Namun sikap pasrah dan ikhlas yang dimiliki seorang Dedi Mulyadi telah mengajari kepada kita semua, bahwa kesabaran itu tidak bertepi dan keikhlasan itu tidak berujung. Apapun takdir Allah, kita sebagai makhluk mau atau tidak mau harus menerima apa adanya, ikhlas menjadi titik tertinggi keberserahan kepadaNya. Namun kadang kala bila ikhlas didefinisikan dengan tanpa pamrih sepertinya cukup berat diterima. Pemahaman sederhana ikhlas bisa juga dengan menuntut hak yang lebih sedikit dari apa yang seharunya didapatkan dan memberi lebih banyak dari kewajiban yang harusnya ditunaikan. Namun kadang kala, ketika menerima dari takdir Tuhan, ego kemanusiaan kita, yang selalu menanyakan kenapa begini, kenapa begitu, kenapa harus dia dan banyak lagi pertanyaan yang muncul untuk menggugat atau mencari jawaban.
Bagi seorang Dedi Mulyadi bahwasanya pengabdiannya adalah bagian dari ibadah dan yang namanya beribadah temtu saja di dasari atas ke ikhlasan...Besar atau kecil hasil dari sebuah perjuangan itu adalah bagian dari kehendakNya dan selayaknya patut kita syukuri.jadi tidaklah heran jika hasil karya nyata sorang Dedi Mulyadi selalu memberikan manfaat untuk masyarakatnya, tanpa memikirjan penghargaan yang akan diterimanya (DKS)




Rabu, 01 November 2017

KISAH DEDI MULYADI DALAM MENGHADAPI PILGUB JABAR 2018 SEPERTI LAKON ANTEREJA DI PERANG BRATAYUDHA


Jika melihat apa yang dialami Kang Dedi Mulyadi dalam menghadapi pencalonannya untuk bertarung dalam Pilgub Jabar 2018, sejak awal sepertinya memang sudah ada pihak pihak yang merasa ketakutan jika sampai Kang Dedi Mulyadi sampai berlaga pada Pilgub Jabar 2018 nanti. Segala cara telah dihalalkan oleh pihak pihak yang ingin menjegal langkahnya,, karena mereka sadar bahwa sesungguhnya lawan terberat dalam Pilgub Jabar 2018 itu adalah Kang Dedi Mulyadi.
Tidak hanya langkah menuju Jabar1 saja yang berusaha dihentikan, namun posisi Kang Dedi Mulyadi sebagai Ketua DPD I Golkar Jawa Barat 2016-2021 telah ada pihak pihak yang ingin menjatuhkannya, seperti kata pepatah "sekali dayung dua tiga pulau terlewati" ini semua seperti sebuah konsperasi saja.Siapa pihak pihak yang bermain tentu Kang Dedi Mulyadi sebagai politisi kawakan telah mengetahuinya.
Kisah Kang Dedi Mulyadi ini hampir sama dengan kisah Anteraja putra Bima.
Dalam epos Mahabrata versi Indonesia (Tanah Jawa) ada ksatria ksatria yang karena dianggap terlalu sakti mereka telah ditipu oleh bujuk rayu sang pemegang skenario Perang Bratayudha Batara Kresna, agar tidak sampai dapat berlaga di perang Bratayudha di medan Kurusetra, salah satunya Antereja.selain Wisang geni dan Antasena.
Antareja memiliki Ajian Upas Anta pemberian Hyang Anantaboga. Lidahnya sangat sakti, makhluk apapun yang dijilat bekas telapak kakinya akan menemui kematian. Anatareja berkulit Napakawaca, sehingga kebal terhadap senjata. Ia juga memiliki cincin Mustikabumi, pemberian ibunya, yang mempunyai kesaktian, menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi maupun tanah, dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan di dalam bumi.
Semoga saja ini semua bisa ditangkal lewat kebersamaan seluruh kader Golkar dan simpatisan Kang Dedi Mulyadi di seluruh Jawa Barat (DKS)
#dedimulyadi7abar1

AS LONG AS THE YELLOW LEAT IS NOT CURVED, EVERYTHING IS STILL POSSIBLE (SELAMA JANUR KUNING BELUM MELENGKUNG SEMUANYA MASIH SERBA MUNGKIN)

Bagi para kader Golkar dan simpatisan pendukung Dangiang Ki Sunda (H.DEDI MULYADI) jangan putus semangat, kita harus terus berjuang sampai titik darah penghabisan, karena saat ini semuanya masih serba mungkin terjadi, saat ini kita masih dalam fase penjajakan. mengolah isu,meramu dukungan dan meraih simpati.
(As long as the yellow leaf is not curved, everything is still possible)
Selama janur kuning belum melengkung, semuanya masih serba mungkin
Selama parpol itu belum mendaftarkan calonnya ke KPUD Jabar, tentu semuanya masih bisa berubah. Sampai detik detik akhir batas waktu pendaftaran sekitar bulan Januari 2018 nanti pun semuanya masih mungkin untuk berubah dalam sekejap.
ini sekedar mengingatkan saja kepada calon yang seolah olah sudah mendapat dukungan jangan bersikap jumawa dulu, baik yang sudah dideklarasikan maupun yang sudah menerima SK dukungan, apalagi hanya sekedar rumor atau wacana, karena dalam politik itu tidak ada teman atau musuh abadi yang jelas ada itu, hanya kepentingan abadi.
Tidak ada jaminan bagi seorang calon, meskipun sudah menerima SK dukungn dari salah satu partai bisa sampai didaftarkan, Tidak ada jaminan bagi seorang calon meski dengan gegap gempita telah dideklarasikan oleh satu salah satu parpol bisa sampai di daftarkan (Terbukti sebelumnya ada yang ditarik dukungannya) karena yang namanya SK bisa saja dirubah menjelang menit menit akhir pendaftaran, karena tidak ada larangan bagi parpol untuk melakukan hal seperti ini (DKS).
 #dedimulyadi7abar1