expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 30 April 2017

KANG DEDI MULYADI KEPALA DAERAH YANG SERING "MENJEMPUT BOLA" KEPENTINGAN BURUH

Kang Dedi pernah mengatakan bahwa upah di bawah UMR/UMK itu perbudakan. sejak duduk menjadi anggota DPRD Purwakarta Kang Dedi Mulyadi selalu dekat dengan organisasi organisi pekerja, kedekatan itu terus terjalin dengan baik sampai Kang Dedi menjabat Bupati Purwakarta.
Sebagai kepala daerah Kang Dedi Mulyadi selalu mengakomodir kepentingan buruh, Kang Dedi sebagai kepala daerah selalu ada di tengah tengah keluh kesah para buruh.
Sikap tegasnKang Dedi kepada para pengusaha membuat perusahaan perusahaan di Purwakarta menjadi taat peraturan, pertemuan pertemuan tripartit kerap dilakukan. Kang Dedi Mulyadi selalu mampu menjembatani jika terjadi kesalah fahaman antara perusahaan dengan para pekerja.
Besok tanggal 1 Mei merupakan Hari Buruh (MAYDAY), Kang Dedi biasanya selalu mengadakan ngobrol santai penuh canda dengan para perwakilan pekerja, Kang Dedi Mulyadi selalu memberi femahaman bahwa segala persoalan itu dapat diselesaikan jika kepala kita dingin tanpa kemarahan.
Karena biasanya yang membuat panas itu dimana demo atau aspirasi para buruh dimanfaatkan atau ditunggangi untuk kepentingan politik tertentu yang kalau kita lihat secara logika terkadang tidak ada korelasinya.
Kang Dedi selalu menjemput bola kepejntingan buruh, seperti belum lama ini terjadi sebelum demo buruh yang jumlahnya itu ribuan bergerak, yang tentunya bisa mengganggu ketertiban umum, Kang Dedi tanpa rasa takut datang terlebih dulu kelokasi, hadir sebagai seorang Bapak, seorang pengayom, jadi yang suasana panaspun berubah menjadi arena selfie dan curhat antara buruh dengan Kang Dedi Mulyadi. Para Buruh merasa dihargai dengan kehadiran Bupatinya.
Menyapa dengan cinta dan penuh keakraban
Saya yakin jika saja Kang Dedi Mulyadi kita beri amanah untuk berkantor di gedung sate, nasib para buruh/pekerja di Jawa Barat akan lebih baik. (DKS)
#kdmj1

Rabu, 26 April 2017

KARAKTER TOKOH WAYANG "ARYA BIMA" ADA PADA KEPRIBADIAN KANG DEDI MULYADI

Sebagai seorang budayawan tentu apa yang dipakainya seolah olah ingin menunjukan inilah dirinya, kalau kita amati ketika Kang Dedi Mulyadi bertemu Pak Jokowi kemarin pada tanggal 25 April 2017, kali ini Kang Dedi Mulyadi tidak memakai baju batik dengan motif harimau putih sebagai simbol kegagahan Prabu Siliwangi, namun memakai baju batik dengan motif tokoh pewayangan, tokoh Pandawa yaitu Arya Bima.
Kita tahu bahwa Bima merupakan sosok sakti mandraguna yang berhasil mencabik cabik puluhan kurawa dan meminum darah Dursasana untuk keramas sang adik ipar Drupadi seperti yang dikisahkan dalam perang Bratayudha antara Pandawa dengan Kurawa.
Dari sisi karakter Bima merupakan kesatria yang setia pada satu sikap, yaitu tidak suka berbasa-basi, tak pernah bersikap mendua, serta tidak pernah menjilat ludahnya sendiri.
Karakter ini berbeda dengan sang adik Arjuna yang meski memiliki kesaktian yang luar biasa, pandai memanah, merayu wanita, ganteng namun memiliki kelemahan yaitu jiwanya labil, gampang terpengaruh, terutama oleh sang guru Resi Dorna.
Kalau kita telaah lebih jauh seperti inilah Kang Dedi karakter yang dimiliki tokoh Bima dalam dunia pewayangan ada pada diri Kang Dedi. yaitu berani membela kebenaran, berani mempertahankan prinsip dan keyakinan. semua berjalan apa adanya tanpa basa basi apalagi sampai menjilat ludahnya sendiri, selalu merendahkan diri namun bukan berarti tidak berani, Kang Dedi selama ini sering dicaci maki, di hujat, di demo, rumahnya ditimpukin, mobilnya dicegat oleh puluhan orang tak dikenal, bahkan sampai mendapat ancaman bahwa kepalanya akan dipenggal, namun Kang Dedi tetap berani, Kang berkata geutih Sunda " Moal mundur sasiku moal ngejat satunjar beas". Inilah idealnya seorang pemimpin itu, yaitu seorang pemimpin yang memiliki keberanian dan karakter.
Kang Dedi selama menjabat Bupati Purwakarta hampir Dua priode dikenal sangat dekat dengan para pegawai di lingkungan Pemda Purwakarta, dari mulai tukang sapu sampai dengan para pejabatnya, Kang Dedi tidak pernah membeda bedakan sikapnya. namun dibalik kedekatannya dengan para pegawai bukan berati Kang Dedi Mulyadi lemah dalam penegakan disiplin, Kang Dedi sudah sering memberiak sanksi indisipliner sampai pemecatan kepada para pegawainya yang lalai atau macam macam saat melayani masyarakat, maupun staf staf di bawahan seperti Kades maupun camat kalau salah mereka ditindak tegas, di Purwakarta tidak ada pengusaha yang bisa main main, entah itu rekanan Pemda, para pengusaha hiburan, hotel sampai pengembang kalau tidak taat peraturan tutup atau hentikan, bahkan ada sekolah yang dibubarkan Kang Dedi karena kerap tawuran, jadi jangan heran karena ketegesannya menegakkan peraturan Kang Dedi sering mendapat gugatan hukum.
Selain memiliki keberanian dan ketegasan, kita mengenal Kang Dedi seorang pejabat yang sangat dermawan, mana ada pejabat yang menyumbangkan gajinya sebasar 50 juta setiap bulannya hanya untuk membantu sesama.
Jadi kita tidak akan salah memilih jika Kang Dedi Mulyadi kita beri amanah untuk menjadi Gubernur Jawa Barat priode 2018-2023, Kang Dedi seperti sosok Bima dalam dunia pewayangan. (DKS)
#kdmj1

Selasa, 25 April 2017

PRESIDEN RI JOKO WIDODO DAN BUPATI PURWAKARTA H.DEDI MULYADI MENYAKSIKAN PERTUNJUKAN AIR MANCUR TAMAN SRI BADUGA

Sebuah sinyal





Purwakarta - Usai menyambangi Pesantren Al Hikamussalafiyah dan makan malam, Presiden Joko Widodo langsung bertolak menuju lokasi Taman Air Mancur Sri Baduga, Purwakarta. Jokowi ditemani oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Jokowi tiba di lokasi Taman Air Mancur Sri Baduga sekitar pukul 19.25 WIB. Jokowi tampak masih mengenakan kemeja putih yang dibalut jas serta bawahan kain sarung.
Jokowi langsung duduk di bangku tribun yang tersedia. Terlihat Bupati Dedi duduk di sebelah kiri Jokowi.
Pertunjukan air mancur dimulai. Jokowi tampak antusias menyaksikan air mancur warna-warni menyembur dan meliuk-liuk. Sesekali Dedi tampak berbincang ke Jokowi.
Ada sekitar 10 menit Jokowi menyaksikan pertunjukan air mancur yang diiringi dengan alunan musik dan syair itu.
Seterusnya, Jokowi langsung beranjak untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.
(rjo/rvk)
#kdmj1

Minggu, 23 April 2017

KANG DEDI MULYADI SANG PENCERAH, MULAI DARI SEMINAR SAMPAI BERDAKWAH

Sampaikan meski hanya satu ayat, inilah prinsip kita sebagai seorang Muslim untuk memberikan pencerahan kepada sesama maupun untuk saling mengingatkan.
Kang Dedi Mulyadi yang saat ini kerap didaulat untuk memberikan tausiah bukanlah seorang ustaz, namun saat ini malah kebanjiran undangan untuk memberikan ceramah tidak hanya di daerah Purwakarta namun banyak undangan dari luar kota Purwakarta juga, Kang Dedi meski tidak di besarkan dilingkungan pesantren, namun sejak kecil telah ditempa ilmu keagamaan yang kuat di tambah kedekatan Kang Dedi dengan para tokoh alim ulama NU dari sini juga Kang Dedi banyak belajar menimba ilmu keagamaan. Meski dakwah yang Kang Dedi sampaikan sederhana, namun mampu memberikan pencerahan yang bermanfaat untuk meningkatkan ketaqwaan kita sebagai seorang muslim. Ada beberapa pristiwa menarik saat Kang Dedi Mulyadi memberikan ceramahnya salah satunya ketika seorang tukang tahu keliling pingsan karena menerima bantuan Kang Dedi ketika Kang Dedi ceramah di satu tempat,sampai ribuan ibu ibu di Ciwidey Kabupaten Bandung yang menangis saat mendengar ceramah Kang Dedi ketika Kang Dedi memaparkan kesabaran seorang ibu.
Apa yang dilakukan Kang Dedi ini patut kita apresiasi, berbeda dengan mantan pejabat maupun para selebriti yang menjadi da'i, Kang Dedi sama sekali tidak pernah mengkomersilkan semua kemampuannya ini, Kang Dedi tidak pernah memasang tarif. malah biasanya uang yang diterimanya secara sukarela dari hasil ceramah maupun pembicara dalam satu seminar suka dikumpulkan untuk membantu masjid. Selain memberikan ceramah keagamaan Kang Dedi memang lebih sering diundang sebagai pembicara pada seminar oleh lembaga lembaga pemerintahan maupun swasta atau diundang untuk memberikan kuliah umum di kampus kampus. Kang Dedi yang pandai berorasi di selingi humor humor segar memang menjadi daya tarik tersendiri, membuat para pendengarnya merasa tidak bosan, begitupun ketika kang Dedi berdakwah. Talenta yang dimiliki Kang Dedi ini membuatnya jadwalnya sangat padat entah itu sebagai pembicara dalam satu seminar maupun sebagai ustaz untuk memenuhi undangan untuk berdakwah di sela sela kesibukanya sebagai Kepala daerah maupun sebagai ketua parpol tingkat Jawa Barat. Kang Dedi memang sang pencerah. (DKS)
#kdmj1

Jumat, 21 April 2017

KETUA DPD I GOLKAR JAWA BARAT H.DEDI MULYADI MENGUNJUNGI GUBUK DERITA ABAH TARSA DI KOTA BANDUNG

Tidak terbatas ruang dan waktu, sejauh kaki melangkah hanya sekedar memberi manfaat kepada sesama


Kisah Tarsa (82) yang hidup di sebuah gubuk derita tak ubahnya kandang ayam mendapatkan perhatian banyak pihak. Tidak hanya Pemkot Bandung, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi juga datang menengok Tarsa.
Dedi yang mengenakan kemeja putih dengan peci hitam datang ke gubuk Tarsa pada Jumat (21/4/2017) sekitar pukul 11.00 WIB. Dedi datang satu jam setelah kedatangan rombongan Dinas Sosial dan kewilayahan mengunjungi kediaman Tarsa.
Kebahagian terpancar di wajah Tarsa dengan kedatangan berbagai pihak yang peduli terhadapnya. Dedi juga sempat berbincang-bincang dengan pria paruh baya yang 4 tahun terakhir hidup sebatang kara ini. Dedi prihatian dengan kondisi Tarsa.
"Saya ikut prihatin dengan kondisi Abah yang tinggal di gubuk ini," kata Dedi setelah berbincang dengan Tarsa di gubuknya di perumahan Sweet Antapani Regency, Jalan Antapani, Kota Bandung.
Pria yang kerap berpakaian pangsi ini mengatakan Tarsa memang tidak ingin pindah dari gubuk ini. Pasalnya, Tarsa sudah terbiasa dengan suasana perkebunan dan memelihara hewan ternak tak ubahnya hidup di sebuah pedesaan.
"Abah ini masih kuat dengan kultur pedesaan, enggak siap di kota. Dia perlu di habitatnya, ini habitat dia ada kebon, ayam, domba," ungkap dia.
Menurut Dedi, kasus Tarsa yang tidak memiliki tanah untuk membangun rumahnya sendiri ini kerap terjadi di perkotaan. Harga tanah yang semakin mahal, membuat warga tak mampu terpaksa berpindah-pindah menempati tanah orang lain.
Dengan kondisi demikian, kata Dedi, bagi mereka seperti Abah Tarsa sudah cukup bahagia meski hanya menempati gubuk sederhana. Pasalnya, yang terpenting bisa tidur dan makan dengan cara bercocok tanam atau berternak seperti di pedesaan.
"Kita memang melihat abah menderita, tapi belum tentu juga. Tadi saya tanya dia bahagia, betah. Bisa nanem singkong, pelihara hewan ternak. Kalau di rumah susun belum tentu bisa," ungkap dia.
Oleh karena itu, kata Dedi, pihaknya akan meminta pengembang perumahan memberikan izin kepada Tarsa tetap tingga di tanah itu. Dedi berjanji akan membantu apabila nantinya tanah itu harus disewa.
"Saya akan bantu biayanya. Tadi juga saya sudah kasih sejumlah uang untuk kehidupan sementara abah," ujar Dedi.
(ern/ern)
#kdmj1

Rabu, 19 April 2017

JANJI POLITIK KANG DEDI MULYADI AKAN REALISTIS

Jika Kang Dedi Mulyadi di taqdirkan menjadi salah satu kontestan dalam Pilkada Jabar 2018, kita meyakini Kang Dedi akan memberikan janji janji politik yang realistis, yaitu janji janji yang disesuaikan dengan kemampuan APBD Jawa Barat.
Bukan janji muluk muluk sekedar mencari simpati para konstituen saja. Sekarang ini masyarakat sudah sangat cerdas menyikapi janji janji politik ini, bisa bisa janji politik malah jadi bumerang.
Berdasarkan kiprahnya selama menjadi Bupati Purwakarta selama Dua priode, kita melihat Kang Dedi adalah figur kepala daerah yang cerdas dalam mengambil solusi dan berinovasi, bagaimana tidak Purwakarta yang saat ini merupakan Kabupaten terkecil kedua pasca terbentuknya Kabupaten Pangandaran, tentu mendapat jatah APBD yang kecil jika dibandingkan dengan daerah daerah lainnya di Jawa Barat, namun seperti yang kita tahu, Purwakarta saat ini telah menjadi Kabupaten yang maju baik dari segi pembangunan infrastruktur maupun tingkat kemapanan penduduknya.
Ada kemungkinan juga beberapa program yang telah berhasil diterapkan di Purwakarta oleh Kang Dedi akan di terapkan di Jawa Barat jika Allah SWT. mentaqdirkannya berkantor di gedung sate Bandung.
Seperti Pola Pendidikan berkarakter dengan pola pendidikan berkarakter diharapkan dapat menghasilkan kwalitas anak didik yang siap bersaing di masyarakat, memiliki kepribadian yang tangguh dan menjadikan pribadi yang pandai menghargai sesama.
Ada lagi yang lainnya Kang Dedi mungkin untuk pendidikan menengah atas akan dikembalikan pengeloaannya ke daerah tingkat II, sehingga daerah tertentu yang mampu dari segi anggaran bisa menggratiskan biaya spp tingkat SMTA, seperti yang terjadi di Purwakarta selama ini.
Untuk masalah administrasi kepemerintahan, saya yakin jika Kang Dedi Gubenurnya nasib para RT/RW akan jauh lebih baik, Kang Dedi mungkin akan membuat standarnya. Saat ini untuk Gaji RT dan RW di Purwakarta tertinggi di Jawa Barat jika di bandingkan daerah lainnya.
Dari semua yang diuraikan diatas ada yang paling utama, Kang Dedi Mulyadi yang selama ini sering mendapat penghargaan kepala daerah toleran, tentu akan mampu lebih menjaga kebhinekaan di Jawa Barat, disamping masalah masalah pengangguran,UMK, kemiskinan,.transparansi, jaminan kesehatan dan program program kesejahtraan bagi seluruh rakyat Jawa Barat lewat penciptaan lapangan kerja seluas luasnya.lewat program program pertanian yang melindungi petani dan buruh taninya.
Pokoknya jika Kang Dedi Gubenurnya susanannya akan berbeda, di samping GEMAH RIPAH REPEH RAPIH kita akan memiliki Gubernur yang dekat dengan rakyatnya, yang gampang di temui, yang sering blusukan ke warga warga, semuanya akan menjadi hal nyata bukan retorika.(DKS)
#kdmj1